
"Cecilia .... Selamat yah ...." Sebuah ucapan disertai tangan yang terulur, membuat Cecilia terpaksa menengadahkan kepalanya guna melihat siapa orang yang baru saja berbicara padanya. Celine sudah berdiri di hadapannya dengan tersenyum tulus.
"Semoga senantiasa berbahagia dengan Darrell," tambah Celine.
"Ah .... Iya .... Terima kasih ..." ujar Cecilia canggung.
Di sisi lain, pemberian ucapan selamat tetap berjalan. Airin Adipratama dan suaminya sudah mengucapkan selamat kepada Darrell dan kedua orang tuanya. Setelah ikut mengucapkan selamat kepada paman dan bibinya, sekarang Sonic sudah berdiri di hadapan Darrell.
Dengan gaya SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), Sonic merangkul leher Darrell dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya memberikan tonjokan ringan di dada bidang pria itu.
"Selamat yah! Dengan latar belakang calon istrimu, rapat pemegang saham akan segera diadakan .... Hmmph!!" Ucapan Sonic terhenti karena mulutnya lagi-lagi dibungkam Sonia.
"Dasar bodoh! Peka dikit dong!" bisik Sonia di telinga saudara kembarnya.
Suasana menjadi hening seketika. Pasalnya kalimat tadi diucapkan Sonic dengan suara yang cukup lantang.
Beberapa hari yang lalu, Andreas memang mengunjungi adik perempuannya di kediamannya. Ia ingin membujuk Airin untuk mendukung Darrell dalam rapat pemegang saham yang sedang ia rencanakan untuk diselenggarakan dalam waktu dekat setelah acara pertunangan. Airin Adipratama memang memiliki persentase saham yang cukup tinggi dalam perusahaan keluarganya.
Dan sekarang keduanya berkeringat dingin. Mereka tidak menyangka pembicaraan rahasia itu terdengar oleh Sonic yang dengan bodohnya membukanya di depan umum. Parahnya lagi, dari ekspresi kakak tertua mereka dan Celine, terlihat mereka telah mendengar kalimat tersebut. Hal itu wajar saja, karena posisi mereka yang masih berdekatan dalam antrian pemberi ucapan selamat.
Bukan hanya Airin dan Andreas saja yang tegang, Darrell juga jadi panik mendengar rencana 'pengkhianatan' ayahnya dikumandangkan di depan pemimpin perusahaan dan pewarisnya sekaligus. Sedangkan Cecilia, ikut terkejut mendengar dirinya sudah dilibatkan dalam perang internal perebutan kekuasaan perusahaan Adipratama.
"Iya, Darrell .... Maaf yah .... Kami telat sekali memberi ucapan selamat atas pengangkatanmu sebagai direktur, " timpal Airin Adipratama dengan gaya halus membelokkan arah pembicaraan.
Dari ujung barisan, Adrian Adipratama sudah membuka mulutnya untuk mengajukan protes. Pasalnya ia yakin topik yang ia dengar sebelumnya adalah mengenai akan diadakannya rapat pemegang saham yang ia tidak ketahui. Pengalihan topik yang tiba-tiba membuatnya curiga, dan ia ingin mempertanyakan hal tersebut.
Namun Celine yang sigap segera menggandeng lengan ayahnya menuju pintu keluar. "Papa .... Ayo kita keluar! Kemungkinan besar teman-teman Celine dan keluarganya juga datang di pesta ini. Mereka semua merupakan anak-anak dari orang berpengaruh dan penguasa besar kota ini. Siapa tahu dengan mengenal mereka akan memperluas jaringan perusahaan kita ke depannya, " ajak Celine sambil berharap Priscillia dan kawan-kawan sudah datang.
"Sebentar Celine! Apa kamu tidak dengar yang dikatakan Sonic barusan?" tanya Adrian Adipratama dengan alis bekernyit.
"Kita bahas di hotel aja, Papa .... Ga enak kan di hari bahagia ini kita bahas urusan perusahaan ..." sahut Celine dengan sedikit berbisik.
Dengan perasaan yang kurang puas, Adrian Adipratama terpaksa mengikuti arahan putrinya. Dan ketika mereka sudah keluar dari ruang keluarga, barulah orang-orang di dalam ruangan dapat bernapas lega.
Di luar, Celine melayangkan pandangannya mengitari ruangan untuk mencari sosok yang dikenalnya. Maklum saja, karena ini bukan kota jejaring perusahaannya, tidak banyak pengusaha yang ia kenal. Lagipula, belum banyak tamu yang datang mengingat waktu acara masih akan dimulai setengah jam lagi.
__ADS_1
Sedangkan ayahnya, terlihat masih memikirkan perkataan yang diucapkan Sonic. Alisnya masih berkerut dan terkadang keluar gerutuan dari mulutnya. Celine dengan sabar meladeni ayahnya sambil mengharapkan kedatangan sosok yang dapat membantunya. Namun sayang, sosok yang ditunggu tidak kunjung tiba.
James hanya bisa berdiam diri mati kutu di belakang Celine. Ia tahu suasana hati Tuan Adipratama memburuk karena kejadian barusan. Karena itu, ia memilih berdiam diri dan tidak ikut campur atas perkataan Sonic yang tadi juga didengarnya. Bagaimanapun ini adalah masalah pribadi Celine dan keluarganya.
Sampai tinggal lima belas menit lagi dari waktu dimulainya acara, Celine melihat Priscillia datang dengan keluarganya. Karena Celine sengaja berdiri di tengah ruangan, dengan mudah Priscillia juga dapat melihat Celine dan James. Gadis itu pun segera menghampiri sepasang kekasih tersebut.
Setelah saling memperkenalkan kedua orang tua mereka, kedua gadis ini dan James terlibat percakapan ringan. Tuan Adipratama sendiri sudah teralihkan dari pikirannya sebelumnya dengan topik-topik umum yang ia bicarakan pada kedua orang tua Priscillia.
Tidak lama kemudian, gantian Sharon dan keluarganya yang datang. Hampir sama seperti sebelumnya, setelah saling memperkenalkan diri, grup tersebut asyik membicarakan topik masing-masing. Grup orang tua membahas topik bisnis ataupun masalah sosial. Grup anak muda asyik bercanda sambil saling bertukar kabar.
Lima menit sebelum acara dimulai, barulah Rebecca dan keluarganya datang. Tanpa dikomando, secara alamiah keluarga itu ikut bergabung dan saling terbagi dengan grup-grup yang sudah terbentuk.
Sampai akhirnya para orang tua dan ketiga putri mereka tersadarkan untuk menemui para tokoh utama pesta guna mengucapkan selamat. Mereka mencari sahabatnya masing-masing. Para orang tua terutama Samuel mencari Andreas dan orang tua Cecilia, sedangkan Geng Princess tentu mencari Cecilia.
Celine mengarahkan kalau pasangan mempelai dan orang tua Darrell masih berkumpul di ruang keluarga. Sedangkan mengenai orang tua Cecilia, pasti masih beredar di ruang pesta yang besar ini, untuk menyapa tamu-tamu mereka.
Mendengar itu, para orang tua segera undur diri dari perkumpulan untuk mencari orang tua Cecilia. Geng Princess juga ikut mohon diri meninggalkan Celine dan James karena ingin menyapa Cecilia di ruang keluarga.
Namun belum sempat mereka meninggalkan perkumpulan, langkah mereka dihentikan dengan berdirinya pembawa acara di panggung yang mengatakan bahwa acara akan segera dimulai. Setelah mengucapkan salam pembuka, para tamu diminta bersiap menyambut kedatangan kedua mempelai dan keluarganya di ruang pesta. Mereka diminta untuk berdiri di sisi karpet merah yang akan dilewati kedua mempelai dan keluarga menuju panggung.
"Para tamu yang terhormat, mari kita sambut hadirnya orang tua dari kedua mempelai. Yang pertama ... orang tua dari mempelai pria ... Tuan Andreas dan Nyonya Adipratama !! Menyusul di belakangnya, orang tua mempelai wanita ... Tuan dan Nyonya Iskandardinata !!"
Maka masuklah Andreas dan Rosita ke ruang pesta. Di belakangnya menyusul Tuan dan Nyonya Iskandardinata. Mereka berjalan beriringan sampai ke singgasana yang ada di atas panggung.
Setelah mereka tiba, pembawa acara melanjutkan ucapannya. "Dan inilah saat yang kita nanti-nanti. Hari bahagia di mana sepasang insan berkomitmen untuk mengukuhkan hubungan mereka lebih erat dalam suatu ikatan pertunangan. Memberanikan diri untuk menapaki satu langkah lagi demi menjalin masa depan bersama. Kita sambut pasangan yang berbahagia ... Darrell Adipratama dan Cecilia Iskandardinata !!!"
Masuklah Darrell dan Cecilia ke ruang pesta yang sudah dihias dengan bunga di mana-mana. Para tamu undangan sudah berbaris di sepanjang sisi karpet merah untuk menyambut kedatangan mereka. Dengan perlahan mereka berjalan di atas karpet yang sudah ditaburi kelopak mawar putih dan merah muda, menuju singgasana di mana kedua orang tua mereka sudah berada.
Dalam perjalanan ke panggung, Cecilia dan Darrell sempat melihat hadirnya ketiga gadis Geng Princess di pesta mereka. Perasaan bahagia dan terharu menyeruak di dada Cecilia. Ia sampai bersusah payah untuk tidak meneteskan air mata yang dapat merusak riasan wajahnya.
Darrell tersenyum lega. Ia bersyukur ikatan persahabatan di antara keempat gadis itu cukup kuat dan tidak jadi patah karena kehadiran dirinya.
Setelah semua tokoh utama berada di atas panggung, pembawa acara mempersilakan Tuan Iskandardinata selaku perwakilan orang tua mempelai untuk memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Tuan Iskandardinata mengucapkan terima kasih kepada segenap tamu undangan yang telah merelakan waktunya untuk menghadiri acara pertunangan ini. Ia juga meminta dukungan doa agar hubungan pasangan ini dapat dilancarkan hingga sampai pernikahan.
Acara dilanjutkan dengan Toast Procession. Diawali dengan kedua mempelai membuka botol wine bersama, kemudian menuangkannya ke atas gelas wine yang sudah disusun berbentuk piramida. Setelah isi botol wine dituangkan sampai habis, para pelayan mulai membagikan gelas wine baru yang sudah terisi kepada mempelai beserta keluarganya dan juga segenap tamu undangan.
__ADS_1
Kemudian pembawa acara mengajak kedua mempelai dan keluarganya yang berada di atas panggung, bersama dengan para segenap tamu, untuk mengangkat gelas mereka. Mereka akan bersulang untuk mendoakan kebahagiaan kedua mempelai dan kerukunan hubungan kedua keluarga.
"CHEERRRRSS !!!" Kata tersebut membahana di dalam ruangan diiringi suara musik dan ledakan konfeti. Setelahnya mereka menyesap minuman anggur yang berada di gelas masing-masing.
Setelah itu, pembawa acara mempersilakan para tamu undangan untuk naik ke atas panggung dan bergiliran memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai dan keluarga yang berbahagia. Momen itu dimanfaatkan Geng Princess dan keluarganya untuk memberi ucapan selamat yang tadi sempat tertunda.
Barisan diawali dari para orang tua mereka karena ketiga gadis Geng Princess tidak ingin dipisahkan. Satu-satu bergiliran memberi ucapan selamat, dari Tuan dan Nyonya Angkawibawa, Tuan dan Nyonya Raditya, Tuan dan Nyonya Utamajaya, sampai akhirnya tiba giliran Priscillia.
"Selamat yah, Cil .... Semoga kamu berbahagia ...." Priscillia mengulangi kalimatnya begitu ia berada di depan Cecilia. Senyum tulus merekah di wajahnya.
Cecilia kembali terharu dengan ucapan selamat dari temannya ini. Dengan mata berkaca-kaca menahan air mata, ia pun memeluk sahabatnya itu erat. "Makasih sudah mau datang ya, Pris ...."
"Itu harus dong ..." jawab Priscillia sambil mengedipkan sebelah matanya.
Priscillia juga melanjutkan ucapan selamatnya kepada Darrell dan mengulangi 'peringatan'nya. "Darrell ... tolong jaga Cecilia baik-baik yah ...."
"Tentu saja!" jawab Darrell sambil tersenyum.
Giliran Sharon tiba. "Selamat yah, Cil .... Kamu cantik sekali ..." puji Sharon.
"Terima kasih ..." jawab Cecilia dengan perasaan berbunga-bunga. Pelukan hangat penuh ucapan terima kasih juga ia berikan kepada teman pemalunya itu.
Ucapan selamat Sharon yang diberikan kepada Darrell hanyalah ucapan formalitas biasa seperti layaknya tamu undangan lain. Darrell tersenyum maklum karena ia mengetahui kalau Sharon masih canggung ketika berhadapan dengannya.
Saat giliran Rebecca, gadis itu mengucapkan selamat kepada Cecilia dengan kecanggungan yang jelas terlihat. "Selamat yah, Cil ..." katanya sambil mengulurkan tangannya.
"Ya. Terima kasih, Bec ..." jawab Cecilia menyambut uluran tangan tersebut dengan tidak kalah canggungnya.
Namun kepada Darrell, kesinisan Rebecca kembali muncul. Dengan tatapan tajam dan nyaris mendesis ia berkata pada pria tampan itu, di mana Cecilia ikut mendengar apa yang dikatakannya.
"Aku mengucapkan selamat kepadamu demi kebahagiaan Cecilia. Namun jika akhirnya dalam perseteruanmu dengan Celine berakhir dengan kemenanganmu, jangan harap kala itu aku akan ikut berbahagia dan mengucapkan selamat pada kalian berdua!" tukasnya.
Cecilia yang mendengar perkataan itu hanya dapat menelan ludahnya. Sedangkan Darrell sambil tersenyum tipis, menjawab ucapan 'selamat' Rebecca tersebut dengan singkat. "Aku mengerti, kitty. Terima kasih sudah mau datang hari ini."
...****************...
__ADS_1