
Siswi kelas XII tahun ini, membuat James pusing. Hampir seperempat siswi dari angkatan ini tidak jelas akan masa depannya. Padahal, sekarang sudah memasuki semester terakhir mereka di SMU.
Ada yang buta sama sekali akan rencana masa depannya (seperti dirinya saat SMU dulu hehehe). Ada yang seperti Cindy, kalau ditanya jawabannya terkesan asal-asalan. Ada yang sudah menentukan pilihan mau jadi apa, tapi tidak tahu bagaimana menentukan langkah selanjutnya.
Karena itu, James memberi usul ke kepala sekolah untuk mengadakan penyuluhan bimbingan karir. Rencananya, sekolah akan mengundang beberapa narasumber dari berbagai profesi untuk memberikan penyuluhan. Harapannya, para siswi akan terinspirasi untuk menentukan pilihan, atau lebih jelas dalam memahami tahapan-tahapan yang harus ditempuh untuk menggapai cita-cita tersebut.
Tentu saja usul James itu disambut baik oleh kepala sekolah. James ditunjuk menjadi penanggung jawab penyuluhan tersebut. James juga diberi kepercayaan untuk mencari dan memilih sendiri narasumber yang ia percayai untuk menyampaikan penyuluhan.
Mengingat sekarang sudah semester akhir, pelaksanaan acara penyuluhan ini harus diadakan secepatnya. Target James acara tersebut sudah harus dilaksanakan paling lambat satu bulan dari sekarang. Dengan kata lain, persiapan James juga hanya sebulan.
Sejak saat itu, James mempersiapkan banyak hal. Mulai dari menentukan ruangan di sekolah yang akan dijadikan tempat diadakannya penyuluhan, mencari dan menghubungi narasumber, juga menentukan waktu dilaksanakannya acara.
Dalam hal memilih narasumber, James tidak sembarangan memilih orang. Ia akan memastikan bahwa narasumber tersebut benar-benar kompeten dan dapat menjadi motivator yang baik. Narasumbernya dapat berasal dari rekomendasi atau kenalan sesama guru, orang tua siswi, ataupun alumni SMU ini yang sudah berhasil di bidangnya.
Sudah dua minggu berlalu. Waktu dan tempat diadakannya acara sudah ditetapkan. Sound system yang akan digunakan untuk menunjang acara juga sudah siap digunakan. James juga sudah mendapatkan beberapa narasumber yang bisa ia percaya, antara lain untuk profesi guru, dokter, dan jurnalis. Rencananya, Ia ingin menambahkan 2-3 profesi lagi.
Ia saat ini sedang menunggu kabar dari orang tua siswi yang memiliki profesi pengacara dan pengusaha. Ia juga sudah menghubungi seorang alumnus yang sudah berhasil sukses sebagai seorang desainer. Mereka semua sedang memastikan jadwal mereka di hari-H. James berharap akan segera mendapatkan kabar baik dari mereka.
__ADS_1
Setelah seminggu kemudian, James sudah mendapatkan kabar. Ketiganya bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi pembicara di penyuluhan tersebut. James lega. Dengan demikian, bisa dikatakan persiapan acara sudah selesai. Tinggal mendoakan dan mempersiapkan pelaksanaannya agar penyuluhan dapat berjalan dengan baik di hari H nanti.
Tetapi malang bagi James, kelegaannya tidak bertahan lama. Kelegaan tersebut bahkan berubah menjadi kekhawatiran yang cukup besar.
Bagaimana tidak? Pengusaha yang menjadi narasumber tiba-tiba membatalkan kesediaannya. Alasannya karena tiba-tiba ada permasalahan pada proyek yang sedang dijalankannya. Akibatnya, mitra kerja perusahaan tersebut yang berasal dari luar negeri akan datang untuk meminta penjelasan. Dan kedatangannya tersebut tepat pada hari penyuluhan.
James bingung. Ia harus segera menemukan narasumber pengganti. Masalahnya, terkhusus untuk profesi pengusaha, Ia tidak bisa menggantinya dengan profesi lain. Profesi pengusaha adalah profesi terbanyak yang dituju para siswi di sekolahnya. Dari formulir masa depan yang dibagikan kemarin, banyak dari para siswi yang mengisinya dengan menjadi pengusaha untuk meneruskan usaha orang tua.
Karena waktu tinggal kurang dari seminggu lagi, James mencari rekomendasi sebanyak-banyaknya dari orang yang ia kenal. Ia bahkan menyempatkan diri untuk kembali menghubungi Geng Princess untuk menanyakan kesediaan orang tua mereka untuk menjadi pembicara.
James pulang dengan lesu. Hal ini terlihat oleh Mama Ratna yang segera menanyakan alasannya. James menceritakan kebingungannya.
Mendengar itu, Mama Ratna tidak bisa berbuat banyak. Mereka sama-sama berasal dari dunia pendidik dan tidak terlalu memiliki banyak kenalan pengusaha. Satu-satunya yang terpikirkan untuk menolong mereka cuma Alex yang bekerja di perusahaan.
Sebenarnya James paling tidak mau melibatkan keluarganya untuk urusan yang berhubungan dengan pekerjaannya. Ia takut dibilang sok pamer, nepotisme, tidak mandiri, atau apapun tudingan yang bersifat negatif. Karena itulah untuk profesi guru kemarin ia tidak meminta kedua orang tuanya sebagai narasumber. Ia lebih memilih dari pihak lain.
Tapi kali ini, ia benar-benar terjepit. Karena itu, ia pun mengikuti saran mamanya untuk menghubungi Sang Abang. Toh ia hanya meminta rekomendasi dari abangnya, bukan menjadikan abangnya Sang Narasumber, kan?
__ADS_1
Sayangnya, Alex tidak mengangkat teleponnya. Mungkin Alex masih disibukkan dengan pekerjaannya. Karena itu, James hanya memberikan pesan singkat ke abangnya itu untuk menghubunginya nanti jika sudah ada waktu.
Ya, saat ini Alex sudah menikah dengan Sherly. Mereka sudah tinggal terpisah dan sudah memiliki rumah sendiri walaupun masih dalam tahap cicilan. Karena itu, untuk bertemu atau berbicara dengan Sang Abang tidak semudah seperti dulu ketika mereka masih sekamar.
Malamnya, Alex meneleponnya. James pun menceritakan permasalahannya. Setelah mendengar keluhan James, Alex berjanji untuk membantunya. Tapi ia tidak bisa memberikan kepastian bahwa ia akan menemukan narasumber yang diminta. Bukan karena ia tidak mau bersungguh-sungguh membantu Sang Adik, tetapi karena pada kenyataannya hal itu memang sulit tercapai.
Alasannya sama. Setiap pengusaha pasti sibuk dengan urusan perusahaannya dan sulit untuk diminta waktunya secara mendadak. Lagipula, banyak dari mereka yang tidak terlalu menganggap penting urusan anak SMU, karena dianggapnya hal ini merupakan masalah anak-anak.
Selain itu, jika dilihat dari pola pikir pebisnis seperti mereka yang terbiasa memikirkan segala sesuatunya dari sisi untung rugi, kegiatan ini tidak menghasilkan keuntungan apapun bagi mereka. Waktu mereka yang berharga sayang disia-siakan hanya untuk mengurusi masalah remaja. Beda cerita kalau SMU tersebut memiliki hubungan tertentu dengan Sang Pengusaha.
Karena itu, Alex meminta James untuk tidak berharap terlalu banyak padanya. Menurut Alex, lebih mudah bagi James mencari pengusaha yang berasal dari alumni SMU tersebut sebagai pembicara. Mereka akan lebih punya hati untuk menyediakan waktunya.
James mengerti. Ia pun juga masih akan mengusahakannya sendiri dan tidak bergantung pada Alex. Tapi dengan waktu yang mendesak seperti ini, makin banyak tangan yang membantu, makin baik.
Alex berjanji akan memberi kepastian dalam 2-3 hari. James juga berjanji akan menghubungi Alex, jika ia yang terlebih dahulu menemukan Sang Narasumber pengganti. Intinya, siapa yang lebih cepat menemukannya, akan segera memberi kabar ke yang lain. Dan setelah menyimpulkan demikian, telepon ditutup.
...****************...
__ADS_1