Pemuas Ranjang CEO

Pemuas Ranjang CEO
Season 2: Awal Petaka


__ADS_3

Yoga merasa bodoh sudah membayangkan wanita lain saat bersama istrinya sendiri. Ia benar-benar jahat. Sudah jelas yang kini bersamanya adalah istrinya sendiri, bukan wanita lain yang bahkan haram hanya untuk ia bayangkan. Namun, akal sehatnya telah tertutupi dengan nafsv yang menggebu. Ia sudah tak bisa menahannya.


"Mas ... kamu kenapa?" tanya Citra lagi.


"Tidak, aku tidak apa-apa." Yoga kembali menciumi istrinya. Tangannya bergerak meloloskan pakaian yang dikenakan Citra. Tangannya secara terampil mer3mas dua bukit kembar sang istri secara bersemangat.


"Pelan-pelan, Mas!" Citra sampai mengeluh karena kesakitan.


Yoga sepertinya tak mau mendengar. Ia terus melakukan apa yang diinginkannya meskipun sang istri sesekali terdengar mengaduh. Setelah merasa tak bisa menahan, ia menyingkirkan selembar kain yang sejak tadi menutupi miliknya.


"Mas, yang sabar. Jangan dimasukkan dulu, aku belum siap." Citra sampai menahan napas melihat suaminya yang sudah tak sabar untuk menapaki puncak dari aktivitas malam mereka.


Citra ingin lebih lama bermesraan dengan suaminya. Ia bahkan belum sempat mengatakqb apa-apa tentang rencananya mengajak Yoga datang bersama ke rumah sakit. Butuh waktu beberapa hari dia menyiapkan mental untuk merayu sang suami saat bermesraan. Namun, akhirnya niatan itu harus lenyap seketika saat sang suami memasukinya.


Citra sampai merintih ketika miliknya yang belum sepenuhnya siap dipaksakan oleh Yoga. Tak Ada kesenangan yang ia rasakan malam itu melainkan kesakitan. Ilmu dari dokter yang baru diketahuinya hanya menjadi hal yang sia-sia. Suaminya tak tahu bagaimana menyenangkan istri, ia hanya mengejar kesenangannya sendiri.


Di lain sisi, Yoga terlihat sangat menikmati aktivitasnya. Tanpa bisa ia kendalikan, otaknya membayangkan wajah Ira ada di hadapannya. Kehangatan bibir serta pelukannya masih belum bisa ia lupakan. Membuatnya kian terhanyut ingin berbuat lebih kepada wanita yang telah lama menjadi sahabatnya.


Saking kuatnya hasrat dalam dirinya, semangatnya kian bertambah. Mengabaikan rintihan sang istri yang ada di bawahnya. Ia lupa diri terbawa kenikmatan tiada tara. Hingga akhirnya luapan lahar kepuasan keluar dari dalam tubuhnya.


"Terima kasih, Sayang." Yoga mengecup istrinya setelah melampiaskan hasratnya. Ia turun dari atas tubuh istrinya dan kembali berbaring memunggungi sang istri.


'Yoga ... Yoga ....'


Suara Ira di dalam pikirannya belum juga menghilang. Membayangkan wajah Ira yang bersemu merah menatapnya penuh cinta membuat dirinya kembali berg4irah. Imajinasinya semakin aneh ingin mengetahui bentuk tubuh Ira secara langsung, apakah sama dengan milik istrinya atau tidak.


Sementara, Citra menitihkan air mata di belakang Yoga. Sang suami benar-benar keterlaluan sampai membuatnya merasa menderita. Malam yang diharapkan menjadi sebuah malam yang romantis berakhir dengan isak tangisnya.

__ADS_1


***


"Uhhh ... terus, Sayang ... kamu memang yang terhebat."


Sepasang lelaki dan perempuan sedang memadu kasih di dalam kamar. Keduanya tampak sama-sama menikmati aktivitas yang dilakukan. Si perempuan duduk di atas sang lelaki sambil menggoyangkan badannya, membuat lelaki yang ada di bawahnya sesekali memejamkan mata meresapi kenikmatan yang diperoleh.


Selepas Yoga pulang dari rumah Ira, datang seorang lelaki ke sana. Namanya Yohan, pacar Ira saat ini. Lelaki itu kerap datang ke rumah Ira untuk menemaninya yang kesepian di rumah sendirian. Berhubungan badan bukan pertama kali mereka lakukan, tapi sudah sangat sering selama mereka berpacaran.


Mereka sama-sama pernah kuliah di luar negeri dengan gaya hidup bebas. Saat Yohan putus dengan pacarnya dan Ira merasa kesepian ditinggal nikah oleh Yoga, mereka menemukan kecocokan hingga memutuskan berpacaran.


Aktivitas se.ks yang awalnya mereka lakukan untuk menghibur diri dari kesedihan akibat kegagalan cinta, berlanjut menjadi sebuah kebiasaan. Ira sudah begitu nyaman menjadikan Yohan sebagai pelampiasan hasratnya yang tak tersalurkan kepada Yoga.


"Jadi, akhirnya kamu nekad menciumnya?" tanya Yohan sembari memeluk tubuh Ira selepas mereka bercinta.


"Iya. Akhirnya aku bisa menciumnya." Ira senyum-senyum sendiri mengingat keberhasilannya tadi. Ia sangat bahagia, Yoga bahkan membiarkan Ira memeluknya.


Ira mengangguk. "Dia bahkan menghabiskan dua gelas minuman yang aku buatkan." Ia berkata dengan begitu bangganya.


"Wah, aku tidak bisa membayangkan, malam ini pasti dia sedang bermesraan tanpa henti dengan istrinya. Apa kamu tidak cemburu?" Yohan memandangi Ira dengan tatapan penuh tanya. Ia ingin mendengarkan cerita Ira lebih jauh tentang lelaki bernama Yoga itu.


"Kenapa aku harus cemburu kalau dipikirannya pasti hanya ada aku."


Ira begitu percaya diri. Langkahnya untuk mendapatkan Yoga semakin menunjukkan kemajuan. Tiga tahun menunggu, akhirnya ia memiliki celah untuk merebut kembali lelaki yang dicintainya. Ia yakin bisa membuat Yoga jatuh cinta kepadanya.


Ia hanya pura-pura saja bersikap biasa mendengar kabar Yoga telah menikah. Jauh di dalam lubuh hatinya, terasa sakit karena cinta pertamanya tak berakhir bahagia. Ia yakin jodohnya adalah Yoga dan ia harus mendapatkannya.


"Ck ck ck ... kamu memang wanita yang licik," gumam Yohan.

__ADS_1


Ira hanya tersenyum. Minuman yang ia berikan untuk Yoga sudah dicampur dengan obat halusinasi. Dengan memberikan sedikit ciuman dan pelukan saat obat itu bereaksi, maka siapapun yang meminumnya akan terngiang-ngiang dengan wanita yang terakhir memberikan kemesraan untuknya.


"Apa kamu yakin bisa mendapatkan lelaki itu?" tanya Yoga.


"Aku yakin. Ada banyak hal yang sudah aku persiapkan selama satu tahun ini. Aku pastikan Yoga akan meninggalkan istrinya dan memilih aku sebagai gantinya."


Ira tidak bisa melupakan Yoga. Alasan ia kembali hanya untuk lelaki itu. Ketika ia sudah tahu Yoga telah menikah, ia masih belum menyerah. Apalagi mengetahui bahwa Yoga belum dikaruniai anak, kehidupannya pasti menyedihkan. Ia bertekad akan membawakan kebahagiaan untuk Yoga dan menyingkirkan wanita yang tak bisa membahagiakan lelaki yang dicintainya.


"Bagaimana denganku? Apa kamu akan meninggalkan aku?" tanya Yohan.


"Kamu lupa dengan kesepakatan kita? Hubungan ini akan berakhir jika salah satu dari kita mendapatkan pasangan baru. Satu sama lain tidak boleh ikut campur lagi dalam hubungan yang baru." Ira mengingatkan Yohan tentang perjanjiannya dulu.


Yohan memandangi sekilas wajah Ira. Rasanya tidak rela saja jika nantinya ia akan kehilangan wanita itu. Sekian lama menjalin hubungan dengan banyak wanita, hanya bersama Ira ia bisa bertahan lama. Mungkin karena mereka bisa saling memahami dan memenuhi kebutuhan masing-masing.


"Ya, ya ... aku paham. Kita bersama memang untuk saling menghibur. Kalau kamu memang sudah menemukan lelaki yang tepat, berarti tugasku juga telah berakhir." Yohan mengecup kening Ira sebelum ia memutuskan untuk tidur karena merasa sangat mengantuk.


Rela tidak rela, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ia tahu Ira orang yang sangat keras kepala dan ambisius. Apapun yang diinginkan pasti harus didapatkan bagaimanapun caranya.


***


Sambil menunggu update berikutnya, jangan lupa mampir ke karya teman author ya 😘


Judul: My Upside Down World


Author: Irish_Kookie


__ADS_1


__ADS_2