Pemuas Ranjang CEO

Pemuas Ranjang CEO
Pertemuan Dua Istri


__ADS_3

"Miss Retha ...," teriak Kenzo.


Anak kecil itu langsung melepaskan genggaman tangan ibunya dan berlari menghampiri guru kesayangannya. Ia memeluk Retha dengan hangat seakan sudah begitu rindu untuk bertemu dengannya.


Sementara, Retha tertegun melihat keberadaan Bara bersama seorang wanita cantik yang ia tahu adalah Silvia. Ada rasa sesak di hatinya saat mengetahui lelaki yang sengaja ia cari ternyata tengah menghabiskan waktu dengan wanita yang pernah menjadi istri pertama sang suami. Ia sangat khawatir dengan keberadaan Bara. Lelaki itu seharian tidak bisa dihubungi padahal katanya ingin pulang untuk makan siang bersama. Sampai sore menjelang, suaminya tak kunjung pulang.


Retha memutuskan untuk mencari Bara di apartemen lama. Baru saja ia sampai dan menekan bel namun belum ada yang membukakan pintu. Ternyata pemiliknya berada di luar apartemen.


Ia sungguh tidak menyangka akan mendapati suaminya jalan bertiga dengan istri lama selayaknya keluarga bahagia. Sebagai seorang wanita biasa, hatinya terasa hancur. Air matanya hampir keluar namun ia tahan. Ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan siapapun.


"Oh, jadi ini Miss Retha, guru kesayangannya Kenzo, ya?" tanya Silvia. Ia terlihat begitu senang bisa bertemu dengan wanita yang selama ini telah ikut mendidik Kenzo di sekolah.


"Iya, Mommy ... Ini Miss Retha kesayangan Kenzo!" Kenzo masih bergelayut manja pada Retha.


"Halo, Miss Retha. Namaku Silvia, ibunya Kenzo. Dia sering sekali menceritakan tentangmu," ucap Silvia dengan seulas senyum.


"Halo, Ibu Silvia, saya Retha, dulu sempat mengajar Kenzo di TK," Retha menutupi kesedihan dengan senyumannya.


Bara hanya terdiam melihat kedua wanita yang berstatus istrinya tiba-tiba harus bertemu. Ia tak bisa memberikan penjelasan begitu saja baik kepada Silvia dan Retha. Lagi-lagi Kenzo menjadi pertimbangannya untuk membuka suara.


Ia menyadari bahwa dirinya memang egois, berharap semua akan berjalan dengan baik tanpa melukai salah satu pihak. Kenyataannya, setiap keputusan pasti akan membuat kekecewaan bagi salah satu pihak. Ia belum bisa menentukan keputusan apa yang akan diambilnya. Di hadapan Silvia dan Kenzo, Bara bagaikan orang yang tidak mengenal Retha.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, Miss Retha. Kalau boleh tahu, ada keperluan apa Miss Retha datang ke sini?" tanya Silvia.

__ADS_1


Sekilas Retha melirik ke arah Bara. Lelaki itu balas menatapnya namun tidak mengatakan apa-apa seolah memberi kode untuk tetap menyembunyikan hubungan mereka. Retha jadi merasa seperti seorang selingkuhan di hadapan istri pertama Bara.


"Ah, sebenarnya saya ke sini untuk memberikan hadiah untuk Kenzo. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya baru saja dari luar negeri," ucap Retha.


Beruntung ia membawa paperbag berisi mainan yang sempat ia beli saat di Italia. Mainan itu memang ingin ia berikan kepada Kenzo, namun Bara selalu lupa membawakannya. Saat hendak mengunjungi apartemen lama Bara, ia perlu alasan agar tidak dicurigai. Akhirnya ia membawakan mainan itu untuk Kenzo.


"Thank you, Miss Retha," ucap Kenzo kegirangan.


"Bagaimana kalau Miss Retha masuk sebentar ke dalam? Saya juga ingin berbincang sebentar dengan Miss Retha," pinta Silvia.


"Ah, bagaimana, ya ...." Retha terlihat ingin menolak ajakan Silvia. Bertemu dengan mereka saja sudah membuatnya sulit bernapas, apalagi jika harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka.


"Ayolah, Miss ... Masuk sebentar ke dalam," rengek Kenzo sembari menarik-narik tangan Retha.


Bara hanya membalas dengan anggukkan. Silvia membuka pintu apartemen dengan kode akses yang diketahuinya. Pintu terbuka, mereka masuk ke dalam bersama.


Melihat respon Silvia yang begitu baik menyambutnya, Retha yakin wanita itu belum tahu jika dia juga istri Bara. Meskipun banyak rumor buruk yang beredar tentang Silvia, sebagai orang awam yang baru pertama kali bertemu secara langsung dengan wanita cantik itu, Retha menganggap Silvia sebagai orang yang mengerti sopan santun. Dia juga seperti wanita yang baik, sangat mengherankan bisa meninggalkan keluarganya begitu saja.


Mungkin Silvia dulu hanya khilaf dan sekarang telah kembali untuk memperbaiki diri. Bara yang hanya diam dan mengikuti mau Silvia, Retha menebak Bara masih mencintai sang istri pertama. Ia sebagai wanita yang datang kemudian, sadar diri bahwa kehadirannya sebagai pengganti sementara bagi Bara. Lelaki itu hanya membutuhkan seorang pemuas ranjangnya yang kebetulan adalah dirinya.


"Silakan duduk dulu, Miss Retha. Biar saya membuatkan minum sebentar," ucap Silvia mempersilakan Retha duduk di ruang tamunya.


"Anda tidak perlu repot-repot," kata Retha sungkan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa."


"Miss, boleh aku buka hadiahnya?" tanya Kenzo yang masih duduk mengikuti Retha.


"Boleh, Sayang," ucap Retha seraya mengelus kepala anak itu.


Retha mengarahkan pandangan kepada sosok Bara yang justru berlalu begitu saja ke arah kamar. Sementara, Silvia berkutat di area dapur menyiapkan sesuatu untuknya. Tiba-tiba sorot matanya menangkap foto-foto yang terpasang di sana. Ada sebuah foto pernikahan yang sangat besar terpampang di dinding.


Lagi-lagi hati Retha terasa sakit. Di apartemennya bahkan tidak ada satupun foto dirinya dan Bara. Foto pernikahan juga hanya foto sederhana karena ia tidak berdandan secantik pada umumnya. Ia semakin merasa seperti wanita simpanan yang tidak boleh diketahui keberadaannya di dunia luar.


Melihat serangkaian foto kebahagiaan keluarga kecil itu, rasanya ia seperti wanita yang jahat. Jika dia masih bertahan dengan Bara, artinya ia akan menyakiti hati wanita lain, juga menyakiti Kenzo yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa.


Bara sangat berjasa kepada dirinya dan keluarganya. Sekalipun hatinya merasa sakit, ia tidak bisa membenci Bara. Sesalah apapun lelaki itu padany, Bara tetaplah seorang pahlawan di dalam hidupnya. Akan tetapi, terus bertahan sebagai istri kedua ia tidak akan tega. Sepandai-pandainya ia menyimpan rahasia, suatu saat pasti akan terungkap.


"Maaf, menunggu lama," ucap Silvia sembari membawa nampan berisi air minum dan camilan. Ia hidangkan di depan Retha.


"Mommy, Miss Retha kasih hadiah ironman untuk Kenzo!" kata Kenzo dengan antusias. Ia memamerkan pemberian Retha kepada ibunya.


"Bagus sekali itu, Kenzo. Miss Retha kenapa repot-repot memberikan Kenzo oleh-oleh ...."


"Tidak repot, Bu. Kebetulan dia salah satu murid kesayangan saya. Kalau saya pergi suka ingat dia. Kenzo anak yang lucu dan baik di sekolah. Sulit untuk tidak menyukainya."


"Saya sempat ke sekolahan Kenzo menanyakan keberadaan Miss Retha, sayangnya kata Ibu kepala sekolah, Miss Retha sudah berhenti."

__ADS_1


"Pasti Miss Retha sudah tahu sendiri kalau saya agak lama meninggalkan Kenzo karena kebodohan sendiri. Sekarang, saya akan berusaha mendampingi dia bertumbuh kembang. Terima kasih Miss Retha telah mengisi kekosongan sosok ibu yang selama ini tidak bisa saya berikan."


__ADS_2