Pemuas Ranjang CEO

Pemuas Ranjang CEO
Pengakuan 2


__ADS_3

Jangan lupa sawerannya, kak ... Biar yang nulis makin semangat. Hari senin vote ya ... kalau nggak, aku ngambek! 😅





Pengakuan Bara membuat orang tua dan adiknya begitu terkejut.


"Bara ... Kamu bicara apa?" Ratih tampak syok.


"Sayang, pinjam sebentar dompetmu," pinta Bara.


Retha menuruti kemauan Bara. Ia mengambil dompet dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada sang suami.


Bara mengambil selembar kartu dari dalam sana. "Ini, Ma!" Ia menyerahkan kartu tersebut kepada ibunya.


Tangan Ratih bergetar saat memandangi foto yang ada dalam kartu nikah tersebut sekaligus nama yang tertera di dalamnya. Kakinya melemas hampir saja jatuh jika Pak Atmaja tidak memeganginya.


"Kak Bara yang benar saja ... Kamu sudah menikah dengan ibu gurunya Kenzo?" Mikha tidak percaya dengan kelakuan kakaknya.


"Bara, jelaskan semua ini!" pinta Pak Atmaja sembari memegangi istrinya.


"Tolong jangan menyalahkan Mas Bara!" Sahut Retha mulai buka suara. "Mungkin hubungan kami tumbuh di waktu yang kurang tepat mengingat Mas Bara masih belum menyelesaikan masalahnya dengan istri sebelumnya. Namun, sebagai orang yang sama-sama single dan butuh seseorang untuk saling melengkapi, akhirnya kami dipertemukan."


"Ada banyak pertimbangan bagi Mas Bara untuk menutupi pernikahan kami, termasuk menghindari gosip yang kurang baik di kalangan pengusaha." Retha berusaha bijak membela suaminya di depan orang tua. Ia mengesampingkan masalah pribadi demi menjaga martabat sang suami.


"Ya Yuhan ... Bara ... Mama tidak percaya dengan kelakuanmu." Ratih duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Bara. Kakinya sudah tidak kuat digunakan untuk berdiri gara-gara berita mengejutkan itu.


"Kak Silvia juga sudah tahu tentang ini?" tanya Mikha.

__ADS_1


"Dia belum tahu. Tapi, nanti dia juga akan tahu sendiri," ucap Bara santai.


Mikha kembali menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kak Bara ada-ada saja kelakuannya."


"Kamu Mama minta menikah lagi selalu menolak. Tapi, ternyata malah menikah diam-diam. Mama jadi pusing memikirkanmu," ucal Ratih. Ia memijit keningnya yang sakit.


"Aku berniat mengatakan kepada kalian setelah urusan dengan Silvia selesai. Dia masih belum mau menandatangani dokumen perceraian."


"Mana mungkin dia mau bercerai darimu, Kak! Paling karirnya di luar negeri sudah redup, melihat kehidupanmu yang sekarang jauh lebih sukses, mana mau dia cerai. Pasti Kenzo jadi alasan!" kata Mikha.


"Kamu membuat kondisi semakin rumit saja, Bara. Satu masalah belum teratasi sekarang ada masalah lagi." Atmaja hanya bisa menghela napas.


Sebagai orang tua, Atmaja sangat hapal dengan perangai putranya yang keras kepala dan ambisius. Bara tipe anak yang tidak suka menggantungkan diri terhadap orang lain. Ia selalu berusaha dengan kemampuan sendiri dalam menghadapi permasalahan yang datang, baik untuk urusan perusahaan maupun urusan rumah tangga.


Saat rumah tangganya dengan Silvia ditimpa prahara, Bara sama sekali tidak berkeluh kesah kepada keluarga. Mereka bahkan tahu dari cerita pembantu yang pernah bekerja di apartemen Bara untuk membantu menjaga Kenzo. Seorang istri yang tega kabur dari rumah dengan meninggalkan anak yang masih bayi, menurut mereka adalah wanita yang paling keterlaluan. Sejahat-jahatnya wanita, biasanya tetap menyayangi anak kandungnya.


Meskipun ditinggal istri, Bara masih berkeras untuk mengasuh putranya sendiri dengan dibantu pengasuh yang ia pekerjakan sampai dirinya pulang kerja. Bara sangat bertanggung jawab terhadap Kenzo dan perusahaannya.


Mereka sangat terkejut mendengar pengakuan Bara telah menikahi wanita yang tampaknya ramah dan lembut itu. Mereka kira Bara masih mabuk dengan Silvia, ternyata putra mereka akhirnya bisa juga jatuh cinta kepada wanita lain yang tampaknya lebih normal.


"Aku akan mengatasinya satu per satu, Pa. Jangan khawatir." Bara sangat percaya diri mampu menyelesaikan masalahnya.


"Sudah, Pa! Kamu bebaskan saja Bara sekarang. Mama pusing melihat dia di sini, apalagi Retha sekarang sedang hamil." Ratih kembali mendesak suaminya untuk membebaskan putranya.


Bara tercengang mendengar perkataan sang ibunda. Ia menatap Retha dengan heran. "Sayang, kamu sedang hamil?" tanyanya dengan ekspresi wajah kaget.


"Kamu belum tahu kalau istri sendiri sedang hamil, Kak?" tanya Mikha keheranan. Bisa-bisanya istri sendiri hamil tapi tidak tahu.


"Kalian ini aneh. Retha juga tidak tahu kalau dia sedang hamil. Kok kebetulan sekali Mama dan Kenzo yang menolongnya waktu pingsan di taman."


"Retha pingsan, Ma?" tanya Bara lagi.

__ADS_1


"Nah ... Punya istri tapi tidak tahu apa-apa. Semalam Retha pingsan, Mama bawa pulang ke rumah sampai pagi baru siuman. Kamu kemana saja sampai istri pergi, kamu malah masuk penjara," sindir Ratih. "Kamu juga, Retha! Kenapa tidak bilang kalau kamu istri Bara?" tanyanya.


Retha menggigit bibir. Ia sungkan ditanyai oleh ibu mertuanya. "Maaf, Bu. Saya hanya takut ibu terkejut kalau tiba-tiba bilang begitu."


Bara mengeratkan genggaman tangannya pada Retha. "Aku yang menyuruhnya merahasiakan ini, Ma. Retha tidak salah apa-apa." Bara membela istrinya.


"Mana pengacaramu, Bar? Apa dia sudah datang?" tanya Atmaja.


"Belum, Pa. Mungkin nanti sore."


"Pengacara seperti apa yang lambat begini. Kalau sampai kasusmu berlarut-larut, Papa tidak akan tinggal diam!"


"Sabar, Pa ... Semua butuh proses. Aku yang menjalani saja santai, jangan khawatir." Bara berusaha menenangkan ayahnya.


"Anak kita memang ... Hah ...." Ratih sampai geleng-geleng kepala tidak tahu lagi apa yang harus dikatakannya.


"Ma, boleh aku bicara sebentar?" tanya Bara.


"Mau bicara apa? Mau merayu Mama?" tanya Ratih curiga. Kalau putranya sudah memasang mode manja, biasanya ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menurutinya.


"Sebentar, Sayang."


Bara melepaskan tangannya dari Rerha. Ia menghampiri sang ibu seraya berbisik di telinganya. Entah apa yang Bara bisikkan, Ratih tampak membulatkan mata dan tercengang dengan ucapan putranya.





Adakah yang sudah khatam membaca novelku "ANTARA CEO DAN MAFIA" jilid 1 dan 2 yang sudah tamat? Kalau dipikir-pikir, aku buat tokohnya hampir sama namanya dengan novel ini. Ada "Bayu x Miss Prita" di sana, sedangkan di sini ada "Bara x Miss Retha".

__ADS_1


Harap dimaklumi kalau ada kesalahan penulisan nama. 😁


__ADS_2