Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.99 Sempurna


__ADS_3

Selesai meeting dengan rekan bisnisnya, Anggi merasa kepalanya makin berdentam hebat. Tapi ia harus menahannya sejenak sebab ia baru saja mendapatkan laporan yang tidak mengenakkan. Kepala gudang mereka ternyata melakukan penggelapan barang dan korupsi. Kerugian yang cukup besar sudah terpampang dalam beberapa berkas yang harus ia periksa segera .


Kepala gudang yang bersangkutan kini telah diserahkan kepada pihak yang berwajib, kini ia tinggal harus memutar otak untuk menempatkan kiranya orang yang tepat untuk menduduki posisi itu. Posisi kepala gudang bukanlah posisi yang sembarangan. Pekerjaan itu membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab yang tinggi. Kemudian Anggi terpikir tentang Adam. Ia sudah tau bahwa kinerja Adam selama ini cukup baik. Akhirnya ia memutuskan akan mengangkat Adam sebagai kepala gudang yang baru.


Tugas kepala gudang bukanlah tugas yang sederhana. Tugasnya meliputi membuat perencanaan pengadaan barang dan distribusinya, mengawasi dan mengontrol operasional gudang, melakukan order barang sesuai kebutuhan, mengawasi dan mengontrol semua barang yang masuk dan keluar sesuai dengan SOP dan melakukan pengecekan pada barang yang diterima sesuai SOP.


Adam sangat bahagia saat mengetahui pengangkatannya sebagai kepala gudang. Mungkin itu buah kesabarannya yang tetap melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin tanpa mengeluh. Tidak seperti Lea yang justru makin berbuat semaunya. Mengetahui Adam sudah diangkat kembali, emosi Lea kembali menggelegar. Ia sudah tak sabar membalas semua rasa sakitnya, sayang ia belum memiliki kesempatan itu. Ia harus lebih ekstra mengawasi setiap gerak gerik orang yang dibencinya itu. Semakin cepat semakin baik pikirnya.


"Assalamualaikum, sayang." sapa Diwangga saat tiba-tiba ia muncul di ruangan Anggi.


"Mas Angga, wa'alaikum salam. Lho, kok mas ada di sini?" tanya Anggi heran.


"Mas mau ngajak istri mas makan siang. Nih, mas udah bawakan kamu makan siang. Mas tau, pasti kamu belum makan siang kan?" Diwangga mendelik. Ia sudah tau kebiasaan istrinya itu akhir-akhir ini, terlalu sibuk hingga lupa makan.


Anggi gelagapan, "Eh, i-iya, mas. Maaf, tadi sibuk banget jadi lupa deh." ujar Anggi sambil nyengir.


"Kebiasaan kamu tuh, ya! Oh ya sayang, gimana kepalanya? Masih pusing?" tanya Diwangga seraya menatap wajah cantik istrinya yang tampak memucat.


"Masih mas, mungkin efek kecapekan. Belum lagi berapa hari ini ada masalah. Untung hari ini udah kelar semua." jelas Anggi.


"Ya udah, kita makan dulu,ya!" ucap Diwangga seraya mengeluarkan beberapa box makanan yang ia bawa dari dalam kantongnya.


Mereka pun akhirnya makan bersama seraya saling berbagi cerita seputar masalah pekerjaan juga anak-anak. Anggi juga menceritakan perihal Adam yang menemuinya dan meminta maaf.


"Mas bangga banget sama kamu." ucap Anggi seraya menatap manik mata Anggi penuh cinta "Karena kamu wanita yang sangat baik hati dan berhati besar. Mas kayak nikahin bidadari aja, udah cantik, baik, pemaaf, kalau kata Andra itu Sempurna." puji Diwangga seraya mengecup punggung tangan Anggi membuat wajah Anggi tersipu malu.


Saat Anggi dan Diwangga sedang beromantis ria di ruangannya, tanpa disadari ada sepasang mata yang menatap nyalang pada mereka berdua dari celah pintu, khususnya Anggi.


'Sempurna? Sempurna dari mana? Dari Hongkong? Cewek bekasan, udah beranak 3 aja dipuja-puja. Punyanya aja pasti udah longgar tuh. Sempurna apaan? Pake pelet apa sih dia sampai Angga bisa tergila-gila pada dia.' geram Lea dengan gigi bergemeletuk.


.


.


.

__ADS_1


"Dad, kapan kita akan memulai rencana kita?" tanya Lea pada ayahnya.


"Kamu tenang aja, Daddy sedang menunggu saat yang tepat. Kamu juga harus selalu memantau gerakannya. Lebih bagus lagi saat mereka bersama-sama. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui." ucap ayah Lea dengan seringai liciknya.


"Okay Dad, aku harap rencana kita berhasil."


.


.


.


Hoek Hoek Hoek ....


Terdengar suara seseorang sedang muntah di dalam toilet Angkasa Grup, membuat para karyawan yang mendengarnya bertanya-tanya dan menaruh curiga.


"Hei, loe dengar nggak suara seseorang muntah-muntah di kamar mandi?"


"Iya dengar, itu siapa sih? "


"Hah, serius loe!"


"Maksud loe Stefani?" timpal yang lainnya.


Lalu mereka saling berpandangan satu sama lain.


"Kayak orang hamil aja. Atau jangan-jangan ... dia beneran lagi hamil!" duga salah seorang pegawai wanita.


"Ssst ... jangan gede-gede ngomongnya, tau kan dia itu pacarnya pak bos."


"Tapi kayaknya emang dia lagi hamil deh, soalnya dia tampak pucat mulu akhir-akhir ini, ditambah sekarang muntah-muntah."


"Apa dia hamil anak pak bos ya?"


"Nggak tau juga. Bisa jadi juga kan mereka udah pacaran udah lama."

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar pembicaraan itu dari balik pintu kaca yang tak tertutup rapat. Ia mengepalkan tangannya erat. 'Apa itu benar? ' gumamnya dengan dada yang berkecamuk.


.


.


.


Hari ini Angkasa Mall tampak lebih ramai dari hari biasanya. Sebab hari ini diadakan lomba peragaan busana atau yang lebih sering disebut lomba fashion show khusus pakaian anak-anak. Para orang tua pun berbondong-bondong berdatangan dengan mengajak anak-anak mereka. Ada yang datang karena ingin mengikuti lomba, ada juga yang hanya sekedar ingin menonton.


Pun Damar dan Si kembar turut hadir di acara itu. Mereka bertiga ditemani oleh Aglian dan Luna. Sementara Anggi sedang ada rapat direksi untuk membahas rencana perluasan mall dan Diwangga sedang mengikuti persidangan perebutan hak asuh anak seorang artis ternama.


"Karin mau nggak ikutan acara kayak gitu?" tanya Luna pada Karin yang tampak antusias menonton fashion show anak-anak itu.


"Ndak ah onty, Ayin ndak bisa jalan kayak gitu." sahut Karin.


"Kalau Karin mau, onty bisa kok ajarin."


"Kamu? Mau ngajarin jalan kayak gitu? Palingan baru 1 langkah udah terjungkal tuh kaki." ejek Aglian.


"Heh, jangan remehin Luna, ya! Gini-gini Luna sudah beberapa kali jadi model pengganti. Luna kan sekarang kerja jadi MUA dari model Kenta. " sahut Luna tak mau dianggap remeh. Kenta adalah nama panggung Kentaro di dunia permodelan.


"Iya iya, dalam mimpi." cibir Aglian.


"Nih orang emang kalo belum dikasi bukti belum mau percaya juga." kesal Luna. Lalu ia mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memperlihatkan beberapa rekaman video dan foto saat dia sedang di atas catwalk dan saat berpose berdua dengan Kentaro.


Mata Aglian seketika melotot tak percaya. Bukan hanya karena melihat Luna bisa dengan begitu piawainya berlenggak lenggok di atas catwalk, tapi juga karena wajah Luna tampak sangat cantik. Aglian akui Luna memang cantik walau tanpa make up sekali pun. Tapi ia jadi makin terkesima saat melihat penampilan Luna yang tak biasa itu. Apalagi saat di atas catwalk, Luna memakai dress yang sangat faminim dan high heels, berbeda dengan penampilan sehari-harinya yang lebih suka memakai jeans dan kemeja berukuran lebih besar dari ukurannya.


"Ini serius kamu?"


"Masih nggak percaya?" sinis Luna yang dibalas cengiran oleh Aglian.


"Ternyata kamu bisa cantik juga ya!" ujar Aglian dengan senyum jahilnya membuat Luna memasang muka masam.


"Emangnya Luna selama ini jelek apa? Kalau Luna jelek, nggak mungkin cowok setampan Kentaro mau sama Luna." sahut Luna dengan menarik salah satu sudut bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2