Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.177 (S2) Safa


__ADS_3

Siang ini Luna pergi ke Angkasa Grup lagi dengan dijemput Robi. Mereka sudah janjian untuk makan siang bersama, setelah itu mereka akan pergi ke butik langganan Ajeng untuk mencari pakaian yang cocok digunakan kondangan ke pernikahan Stefani-Alan dan Azam-Erika, Kentaro-Jelita.


"Selamat siang, nona muda." sapa karyawan Angkasa Grup saat melihat kedatangan Luna melalui pintu masuk perusahaan.


"Selamat, siang." sahut Luna dengan tersenyum ramah.


Lalu ia pun melanjutkan langkahnya memasuki lift menuju lantai tertinggi di Angkasa Grup.


"Silahkan masuk, nona." ujar Robi seraya membukakan pintu ketika mereka telah berdiri di depan ruangan Aglian.


"Makasih, mas Robi." ujar Luna.


"Sama-sama, nona." sahut Robi dengan tersenyum lebar.


'Kapan ya dapat jodoh secantik nona Luna. Udah cantik, baik, ramah, coba aku duluan yang kenal nona Luna, pasti aku udah nikah dan Mak nggak akan nanyain lagi kapan aku bawa calon mantunya. Duh Mak, doain Robi ya supaya cepat dapat jodoh!' batin Robi seraya berjalan menuju meja kerjanya.


"Assalamualaikum, Mas." ucap Luna seraya tersenyum manis saat telah masuk ke ruangan Aglian.


Aglian yang melihat kedatangan Luna lantas balas tersenyum lebar, lalu ia segera berdiri dan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Luna dengan sebuah pelukan hangat.


"Duh, padahal baru pisah berapa jam udah kangen banget gini!" ujar Aglian di ceruk leher Luna.


Ia menduselkan hidungnya di sana , menyesapi aroma khas yang menguar dari leher Luna.


Akhir-akhir ini, Aglian makin suka membenamkan wajahnya di sana. Seakan candu, Aglian dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan setiap menyesap aroma itu.


"Gombal!" ejek Luna yang wajahnya kini tengah berada di dada Aglian.


Namun, lain di mulut lain di hati, mulut bicara mengejek, tapi hati berbunga-bunga. Untung wajah Luna ada di dekapan Aglian, bila tidak pasti Aglian akan mengejek saat melihat rona merah di pipi Luna efek dari ucapnya.

__ADS_1


"Mamas serius my sweetheart. Buat apa juga Mamasmu gombal? Emang Mamas serius kok kangen sama kamu. Kayaknya mas udah jadi bucin kamu deh, masa' bawaannya kangen melulu." tukas Aglian sambil mengecup singkat bibir Luna.


"Bagus donk jadi nggak akan ada kesempatan untuk cewek lain masuk ke dalam hati mas Lian selain aku." sahut Luna santai membuat Aglian gemas dan mencubit pipinya.


Luna dan Aglian kini sedang berada di sebuah rumah makan Padang. Yang dijual tentu masakan khas Padang. Aneh bin ajaib, Aglian yang biasanya tak suka makan makanan yang berminyak dan kaya akan rempah , justru kali ini ngebet ingin memakan makanan itu. Beruntung Luna termasuk tipe pemakan segala , apa saja hayok, yang penting uenak dan bikin kenyang jadi dia oke saja saat Aglian mengajaknya makan di rumah makan Padang.


"Mas mau pesan apa?" tanya Luna sembari membaca sederet nama menu yang tertulis di daftar menu.


"Mas kurang tau nama-nama menu masakan Padang, Sweetheart. Bisa kamu bantu pilihin yang menurut kami enak!" pinta Aglian yang memang tidak tahu macam-macam menu masakan Padang, selain rendang daging.


"Oke." sahut Luna. Lalu ia mulai menyebutkan satu per satu makanan yang membuatnya semakin lapar. "Rendang daging, sambalado, gulai kepala ikan, gulai tunjang, sama lalap daun singkong. Minumnya jeruk hangat saja." ujar Luna menyebutkan satu per satu pesanannya dan langsung dicatat oleh pegawai rumah makan Padang itu.


Tak butuh waktu lama, semua hidangan pun terhidang di meja membuat Aglian mendecakkan lidahnya karena sudah tak sabar menyantap semua makanan itu.


"Kira-kira ini bakal habis nggak ya, Mas? Coba tadi ajak Robi, pasti dia senang bantuin habisin makanan sebanyak ini." ujar Luna.


"Ck ... ngapain sebut-sebut Robi? Tenang aja, mas bisa kok habisin semua makanan ini."


"Mas, kemarin kan ada Damar sama si kembar ke rumah. Terus Kevin nempelin telinganya di perut Nana, masa' dia bilang ada suara dedek bayi dalam perut Nana. Terus Karin juga ngikutin, dia bilang gitu juga sampai mbak Anggi saranin coba entar Nana beli testpack buat ngeceknya." ujar Luna saat mereka telah selesai memakan semua hidangan. Ternyata memang benar, Aglian sanggup menghabiskan sisa makanan hingga tandas. Entah karena memang lapar atau doyan membuatnya sanggup menghabiskan makan tersebut.


"Serius?" tanya Aglian dengan wajah berbinar. " Kalau gitu, sepulang dari butik, kita mampir ke apotek ya, sweetheart. Siapa tau memang benar. Insting anak-anak kan emang tajam, sayang." ujar Aglian dengan wajah penuh harapan.


Kini Aglian dan Luna sudah berada di butik milik Tante Amel. Tante Amel adalah sahabat dari Ajeng.


Luna dan Aglian memilih memakai batik couple sebagai seragam untuk mereka pakai ke undangan pernikahan Minggu nanti. Luna memilih batik bermotif Prada dengan bawahan songket Palembang serta sabuk yang juga terbuat songket bertabur Swarovski. Sedangkan Aglian yang juga memakai batik bermotif Prada dengan bawahan celana dasar hitam membuat penampilannya tampak sederhana tapi elegan.


Luna yang baru keluar dari ruang ganti , membuat Aglian terkesima. Pakaian tersebut terlihat makin indah saat Luna memakainya.


Tante Amel yang sudah biasa melihat gadis cantik pun ikut terpesona. Pakaian itu sangat pas dan serasi di tubuh Luna seakan memang dibuat khusus untuk Luna.

__ADS_1


"Istrimu memang cantik banget, Li! Apa dia seorang model, Li? Soalnya Tante kayak pernah liat istrimu di peragaan busana." ujar Tante Amel.


"Bukan Tan, tapi dulu pernah kerja jadi MUA model terus pernah gantiin model yang berhalangan hadir, mungkin Tante pernah liat pas dia gantiin model itu." ujar Aglian menjelaskan. "Terus Luna kan juga pernah jadi model Anggrek fashion punya Anggi, Tan. Bisa juga Tante pernah liat di katalog Anggrek Fashion." sambungnya.


"Oh , mungkin juga. Soalnya wajahnya familiar gitu. Kamu cocok banget sama dia. By the way, kapan kamu mau resepsi? Kamu tau, Safa nggak percaya waktu Tante bilang kamu udah nikah. Dia marah-marah sama Tante, katanya pasti Tante bohongin dia biar dia cepat pulang ke Indonesia." ujar Tante Amel seraya terkekeh.


" Dalam waktu dekat, tan. Tante tunggu aja undangannya." jawab Aglian. "Wah, udah berapa tahun ya nggak ketemu Safa! Udah lama banget. Mungkin udah hampir 10 tahun, ya Tan. Kira-kira apa kabar Safa, Tan?"


"Alhamdulillah baik. Katanya lusa mau balik ke Indonesia buat ngebuktin omongan Tante. Salah dia sendiri kelamaan belajar di Luar negeri, jadi incarannya udah jadi milik orang lain." ujar Tante Amel sambil terkekeh. Namun, dalam hati ia sedih, sebab ia tau putri kesayangannya itu dari kecil menyukai Aglian.


Aglian mengerutkan keningnya, "Maksud Tante?"


"Kamu nggak tau, Safa itu dari kecil suka sama kamu." Tante Amel membulatkan matanya , ia pikir Aglian tau tentang perasaan putrinya, nyatanya tidak sama sekali.


Aglian menggeleng, "Aku bener-bener nggak tau, Tan. Yang aku tau, kami hanya berteman sejak kecil dan hilang komunikasi bertahun-tahun yang lalu."


'Wah, pantas saja , salah kamu sendiri Saf, terlalu yakin kalau kamu pasti bisa mendapatkan Lian. Mama nggak bisa bantu apapun.'


"Mama ... Safa pulang!" pekik Safa membuat Tante Amel dan Aglian membelalakkan matanya.


Tiba-tiba Safa mematung saat melihat Aglian, tanpa aba-aba, Safa berlari dan langsung berhambur memeluk Aglian membuat Luna yang baru keluar dari ruang ganti membeku di tempatnya.


"Kak Lian, Safa kangen." pekik Safa girang.


...***...


...Halo akak semua, makasih ya yang udah kasi voting di battle popularitas karya. Apalagi yg sudah rela nukarin poin buat kasi bintang ke karyaku ini. Insya Allah, akhir periode event, akan ada hadiah pulsa buat 3 orang pemberi voting tertinggi. ...


...Sekali lagi terima kasih ya!...

__ADS_1


...***...


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2