Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.201 (S2) Pernikahan dadakan


__ADS_3

Di sebuah rumah yang cukup mewah, tampak lalu lalang orang-orang yang sibuk mempersiapkan sebuah acara pernikahan dadakan. Rumah itu dihias sedemikian rupa oleh orang-orang dari wedding organizer. Walaupun acara ini diadakan dadakan, tapi tetap tidak menghilangkan kesan sakral dan keindahannya. Tentu para netijen dapat menebak siapa orang itu.


Ya, orang tersebut adalah Robi.


Pernikahannya dipercepat bahkan sangat cepat secepat kilat. Bahkan acara tersebut dilaksanakan cuma selang tiga hari dari acara pernikahan Aglian.


Lho kok bisa, tentu bisa bila si emak kece nan gaul sudah memberi titah yang wajib dilaksanakan tanpa penolakan. (Hahaha ...)


Flashback


"Tapi kita eksekusinya dimana, bang? Nggak mungkin kan di sini? Di sini rame bang." bisik Safa.


"Di kamar aja, gimana?" tanya Robi memberi saran.


"Berarti mau booking dulu, dong!"


"Nggak kok, kan pak bos udah reservasi kamar khusus Abang." sahut Robi .


"Wah, bagus tuh! Jadi kita bisa liat banyak video yang udah sempat Safa rekam." sahut Safa antusias.


"Ayo, mumpung pak bos lagi sibuk sama Bu bos! " bisik Robi lagi.


Lalu mereka pun berlalu menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai tempat kamar Robi berada.

__ADS_1


Setibanya di lantai yang dituju, Robi langsung menggandeng tangan Safa menuju ke kamarnya. Setelah berada di dalam, Robi segera menutup pintu dan menarik Safa ke sofa yang ada di kamar itu.


Robi meminta izin ke kamar mandi dahulu, alasannya ingin mencuci muka, padahal bukan hanya mencuci muka, dia juga menggosok gigi dan menyemprot mulutnya agar terasa fresh dan wangi. Tentu ia tidak ingin dipermalukan dengan nafasnya yang tidak segar dan wangi.


Robi bahkan sampai menghembuskan nafasnya berkali-kali ke tangannya lalu menghirupnya untuk merasakan nafasnya sudah segar dan wangi apa belum.


Setelah yakin, Robi pun segera keluar dari kamar mandi dengan penuh percaya diri. Ia yakin, takkan mengecewakan Safa kali ini.


Robi segera mengambil tempat dan duduk di samping Safa. Karena posisi yang terlalu dekat membuat nafas Robi yang baru gosok gigi tercium sampai ke hidung Safa membuat wajahnya memerah.


"Ki ... kita nonton langsung aja ya bang." ucap Safa terbata. Robi mengangguk dengan tak sabar.


Safa pun segera mengambil ponselnya lalu menghubungkannya ke laptop milik Robi. Setelah terhubung, Safa segera mencari folder penyimpanan video miliknya. Setelah ketemu, ia pun langsung memutar cuplikan video drakor Park Seo Joon berjudul Fight is my way. Robi pikir cuplikan itu hanya bagian adegan kissing, tapi ternyata cuplikannya cukup panjang. Robi malah ikut menonton antusias tanpa protes. Hingga tibalah dimana adegan 18+ itu diputar. Robi dan Safa sampai meneguk salivanya karena ikut tegang. Bahkan mereka ikut memiring-miringkan kepalanya saat kedua artis negeri ginseng itu menyatukan bibir mereka. Saat adegan itu berakhir, Robi meminta Safa memutarnya kembali bahkan hingga berkali-kali. Setelah dirasa, ilmunya sudah masuk ke otaknya, tinggallah waktu untuk mengeksekusi, pikir Robi.


Perlahan, Robi menggerakkan bibirnya mel*mat bibir Safa. Mereka berdua sama-sama kaku. Safa hanya mematung, sedangkan Robi berusaha memberikan lum*ta*n kecil pada bibir merah muda itu. Mata keduanya kini terpejam. Mereka berusaha saling membalas. Lama-kelamaan mereka terbawa suasana. Mereka tampak saling menikmati. Bahkan tangan Safa sudah melingkari pundak Robi dan tangan Robi tengah memeluk pinggang Safa.


"Safaaaa ... Robiiiiii ... apa yang kalian lakukan, hah!" pekik Si Emak tiba-tiba mengejutkan pasangan gesrek .


Pasangan yang tengah bercumbu mesra itu seketika tersentak. Mereka berdua sama-sama terkejut. Muka mereka berdua bahkan sudah pucat pasi . Bibir mereka makin kelu saat si emak mulai mendekat.


'Astaga kok aku bisa lupa emak tidur di sini tadi.' gumam Robi.


Ya, saat pesta tadi, si emak mendadak pusing lalu ia diantar Robi ke kamarnya untuk beristirahat. Ia akan mengantarkan emak pulang setelah pesta usai. Namun, karena otaknya yang sibuk traveling membuat Robi lupa kalau si emak tengah tertidur di ranjangnya.. Si emak menutup seluruh tubuhnya karena belum terbiasa dengan dinginnya AC . Hal itulah yang membuat Robi makin tak sadar ada si Emak di kamar itu.

__ADS_1


"Ka ... kami minta ma-af , Mak. Ka-mi khilaf." ucap Robi terbata dan Safa hanya mengangguk dengan wajah tertunduk malu.


"Pokoknya selang 2 hari dari sekarang kalian harus segera menikah. titik. No debat. " tegas emak membuat Robi dan Safa terdiam tak mampu membuka suara lagi.


flashback off


...***...


"Sah."


"Sah."


"Sah."


Teriak para tamu undangan dan saksi menggema membuat pasangan gesrek itu bahagia bukan main. Akhirnya mereka bisa melepas status Jodi yang melekat pada diri mereka. Mereka juga bisa memulai pacaran halal tanpa perlu otaknya traveling lagi sebab mereka bisa langsung launching apa yang ingin mereka lakukan.


Safa mencium punggung tangan Robi atas bimbingan penghulu, lalu Robi mencium kening Safa dengan khidmat.


"Wah, selamat ya Rob, akhirnya nggak jomblo abadi lagi !" ucap Aglian seraya menepuk bahu Robi membuat asisten pribadi itu tersentak kemudian tersenyum lebar .


"Terima kasih, tuan. Semua juga berkat Anda." ucap Robi bahagia.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2