
Tak terasa 2 hari lagi perhelatan Akbar pernikahan antara putri kerajaan bisnis Angkasa Grup akan diadakan secara besar-besaran di grand ballroom Deluxe hotel. Sesuai sebutannya grand ballroom, tidak main-main, ballroom itu bahkan sanggup menampung hingga 5.000 tamu. Pesta pun akan diadakan dari siang hingga malam. Paginya akan diisi acara akad nikah hingga halal bi halal khusus keluarga besar, sahabat, dan rekan bisnis penting, barulah siangnya pesta sebenarnya diadakan dan semua bebas membaur tanpa takut adanya batasan-batasan seperti perbedaan kasta .
Semua orang yang mendapatkan undangan resmi benar-benar terkejut, sebab mereka baru mendengar bahwa CEO Angkasa Grup ternyata memiliki saudara kembar perempuan. Bagi kolega lama tentu mereka mengetahuinya, tetapi mereka juga tahu bahwa anak perempuan keluarga Angkasa itu telah lama hilang karena di culik.
Yang menarik dari undangan itu adalah, nama mempelai yang tertulis adalah DIWANGGA YUDHISTIRA,S.H.,M., M.Hum. dan PUTRI ANGKASA. Hanya nama belakang keluarga Angkasa itu saja yang ditulis untuk mewakili nama sang mempelai perempuan. Ya, memang nama semua keluarga Angkasa disematkan kata Putri Angkasa dan Putra Angkasa seperti nama sang ayah Davindra Putra Angkasa, namun nama tersebut hanya dituliskan di data-data pribadi saja, tidak dituliskan secara umum hingga khalayak tidak terlalu tau. Karena sekarang Anggi telah kembali, otomatis data pribadinya pun diperbarui menjadi Anggi Saraswati Putri Angkasa.
Akibat penulisan nama tersebut, rasa penasaran khalayak pun makin tinggi, pun para keluarga besar dan kolega perusahaan Angkasa Grup. Para keluarga bahkan sampai berbondong-bondong mendatangi baik kediaman Angkasa maupun perusahaan untuk melihat secara langsung Putri Angkasa tersebut.
Namun baik Ajeng, Davindra, maupun Aglian masih merahasiakan siapa sebenarnya Putri Angkasa tersebut. Mereka hanya mengatakan, ini sebuah kejutan jadi tunggu saja di hari pernikahannya nanti. Pasti kalian akan mendapatkan jawabannya secara langsung.
Pagi ini kediaman keluarga Suseno sedang heboh karena tingkah konyol sang anak semata wayang mereka. Bagaimana tidak, pria yang biasanya lebih banyak diam, dingin, tenang, namun kadang garang itu justru bertindak seperti anak kecil yang ingin meminta permen. Diwangga terus-menerus merengek ingin bertemu Anggi.
Ya, sudah 4 hari mereka tidak bertemu akibat pingitan yang dilakukan oleh orang tua Anggi. Mereka bukan hanya dilarang bertemu, bahkan mereka juga dilarang berkomunikasi baik bertelepon ria maupun video call. Berkirim pesan pun dilarang. Diwangga benar-benar tampak frustasi sekarang. Padahal dulu ia bisa bertahan terpisah tanpa saling mengenal sama sekali selama 8 tahun, namun ia sanggup bertahan. Tapi sekarang, semenjak mereka sudah saling mengenal, sudah dekat satu sama lain, baru tidak bertemu selama 4 hari saja sudah membuatnya merindu bukan main. Makan tak enak, tidur tak nyenyak, hanya wajah cantik Anggi saja yang terbayang-bayang di pelupuk matanya. Hanya foto Anggi di ponselnya saja yang menjadi pelipur lara pengobat rindu selama 4 hari ini. Pernah ia secara diam-diam menghubungi Anggi melalui panggilan telepon, tapi bukannya Anggi yang menjawab, justru Ajeng yang menceramahi ya membuatnya hanya bisa mendesah frustasi.
"Astaga ... 6 hari kok terasa lama banget. Padahal kalau dibanding menunggu 8 tahun, ini masih belum ada apa-apanya." gumam Diwangga sambil menyandar di kepala ranjang berbantalkan kedua lengannya.
Pintu kamar Diwangga terbuka, tampak Ajeng memasuki kamar dengan membawa 2 pasang setelan tuxedo yang akan ia kenakan di hari besarnya nanti.
"Kamu ganti baju gih, Ngga. Orang-orang dari spa udah datang." ujar Bu Sofi seraya menggantungkan setelan tuxedo pernikahannya.
"Buat apa?" tanya Diwangga bingung. Seumur hidup memang Diwangga tak pernah melakukan perawatan khusus untuk kulitnya. Dia biasanya hanya membeli facial scrub untuk membersihkan wajahnya, parfum, dan Pomade untuk melengkapi penampilannya.
"Ish, kamu itu mau jadi pengantin Ngga, jadi harus perawatan. Nggak malu sama Anggi, dia aja perawatan supaya bisa tampil istimewa di hadapan kamu, eh kamu malah gini-gini aja. Mentang-mentang udah ganteng, jadi ngerasa nggak butuh perawatan apa-apa gitu?" Bu Sofi mendelik membuat Diwangga gelagapan.
"Yah, Angga kan nggak tau dan nggak ngerti hal-hal yang macam gituan, ma. Jadi wajar kalo Angga bingung." sahutnya .
"Ya udah, buka pakaian sana , pakai dalaman aja trus lapis bathrobe. Kamu akan perawatan di kamar tamu."
"Hah! Angga jadi nggak pake baju nanti, gitu ma?" seru Diwangga terkejut.
__ADS_1
"Iya, kenapa? Kalau kamu pakai baju, gimana tubuh kamu bisa dilulurin? Bukan hanya badan kamu, tapi kaki, tangan, kuku, wajah semua akan di rawat, cuma satu yang nggak." ucap Bu Sofi ambigu.
Diwangga mengernyitkan dahinya. "Apa itu?"
"Pusaka keramat kamu." ujar Bu Sofi dengan terkekeh
Diwangga mencoba mencerna ucapan ambigu Ajeng.
1 detik
2 detik
3 detik
"Astaghfirullah, mama!" seru Diwangga. "Ish, mama ada-ada aja " ujar Diwangga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya udah, bersiap terus turun. Anggi juga hari ini dapat perawatan yang sama. Biar malam pertama kalian nanti jadi lebih spesial. Jangan lupa, mama request cucu-cucu yang lucu kayak Damar sama si kembar ya." ujar Bu Sofi dengan tergelak.
Diwangga hanya bisa mengulum senyum mendengar ucapan mamanya.
"Mama ...!" teriak Adam saat sepulang kerja.
"Apaan sih Dam, teriak-teriak. Kamu mau jadi Tarzan? Kalo iya, kamu salah tempat. Ini bukan hutan tapi rumah. " Bu Tatik mendelik kesal mendengar Adam berteriak padahal dirinya saja belum memasuki pintu rumah.
"Maaf ma, Adam lagi bahagia ini."
Bu Tatik menaikkan sebelah alisnya. "Emang ada kabar apa? Apa yang jual rumah kita udah ketangkap?"
"Bukan, ma. Ini nggak ada hubungannya dengan hal itu." sanggah Adam seraya menghempaskan bokongnya di sofa seberang mamanya.
"Jadi apa?" Bu Tatik ikut penasaran.
__ADS_1
"Tau nggak ma, calon suami Anggi nggak jadi nikah sama dia." Adam memulai ceritanya.
"Oh, ya! Bagus tuh. Ini kesempatan kamu buat cari simpati dia." ujar Bu Tatik dengan mata berbinar.
Adam mendengus kesal saat mendengar ibunya menyuruhnya mencari simpati Anggi. Bukannya dapat simpati, ia malah mendapat pengusiran seperti yang ia alami beberapa hari lalu. Kemarin juga saat ia menghampiri Anggrek Fashion yang ada di Angkasa Mall, ia mendapatkan perlakuan tak jauh berbeda. Anggi mengacuhkannya.
"Itu urusan nanti, ma. Justru hal besarnya Adam diundang secara eksklusif dan diperkenankan mengajak keluarga jadi mama dan Sulis bisa ikut ke sana." ujar Adam dengan bangganya.
"Wah, serius kamu, Dam?" Adam mengangguk mengiyakan.
"Wah kalau gitu, nanti mama sama Sulis akan ke salon biar bisa tampil cantik. Mama nanti bisa pamer sama teman-teman arisan mama. Eh, tapi kok dia nggak jadi nikah sama Anggi, ya Dam?"
"Yah kayak mama nggak tau aja, siapa sih yang nggak mau nikah sama anak konglomerat? Si pengacara songong itu pasti bakal milih yang jelas bibit, bebet, bobotnya lah, bukan kayak Anggi yang semuanya nggak jelas." ujar Adam mencibir.
"Kamu bener, Dam Sekarang dia nggak bisa lagi bersikap sombong sama kita. Cuma kita yang masih mau menerima dia dengan tangan terbuka."
"Adam udah nggak sabar nungguin saat itu, ma. Saat dia nangis-nangis dan mengemis ingin balikan sama Adam. Beberapa hari yang lalu, Adam sempat ke rumahnya mengajaknya balikan, tapi dia masih sombong sok nggak mau balikan lagi sama Adam. Dia masih kekeuh mau sama si pengacara padahal sudah tau si songong udah mau nikah sama orang lain."
"Cih, ternyata dia matrealistis juga." Bu Tatik berdecih.
"Kita tunggu aja ntar, ma. Pasti dia bakal nangis darah saat si songong lebih memilih anak konglomerat itu dan saat itu tiba, Adam akan menertawakan kebodohannya lebih memilih orang itu dari pada Adam." Lalu ibu dan anak itu pun tertawa dengan bahagianya tanpa sadar kejutan yang akan segera hadir di depan matanya. Kejutan yang bisa saja membuat mereka tiba-tiba terserang struk.
Halo para pembaca yang Budiman, makasih udah membaca ceritaku. Oh ya, banyak yang bilang langsung skip ke nikahannya aja, tapi maaf, nggak bisa sayang. Ntar feel-nya malah kurang donk. Apalagi saat liat tingkah konyol nan bodoh Adam cs dan Lea. Jadi sabar ya! Nikahannya udah otw kok, undangan juga udah disebar. Semua readers juga diundang kok. Jadi jangan lupa bawa kado ya! Tapi kadonya buat othor. wkwkwk...
💖
💖
💖
Oh ya lupa, ntar aku mau nyuruh Angga nyanyi nih spesial buat Anggi, bisa kasi saran lagu apa ya yg romantis? Maklum, Mak othor jarang dengerin lagu, seringnya dengerin nyanyian oek oek baby sama balita ku aja jd nggak sempat dengerin lagu2 kyk zaman gadis dulu.😂
__ADS_1
Ditunggu di kolom komen ya!🤩🥰