Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.168 (S2) Menemui Luna


__ADS_3

Siang itu Adam baru saja selesai mengecek stok barang di gudang Angkasa Mall. Tubuhnya terasa sangat lelah dan tenggorokannya kering jadi ia berniat meminta seseorang membuatkannya kopi di pantry untuk menyegarkan tubuhnya. Baru saja orang yang diminta membuatkan kopi itu datang dan hendak menyerahkan kepada Adam, tapi kopi itu justru tumpah mengenai tangan Adam.


"Aduh ..." pekik Adam saat air kopi panas itu tumpah mengenai tangannya.


"Maaf, pak. Maafkan saya, saya tidak sengaja." ujar orang itu sambil meringis meminta maaf penuh rasa penyesalan.


"Ya udah, nggak papa. Saya ke wastafel dulu." ujar Adam. Lalu ia pun segera ke wastafel dan menyiram bekas tumpahan kopi itu hingga tiada terasa nyeri dan panas lagi.


Lalu ia kembali ke tempat semula, ternyata orang tadi telah mengganti kopinya dengan kopi yang baru. Setelah ia merasa cukup beristirahat, Adam kembali mengerjakan pekerjaannya. Namun, belum lama ia kembali bekerja, ada tumpukan dus yang oleng dan hampir menimpa dirinya. Seketika dirinya terkesiap dan langsung teringat dengan Damar. Dalam hati, ia tiada henti mengucap semoga tidak terjadi apa-apa pada putranya.


Namun, sepertinya peristiwa yang menimpanya tadi merupakan suatu firasat sebab satu jam kemudian, Anggi menghubunginya mengabarkan bahwa putra sulungnya, Damar mengalami kecelakaan dan membutuhkan transfusi darah segera. Golongan darah Damar termasuk golongan langka, beruntung ia dan Damar memiliki golongan darah yang sama yaitu B-.


Adam pun bergegas pergi menuju ke rumah sakit Cinta Medika untuk melihat putranya sekaligus mendonorkan darahnya.


Setibanya di rumah sakit, Adam pun segera mencari ruangan Damar dirawat.


"Anggi." panggil Adam saat ia melihat Anggi terduduk lesu. Ingin rasanya Adam berhambur ke pelukan mantan istrinya itu, namun ia harus sadar diri, ia bukanlah miliknya lagi. Apalagi dapat ia lihat, di sisinya kini ada sosok pria yang begitu gagah, tampan, berwibawa, penyayang, dan penuh perhatian, membuat nyali Adam ciut seketika. Begitulah penyesalan, selalu hadir di akhir. Hingga hanya menyisakan rasa sesak di dada yang tiada terkira.


"Eh, Mas Adam!" sahut Anggi tak mau banyak basa-basi apalagi ada Diwangga di sampingnya. Ia tak mau membuat Diwangga salah paham mengira ia masih ada rasa pada Adam .


"Bagaimana keadaan, Damar?" hanya Adam khawatir.


"Masih belum stabil, Mas. Masih kritis. Damar butuh transfusi darah segera. Baiknya mas Adam segera me ruangan dokter dulu untuk menjalani pemeriksaan sebelum melakukan transfusi darah." ujar Anggi menjelaskan yang diangguki Adam. Lalu Anggi meminta Diwangga menemani Adam ke ruangan dokter yang bertugas menangani Damar.

__ADS_1


Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, akhirnya Adam selesai mendonorkan darahnya kepada Damar. Selanjutnya, Damar pun bisa menjalani operasi.


Tak sampai 2 jam kemudian, lampu tanda operasi selesai telah menyala, lalu dokter yang menangani Damar pun keluar dengan senyum merekah.


"Syukurlah, operasinya berjalan lancar. Kita tinggal menunggu nak Damar siuman saja. Kalau begitu saya permisi dulu." pamut dokter tersebut.


...***...


Karena kondisi Kentaro yang sudah cukup membaik, akhirnya Kentaro sudah diizinkan untuk pulang hari ini .


Kentaro tampak menonton televisi seraya menunggu Jelita dan Ratna membereskan barang-barangnya. Namun, sebuah berita yang ditampilkan di layar televisi tiba-tiba membuat Kentaro menegang.


Telah terjadi kecelakaan mobil yang mengakibatkan ketiga penumpangnya luka parah. Ketiga orang tersebut diketahui bernama Luna Calista, *Damar Prayoga, dan Reno Andriansyah. Kecelakaan itu disebabkan percobaan pembunuhan oleh seseorang berinisial DW dengan latar belakang dendam. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Menurut keterangan dokter, luka ketiga korban cukup serius. Sedangkan, pelaku mengalami luka bakar dan tengah mendapatkan pengawasan ketat dari pihak kepolisian.


Brak* ...


Ratna dan Jelita yang melihat Kentaro seperti itu sontak saja terkejut dan khawatir. Apalagi saat melihat tatapan kosong mata Kentaro ke arah televisi. Ratna dan Jelita pun sontak ikut terkejut bahkan sampai mulut mereka menganga. Kedua tangan mereka pun reflek menutup mulut mereka karena sagat terkejut. Di layar televisi itu, ditampilkan dengan jelas bagaimana keadaan mobil yang di dalamnya terdapat Luna. Sepintas juga diperlihatkan bagaimana tindakan masyarakat dan pengawal pemilik mobil itu digotong keluar dari mobil yang tampaknya sudah rusak parah tersebut.


Ratna dan Jelita pun sontak ikut menangis saat seklias mereka melihat tubuh Luna yang dipenuhi luka dan darah. Walaupun sedikit diblur, tapi mereka yang pernah bertemu dengan Luna pasti dapat mengenali. Ratna pun walaupun baru satu kali bertemu saat Luna menemui Kentaro di penjara , tapi ia sudah sangat hafal dengan raut wajah dan bentuk tubuh Luna. Luna gadis yang sangat baik menurutnya. Walaupun ia sudah disakiti Kentaro, tapi nyatanya ia masih mau memaafkan Kentaro bahkan mencabut laporan di kepolisian. Sebenarnya, Kentaro sudah dilepaskan sejak 1 Minggu yang lalu, namun Azam meminta bantuan atasannya agar Kentaro dibiarkan sementara di sana untuk memberikan efek jera. Dan sepulang ini , Kentaro juga akan langsung dibawa pulang. Namun, ia belum tau tentang semua itu.


"Maa ... Luna Ma, Je, Luna, ya Allah Luna ... bagaimana keadaan kamu, Lun. Guemohon bertahanlah. Gue bahkan belum menebus semua salah dan khilaf gue pada loe, Lun. Lun, ya Allah, Luna ...." racau Kentaro sampai ia hilang kendali. Kentaro histeris.


Ratna yang panik sontak mendekati Kentaro dan memeluk Kentaro. Sedangkan Jelita, ia segera mengambil remote tv. dan mematikannya.

__ADS_1


"Ma, Kenta mau lihat Luna, Ma, tolong anterin Kenta ke Luna Ma, please Kenta mohon ,Ma." pekik Kentaro seraya memelas dan memohon.


Ratna menoleh ke arah Jelita, meminta persetujuan bagaimana pun ia telah menetapkan akan segera menikahkan putranya itu dengan Jelita jadi sudah sepantasnya ia meminta persetujuan wanita yang sedang mengandung cucunya itu. Setelah melihat seulas senyum dan anggukan kepala dari Jelita, Ratna baru mengiyakan permintaan putranya itu.


Ratna pun segera mencari tahu keberadaan Luna dirawat. Ratna cukup terkejut karena. ternyata Luna dirawat di rumah sakit yang sama dengan putranya. Tanpa banyak bicara, Ratna pun mendorong kursi roda yang telah di duduki Kentaro tersebut.


Setibanya di depan ruang perawatan Luna, Ratna berhenti dan menyapa Aglian yang tampak sangat kacau . Aglian lantas menoleh ke arah sumber suara. Ia tidak begitu terkejut karena ia sudah tau dari orang-orangnya.


Ratna berdeham untuk memecah keheningan lalu ia segera mengutarakan maksud kedatangannya.


"Kondisi Luna belum dapat dikatakan baik-baik saja. Ia mengalami luka terparah dan banyak tulangnya patah. Bahkan ia juga belum selesai menjalani operasi. " ujar Aglian lirih. Ia sampai mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kentaro dapat melihat betapa besar pancaran cahaya cinta Aglian untuk Luna dan betapa pria itu sangat mengkhawatirkan Luna .


Kentaro tampak menghela nafas berat, lalu tanpa ragu ia meminta izin melihat keadaan sahabatnya itu .


"Lun, ini aku, Kentang. Lun, loe beruntung banget tau soalnya sekarang loe ada yang mencintai loe, Lun. Bukankah selama ini loe berharap bisa segera menemukan cinta sejati loe. Sekarang loe udah dapetinnya, Lun. Karena sekarang waktunya loe ngerasain kebahagiaan, Lun. Lun, loe tau kan kalau tuan Aglian itu sangat tampan, kaya raya, dan sempurna. Jadi cepetan bangun, ntar suami loe ada yang nikung, kan berabe ." ujarnya seraya terkekeh namun, air matanya malah selalu mengalir. Hingga suara mesin yang Kentaro tak ketahui apa namanya berbunyi nyaring membuatnya sontak memanggil tim medis untuk memeriksa keadaan Luna .


Aglian yang sedang terpuruk, hampir saja murka karena takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya itu setelah Kentaro masuk ke dalam ruang perawatan Luna. Namun, ia langsung melepaskan Kentaro sesaat setelah dokter mengabarkan Luna sudah mulai sadarkan diri.


"Alhamdulillah ya Allah, Na, Nana, akhirnya ..." seru Aglian dengan binar bahagia tampak jelas di wajahnya. Ia pun langsung berhambur masuk ke ruang perawatan Luna.


...***...


**Mohon maaf cuma bisa update 1 bab, my baby boy rewel banget soalnya. Makasih buat yg masih setia di karyaku ini. Jangan lupa mampir ke karya ku yang lainnya yaa!

__ADS_1


Bye bye ...


...Happy Reading 🥰😘😘 **y...


__ADS_2