
Hari ini benar-benar hari yang paling bahagia bagi Anggi di sepanjang hidupnya. Bagaimana tidak, di saat yang sama , ia bukan hanya dapat merajut asa kembali dengan lelaki yang tulus mencintainya. Walaupun masih ada sedikit mengganjal sebab Diwangga sudah berulang kali mengatakan telah lama mencintai dan menunggu kehadirannya.
Selain itu, kebahagiaan tak terkira lainnya adalah akhirnya ia bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan orang tua kandungnya. Bahkan ia mempunyai saudara kembar. Wajar saja ia bisa memiliki anak kembar, ternyata memang gen itu di bawa dari sebelah keluarganya.
Di saat Anggi dan keluarga besarnya tengah berbahagia, sebaliknya, orang yang kerap menyakiti hatinya, yaitu Adam dan keluarga serta kini bertambah satu orang yaitu Lea, mereka tengah terguncang jiwanya. Wajar hal itu terjadi, sebab mereka baru saja mendapatkan kejutan luar biasa dan tak disangka-sangka dari orang yang selalu mereka anggap rendah dan hina. Oleh sebab itu, janganlah kita suka merendahkan orang lain. Ingatlah, roda itu tak selamanya di atas dan di bawah. Tapi ia akan terus berputar dan sewaktu-waktu bisa saja yang di atas menjadi di bawah pun sebaliknya.
Di saat Adam dan keluarganya serta Lea sedang tercengang dengan segala kebenaran yang berhasil menyentak jiwa mereka, terdengar alunan musik yang sungguh terasa syahdu.
Saat orang-orang di kedua meja itu menghadap ke arah panggung, mereka terperangah ternyata sang mempelai laki-laki telah siap dengan mikrofonnya. Setelah itu terdengarlah alunan merdu suara Diwangga yang sedang menyanyikan lagu dari alm. Ustadz Jeffry Al Buchori berjudul Bidadari Surga yang sengaja dipersembahkan untuk sang istri tercinta.
Dapat mereka lihat, bagaimana cara Diwangga memperlakukan Anggi dengan sangat manis. Ia menggenggam jemari Anggi dan menciumnya sembari bernyanyi di hadapan semua orang membuat semua orang pun bersorak sorai. Tak sedikit yang telah memiliki pasangan segera merangkul pasangan mereka masing-masing karena terbawa suasana romantis yang diciptakan oleh Diwangga.
Adam yang melihat semua adegan itu pun tampaknya ikut terbawa suasana. Namun bukan suasana romantis, tapi sedih dan penuh penyesalan. Apalagi saat kata demi kata dilantunkan Diwangga, makna tersirat ya cukup menyentak akal sehatnya. Bagaimana ia selama ini tak mampu menjaga kesucian cintanya, hingga dusta mampir bertahta, memporak-porandakan keutuhan rumah tangga yang selama ini Anggi jaga. Ini salahnya, semua salahnya yang tak bisa setia, tak bisa menjaga kesucian cintanya, tak bisa menjaga amanah, kerap berdusta, dan tak bisa menjaga syahwatnya. Andai ia dapat kembali ke masa lalu, ingin ia memperbaiki semua kesalahannya. Ah, bukan memperbaiki, tapi mencegah semua terjadi. Tapi sayang, meminta maaf pun takkan merubah segalanya. Namun setidaknya, ia akan berusaha memperbaiki diri barulah ia akan meminta maaf khususnya pada Anggi dan anak-anaknya.
"A-Adam, bisa bantu mama berdiri, nak! Ma-ma, mau pu-lang." ucap Bu Tatik terbata.
__ADS_1
Adam dan Sulis tersentak saat mendengar suara ibunya parau , ditatapnya wajah ibunya, pandangan Bu Tatik terlihat kosong. Adam dan Sulis panik namun mereka tetap berusaha mengendalikan diri. Perlahan mereka memapah Bu Tatik keluar dari ruangan. Namun. sepertinya kejutan hari itu belum benar-benar berakhir. Orang-orang yang pernah melihat Bu Tatik dan Sulis di video yang sempat viral, langsung mencibir mereka dengan kata-kata pedas.
"Eh eh, bukannya itu bekas mertuanya, Anggi, ya?"
"Iya iya, tapi kok kamu nyebutnya bekas, mantan kali." sarkas seseorang dengan tersenyum sinis.
"Kebagusan disebut mantan, cocoknya bekas." timpal seseorang sambil terkekeh.
"Eh itu mantan mertuanya si pengantin wanita kan! Yang udah buang berlian. Tapi dimana batu kali yang jadi pelakor itu ya? Apa udah ditendang juga?"
"Hohoho... ternyata mantan mertua pengantin wanita ikut diundang lho. Pasti dia nyesel itu udah menyia-nyiakan menantu kayak Anggi."
"Wah, itu mantan ipar kurang ajar yang viral tempo hari kan! Nggak tau malu banget datang kemari."
Itulah selentingan bisik-bisik orang yang membicarakan Bu Tatik dan Sulis yang membuat Bu Tatik dan Sulis makin menciut. Wajah mereka bahkan sudah seputih kapas dengan keringat dingin yang mengalir deras.
__ADS_1
Saat Adam dan Sulis sudah tiba di depan mobil, tiba-tiba tubuh Bu Tatik terkulai lemas. Hampir saja tubuhnya terhempas ke lantai andai tak segera ditangkap oleh Adam.
Adam dan Sulis jadi panik. Segera mereka rebahkan tubuh Bu Tatik di belakang mobil dengan berbantalkan paha Sulis. Dalam hitungan menit, Adam segera melajukan mobil itu keluar dari area hotel menuju rumah sakit terdekat.
.
.
.
Lea yang matanya masih basah, berusaha menggerakkan kakinya. Sebenarnya kakinya masih benar-benar lemas tapi ia harus segera keluar dari ruangan yang membuatnya semakin sesak itu. Dengan wajah yang tertunduk, ia meraih tasnya dan berusaha berdiri. Ia tak berani mengangkat wajahnya. Bukan hanya karena malu menghadapi Anggi dan Diwangga, tapi juga orang-orang yang mencibir dirinya karena pernah berusaha mempermalukan Anggi di depan umum. Perlahan tapi pasti, ia berusaha sekuat tenaga agar bisa segera menjauh dari orang-orang yang terus menatapnya dengan tatapan tajam. Inilah hasilnya bila kau berbuat jahat. Orang yang kau coba jahati mungkin sudah memaafkan tanpa kau minta, tapi hukuman sosial biasanya akan tetap berlaku.
Setibanya di mobil, Lea terpengkur di depan kemudi. Ia telungkup kan wajahnya hingga tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipi. Apa salahnya ia mengejar cintanya? Apa salahnya ia mencoba menghindarkan orang yang ia cinta dari orang yang salah. Ia pikir Anggi tak pantas untuk pria lajang seperti Diwangga karena itu ia sampai bertindak nekat. Tapi kenapa akhirnya dia lah yang dihujat. Bukankah tindakannya sudah benar. Ia tak salah bukan! Ia hanya ingin yang terbaik untuk lelaki yang ia cintai. Walaupun bukan bersama dia tak apa, asal orang yang ia cintai bersama orang yang tepat. Lea tetaplah Lea. Wanita keras kepala yang hanya berpikir dari sudut dirinya.
Ia tak berfikir caranya itu salah. Ia tak berfikir tindakannya itu salah. Ia tak berfikir bahwa ia tak berhak ikut campur dalam hubungan orang lain. Ia tak berfikir bahwa Diwangga tentu punya pertimbangan sendiri mengapa sampai memilih Anggi sebagai pasangan hidupnya.
__ADS_1
Aaaarghhh......
Lea mengacak rambutnya frustasi. Ia bingung bagaimana menghadapi orang-orang di sekitarnya. Sudah tentu ia malu ,sangat malu.