Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.124 (S2) Langit Jelita yang runtuh


__ADS_3

Jelita tampak mengerjapkan matanya. Ia mencoba menyesuaikan penglihatannya karena silau yang masuk melalui celah jendela. Sejenak, Jelita terpaku, saat merasakan ada beban berat dan hangat yang menindih bagian perutnya. Nafas Jelita seketika tercekat, ia berharap apa yang ada di pikirannya hanyalah mimpi semata. Tidak nyata. Hanya mimpi buruk . Jelita nampak frustasi, rasa takut mendera jiwanya, bahkan ingin menolehkan wajahnya ke samping saja ia rasa tak kuasa. Tubuh Jelita sontak bergetar saat merasakan pergerakan di sebelah tempat tidurnya. Ia menutup mata rapat-rapat sambil merapal doa dalam hati, semoga apa yang ada di pikirannya tidak terjadi. Namun sepertinya harapannya itu hanya tinggal angan belaka. Kini dirinya sudah hancur, sehancur-hancurnya.


Dengan perlahan, Jelita mencoba menyingkirkan lengan kokoh yang sedang melingkari perutnya. Setelah berhasil, dengan tertatih Jelita turun dari tempat tidur. Ia pun segera memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. Diangkatnya pakaian yang sudah tak berbentuk itu dengan tatapan miris. Lalu dengan langkah terseok, Jelita masuk ke dalam kamar mandi. Kemudian, ia menyalakan shower dan meluruhkan tubuhnya di lantai. Ia pun menangis dan meraung dengan membekap mulutnya. Tubuh polosnya bergetar hebat. Bukan hanya karena menangis, tapi juga rasa dingin yang menjalar langsung di kulit karena air yang tak henti-hentinya menyirami tubuh polosnya.


Jelita kini telah kehilangan semua, hidupnya, mimpinya, masa depannya, harga dirinya, dan kini kehormatan yang selalu ia jaga pun telah hilang dalam hitungan semalam. Semua hancur lebur, tak bersisa.


Semua karena KENTARO.


FLASHBACK ON


Hari sudah sangat larut, tampak Jelita pulang secara diam-diam ke apartemennya dengan menaiki taksi online, tujuannya hanya satu mengambil barang-barangnya lalu pergi sejauh-jauhnya. Harapannya dengan pulang saat malam telah benar-benar larut adalah supaya ia tak bertemu orang-orang yang mengenalinya. Namun, siapa yang tau takdir? Terkadang takdir seolah mempermainkan manusia tapi siapa yang tau rahasia dibaliknya. Bisa saja kelak ada hikmah tersembunyi di balik takdir yang tak biasa itu.


Jelita turun dari taksi online di tengah malam, matanya sibuk memindai kesana kemari, berharap tiada yang melihat, mengetahui, maupun menyadari kedatangannya. Setelah yakin tiada yang melihatnya, dengan langkah panjang Jelita memasuki kawasan apartemennya. Setelah berada di depan pintu, gegas ia memasukkan password. Setelah ia masuk dan hendak mengunci pintu apartemennya, tiba-tiba pintu terdorong keras dari luar hingga Jelita jatuh terduduk di lantai.


"Awww ... ishhh ....!" Jelita meringis saat tubuhnya terhempas di lantai. Ia mendongakkan kepalanya menghadap sosok yang menjulang tinggi di hadapannya.


Deg ...

__ADS_1


"K ... kau ...Loe ngikutin gue ,Ken?" tanya Jelita menatap tak percaya kepada seseorang yang berada di depannya. Seseorang yang sedang ia coba hindari mati-matian. Seseorang yang sedang ia jauhi mati-matian pula. Mengapa takdir seakan mempermainkannya? Mengapa dari sekian banyak orang di dunia ini, dia yang harus melihat kepulangannya?


"Kau mencoba menghindari ku hah? Kau mau menjauhi ku? Iya?" tanya Kentaro dengan nada sinis.


Bruak ...


Pintu apartemen Jelita sudah tertutup kencang membuat Jelita menjengit kaget.


"Ma ... mau apa, loe? Pergi loe dari hidup gue! Jangan pernah menampakkan wajah loe di hadapan gue lagi! Gue muak melihat diri loe!" teriak Jelita histeris.


Kentaro tersenyum miring .


Jelita shock, ia ketakutan setengah mati hingga tubuhnya bergetar. Ia pun mundur perlahan mencoba menjauhi jangkauan Kentaro tapi ia tetap kalah. Kentaro menarik tangannya kencang hingga tubuhnya bertabrakan ke dada bidang Kentaro. Lalu secepat kilat, Kentaro menarik tengkuk Jelita dengan lengan kirinya, sedangkan tangan kanan menahan pinggang kemudian ia meraih bibir merah Jelita dan meraupnya dengan rakus.


Jelita berusaha tuk berontak tetapi ia kalah tenaga. Apalagi selama beberapa hari ini ia jarang makan sehingga tubuhnya dalam keadaan tidak begitu fit. Jelita berusaha mendorong dada Kentaro sekuat tenaga , tetapi karena kalah tenaga, Kentaro tak bergeming. Ia tetap menjalankan aksinya meraup bibir Jelita. Melihat tak ada balasan, Kentaro menggigit bibir bawah Jelita hingga tanpa sadar Jelita membuka mulut. Kentaro tersenyum dalam cumbuannya, secepat kilat ia memasukkan lidahnya dan mengobrak-abrik isinya membuat Jelita mengerang.


Lalu cumbuan itu turun ke leher, meninggalkan jejak basah di sana. Dihisapnya kulit putih mulus itu hingga meninggalkan jejak, sedangkan tangannya sudah menjelajah dengan liar setiap inci tubuh Jelita.

__ADS_1


"Hmmpp ... le-pa-sin gue, breng-sek ahhh!" marah Jelita tapi Kentaro sepertinya telah dirasuki iblis sehingga akal sehat dan hati nuraninya telah pergi.


Ia melakukan ini dengan emosi. Ia sedang emosi. Ia ingin melampiaskannya pada Jelita. Ia masih terbawa emosi saat melihat Luna dan Aglian tadi. Namun, ia tak berdaya. Ia hanyalah model biasa, ia tak bisa berbuat apa-apa atau karirnya akan langsung hancur bila berbuat macam-macam dengan Aglian. Jadilah sekarang, ia meluapkan emosinya dengan memaksakan dirinya kepada Jelita.


Jelita menjerit dan meracau tak jelas, hingga bunyi srekkk ... ternyata baju yang dipakai Jelita telah dirobek Kentaro lalu di buangnya ke sembarang arah.


"Jangan Ken, jangan, gue mohon!" teriak Jelita frustasi tapi Kentaro seakan tuli dan tak mendengarkan. Matanya sudah tertutup gairah yang terlarang.


Ia juga melucuti pakaiannya sendiri sambil terus bermain di atas tubuh Jelita. Kini mereka telah berada di kamar. Jelita terus dan terus meronta begitu pun tangannya. Tapi Kentaro tak habis akal, ia menarik dan menahan tangan Jelita di atas kepalanya. Lalu ia kembali bermain, hingga akhirnya apa yang Jelita jaga selama ini pun terenggut dari dirinya. Diiringi jerit dan tangis kehancuran, ia merasa telah kehilangan. Harta paling berharga miliknya kini telah lenyap. Ia tak memiliki apa-apa lagi. Harga dirinya telah hancur. Semua harapannya pun pupus. Ia tak dapat mempersembahkan miliknya pada suami tercintanya kelak. Ia juga telah mengecewakan mamanya. Ia merasa bagaikan sampah. Kebanggaannya lenyap. Jelita merasakan kini langitnya telah runtuh.


Flashback off


Melihat Kentaro yang sepertinya masih terlelap dengan nyenyaknya, membuat Jelita bergerak pelan mengambil apa yang bisa ia ambil dan memasukkannya ke dalam sebuah tas besar. Sesuai tekadnya, ia ingin pergi yang jauh. Sebelum benar-benar pergi, Jelita memandangi wajah lelaki yang dicintainya itu dengan sendu. 'Semoga kita tidak berjumpa lagi, Ken!' gumamnya lirih.


Setelah itu, ia melangkahkan kakinya perlahan ke luar dari apartemen dan pergi entah kemana dengan menaiki taksi.


Setelah Jelita pergi, tak lama kemudian Kentaro pun mulai terjaga. Di pandanginya sisi tempat tidurnya, ternyata gadis yang semalam baru saja ia renggut kesuciannya telah tiada. Ia pun mencoba bangkit , mungkin di kamar mandi pikirnya, tapi saat diperiksa tidak ada. Kentaro mulai mengerang frustasi. Ia mencengkram rambutnya untuk menyalurkan rasa frustasinya. Ia mencoba mencari Jelita ke semua sisi apartemen itu, namun ia tak kunjung menemukannya. Kentaro terduduk di tepi ranjang tak berdaya. Di pandanginya tempat tidur yang menjadi saksi pergulatan panasnya semalam. Masih tercetak jelas bukti kesucian Jelita yang telah ia renggut. Di remasnya pinggiran seprai itu, 'Maafin gue, Je!'

__ADS_1


...


Double L-nya lagi sibuk, jadi nggak bisa uwu-uwu dulu. wkwkw ...😂


__ADS_2