
Hati siapa yang tak berbunga-bunga bila lamaran terhadap orang yang dicintai diterima. Begitu pula yang dirasakan Robi. Hatinya kini sedang berbunga-bunga, seakan ada ribuan bunga bermekaran dan ribuan kupu-kupu beterbangan di hatinya. Semua itu tak lepas dari doa sang emak dan dukungan dari pak bos dan mama Safa, Amel.
Sebelum ia merealisasikan rencana lamarannya itu, Robi terlebih dahulu menelfon Amel. Ia sudah meminta nomor Amel dari Aglian sebelum datang ke Australia sekedar untuk jaga-jaga bila gadis yang ia cari sedang tidak berada di tempatnya.
Karena sang gadis dapat ia temui, alhasil ia tidak jadi menelpon Amel. Namun sepertinya nasib kisah cintanya harus melalui sang calon ibu mertua dulu, jadi ia pun segera menelepon Amel untuk meminta izin melamar Safa dan meminta bantuan agar hadir di malam ia akan melamar Safa. Hatinya bahagia, sebab Amel menerimanya dengan senang hati bahkan ia juga mengajak keluarga kecilnya di Australia demi kesuksesan acara lamaran tersebut.
Robi kini tengah tersenyum-senyum sendiri saat mengingat bagaimana cara ia melamar Safa tadi. Bahkan ia makin tersenyum lebar saat ia berhasil mencuri-curi kesempatan untuk mengecup bibir Safa di saat semua orang sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
"Wah, pantesan aja pak bos demen banget dikit-dikit cium, dikit-dikit kecup , rupanya rasanya emang bikin deg-deg ser euy! hahaha ...."
Robi sibuk bicara sendiri dengan mata menerawang mengingat momen-momen manis dirinya dan Safa tadi. Gini nih kalo map plastik laminating dibakar asmara jadinya meleleh.
"Tapi aku tuh pinginnya agak lamaan dikit kayak pak bos gitu. Sambil gerak-gerak gitu, gimana caranya ya?" gumam Robi saat mengingat ia tak sengaja melihat secara live bagaimana Aglian menyerang bibir Luna dengan pagutan mesra dan lum*t*n hingga membuatnya menelan ludahnya sendiri dengan jakun naik turun. Beruntung ia tidak ketahuan, kalau Aglian sampai tau ia sudah melihat adegan 17+ antara dirinya dan Luna, bisa fatal akibatnya.
__ADS_1
"Aish apaan sih otak suci gue kok jadi encum kayak gini. Sibuk traveling kemana-mana." rutuk Robi sambil mengunyah keripik singkong buatan si Emak yang sempat ia bawa dari rumah
Lalu ia mengingat belum menghubungi si Emak , Robi pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi sang emak.
"Emaaaak ... Akhirnya keinginan emak terkabul. Emak bakal segera dapet mantu. Akhirnya Robi nemuin tulang rusuk Robi yang tersesa,t." pekik Robi girang.
"Berisik! Gangguin emak lagi tidur aja." omel si emak mendengus sebab tapi senyum terukir indah di bibirnya. Robi hanya bisa menghela nafas panjang. "Ya sudah, besok buruan pulang Bawak menantu emak, ya Le!" titah si emak tanpa penolakan.
"Siap, laksanakan." ujar Robi seakan sedang menjelma menjadi pemimpin upacara.
...***...
Robi tampak mengantarkan Safa ke rumahnya terlebih dahulu sebab ia tidak ingin gadisnya itu sampai kelelahan.
__ADS_1
"Abang pulang dulu ya! Sebenarnya Abang masih mau berduaan, tapi Abang tau kamu sedang lelah." ujar Robi dengan nada tidak rela meninggalkan Safa.
"Hahahaha .... ya udah , Abang segera mandi gih.. Nggak usah takut Safa ada yang ambil." Safa mencoba menenangkan perasaan Robi.
Sepeninggal Robi, Safa pun bergegas membersihkan diri lalu ia membaringkan tubuhnya di kasur hingga terlelap. Baru saja beberapa menit ia memejamkan mata , tiba-tiba sebuah panggilan menginterupsi tidurnya. Tanpa melihat nama sang pemanggil, Safa pun langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo calon menantu kesayangan emak. Lagi ngapain nih?! Emak kangen tau ." terkejut mendengar suara seseorang di seberang sana, sontak membuat Safa tanpa sadar melemparkan ponselnya ke atas kasur.
'Astaga, si emak. Bikin kaget aja.'
...***...
...Maaf, baru sempet update, itu pun kurang panjang, soalnya mata othor sedang GK memungkinkan nih! Semoga besok othor bisa update lebih panjang. Makasih....
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...