Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.202 (S2) Calon cucu on the way


__ADS_3

Pesta pernikahan Robi dan Safa akhirnya usai. Biarpun dadakan, ternyata semuanya berjalan sangat lancar, aman, dan terkendali. Walaupun tamu undangan hanya terdiri atas keluarga besar, kerabat, sahabat, dan rekan kerja, tapi semuanya tampak antusias. Bahkan cukup meriah. Si emak bahkan sampai naik ke atas panggung dan meminta diputarkan lagu dangdut lalu ia menyeret tangan menantunya agar menemaninya berjoged ria.


Si emak seperti menemukan soulmate'nya. Di pesta ia dan Safa tampak begitu kompak mendendangkan aneka lagu dangdut terbaru maupun lawas sambil berjoget. Robi dan yang lainnya bahkan orang tua Safa pun hanya bisa melongo melihat Safa yang begitu kompak menyanyi dan berjoged dengan si Emak.


...***...


Kini Safa dan Robi telah berada di kamar Robi yang sudah dihias sedemikian rupa oleh pihak wedding organizer. Kamar pengantin itu dihias dengan nuansa putih dan biru muda. Dengan taburan kelopak bunga mawar merah dan putih serta serta lilin aromaterapi di beberapa sudut membuat nuansa romantis begitu kentara di kamar itu .


Robi baru saja keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang melilit dari area pinggang hingga ke lutut. Bila perempuan lain sibuk meneguk ludahnya sendiri saat melihat tubuh kekar calon suami yang pertama dilihatnya, justru Safa malah sedang berguling sambil memejamkan matanya dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya. Robi hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya tersebut. Setelah memakai celana pendek, Robi segera menghampiri Safa yang tampak begitu kelelahan.


"Fa ..." panggil Robi sambil menggerakkan bahunya. "Safa, bangun! Mandi dulu sana!" ujar Robi sambil memencet hidung Safa.


"Iikh ... Abang jahil banget sih! Safa ngantuk nih!" sahut Safa sambil merengek.


"Capek?" tanya Robi


"Udah tau nanya." ketus Safa.


Robi terkekeh, "Salah siapa joged gila-gilaan kayak tadi." ejek Robi.


Safa terkekeh, "Habisnya asik. Apalagi ada yang temenin..Kapan lagi coba bisa gila-gilaan kayak tadi." sahutnya yang kini sudah tergelak.


"Iya, asik, tapi jadinya gini kan, capek!" Robi mendengus. 'Alamat bakal lewat nih malam pertama.' gerutu Robi dalam hati.


"Iya, capek banget. Bang, habis Safa mandi, pijitin ya! Biasanya kalau di rumah, kalau Safa capek, pasti dipijitin mama. Kalau di Aussie dulu, Safa minta tolong pijitin maid di sana. " ujar Safa dengan wajah memelas seraya memohon . Seketika lampu hijau menyala di atas kepala Robi.


"Oke , sayang. Apapun asal kamu senang akan Abang lakuin." sahutnya antusias dan penuh semangat.


Safa tersentak dengan wajah memerah saat menyadari Robi memanggilnya sayang. Dengan wajah malu-malu ia bangun dari posisinya yang sedang berguling di tepi tempat tidur. Sambil mengangkat ujung-ujung gaunnya, Safa pun masuk ke dalam walk in closet untuk membuka gaunnya. Setelah berhasil, ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah menghabiskan waktu hampir 30 menit, Safa pun keluar dari walk in closet dengan dress tidur selutut membuatnya terlihat sangat seksi. Bahkan Robi sampai meneguk ludahnya sendiri saat melihat penampilan Safa malam itu.

__ADS_1


"Sayang, gimana, jadi mau Abang pijitin?" tanya Robi dengan mata berbinar.


"Hmm ... Abang nggak capek?" tanya Safa.


"Nggak kok."


"Ya udah, aku ganti baju dulu ya!" ucap Safa.


Lalu ia segera berlalu masuk ke walk in closet lagi, mengganti pakaiannya dengan sebuah kain sejenis sarung membuat Robi makin blingsatan.


Tanpa ragu, Safa berbaring tengkurap, lalu dengan tangan bergetar Robi mulai memijit tubuh Safa mulai dari pundak, leher, lengan , pinggang, hingga kaki.


Semakin ke bawah, tangan Robi makin bergetar sedangkan Safa malah keenakan. Robi mendengus lalu tanpa ba bi bu ia membalik tubuh Safa agar berhadapan dengannya membuat Safa tersentak kaget.


"Ba ... bang, mau ngapain?" tanya Safa gelagapan.


"Emm ... kita mulai malam pertama yuk!" ajak Robi gugup. Tenggorokannya bahkan terasa kering.


"Emang ada?" Safa menggeleng.


"Safa nggak berani nonton gituan. Kata orang nanti auranya hilang kalo nonton begituan." jawab asafa jujur.


Robi menganggukkan kepalanya.


"Abang juga nggak pernah dan nggak berani. Kalau kita coba aja bagaimana?"


"Tapi gimana caranya?"


Robi tampak berpikir, "Kita coba dengan ciuman dulu aja kayak tempo hari." ujar Robi dan Safa mengangguk.


Lalu dimulailah malam pertama itu dengan sesi berciuman terlebih dahulu. Setelah keduanya tampak menikmati, tanpa Safa sadar kain yang dikenakannya sudah melorot ke bawah hingga menampakkan aset kembar miliknya. Tangan Robi yang tak sengaja menyentuh aset kembar itu sontak bergetar. Diliriknya aset yang tampak menggoda itu. Dengan perlahan, tangan Robi mencoba menyentuh aset kembar yang tampak menggoda itu membuat Safa mendes*h lirih. Melihat reaksi Safa yang seakan menerima, getaran tangannya perlahan menghilang dan berganti jadi aktif.

__ADS_1


Setelah merasa nafasnya mulai tersengal, Robi segera melepas pertautan bibirnya. Namun bibir itu tak bisa diam, dia justru hinggap di aset kembar Safa. Robi seakan menjelma sebagai bayi yang baru dilahirkan. Ya , karena ini baru pertama kalinya, ia masih mencoba beradaptasi dengan kegiatan yang benar-benar baru bagi mereka. Perlahan, keduanya mulai merasakan rasa panas menguar dari dalam tubuh mereka. Seperti ada sesuatu yang harus segera di tuntaskan. Namun, keduanya masih bingung harus memulai dari mana.


"Abang ... " panggil Safa lirih.


"Sebentar, sayang ." Robi tampak berpikir, lalubia melirik sesuatu yang sudah menggelembung di balik celananya.


Perlahan ia menurunkan celananya membuat Safa melotot kaget.


"Abang, ngapain buka celana? Malu ..." pekik Safa.


"Ssst ... jangan teriak! Kan kita mau malam pertama." ujar Robi memperingatkan. "Kamu cukup perhatikan dan nikmat."


Lalu Robi pun menurunkan penutup segitiga Safa membuat Safa menutup kedua matanya menggunakan telapak tangan.


Dengan perlahan Robi mencoba melakukan penyatuan.


"Duh, ini gimana ya? Apa bisa masuk?" gumam Robi sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Lalu dengan perlahan ia mencoba mendorong miliknya untuk masuk ke dalam sangkar pribadi Safa membuat Safa memekik kaget .


"Awww ...! Abang ngapain sih? Kok sakit? " pekik Safa disertai suara rintihan.


Robi diam saja sebab ia sedang mencoba menikmati permainan yang benar-benar masih baru baginya itu. Setelah masuk dengan sempurna, ia diam sejenak untuk menikmati rasa sesak sekaligus nikmat yang menjalar di sekujur tubuhnya. Lalu ia mulai menggerakkan pinggulnya dari perlahan lama-kelamaan menjadi makin cepat disertai hentakkan membuat Safa terbuai oleh rasa sakit bercampur nikmat itu. Safa mulai melenguh dan mend*s*h akibat hentakkan yang dilakukan Robi hingga akhirnya mereka mencapai puncak secara bersamaan diiringi sebuah lenguhan panjang yang membuktikan mereka telah berhasil membobol gawang pertahanan masing-masing.


Di saat pasangan pengantin baru itu tengah mencoba mereguk kenikmatan bercinta, ada seseorang yang terkekeh geli. Bukan bermaksud menguping, tapi memang waktunya pas banget , saat si emak hendak mengingatkan pasangan pengantin baru itu untuk makan malam , justru suara lenguhan lah yang tertangkap telinganya. (Maklum, tidak pakai peredam. 🤪)


'Yes, calon cucu on the way!' ujar si emak seraya terkikik geli.


...***...


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2