Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.164 (S2) Penguasa baru Indomarco


__ADS_3

Pagi hari ini benar-benar terlihat cerah. Tapi cerahnya hari itu tak secerah wajah pemimpin Indomarco Coal TBK. Semua karyawan tahu itu bahwa pemimpin mereka memang tidak mudah murah senyum berbeda saat di hadapan media. Dengan wajah angkuhnya, Derian melangkahkan kakinya masuk ke perusahaan Indomarco Coal TBK dengan gagah. Di sisi kanannya tampak sang sekretaris pribadi Derian mensejajarkan langkahnya dengan Derian.


Setibanya di ruangannya, secangkir kopi yang uapnya masih tampak mengepul telah terhidang di atas meja di meja kerjanya. Baru sebentar asisten pribadinya keluar, ia sudah kembali masuk dengan raut wajah yang sulit dimengerti.


Derian mengerutkan keningnya.


"Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu?" tanyanya dengan suara datar.


Lalu asistennya menyalakan televisi hingga terpampang sebuah berita yang kini sedang heboh di jagad maya. Mata Derian sontak melotot hingga cangkir kopi yang dipegangnya jatuh dan pecah di lantai. Wajahnya sontak mengeras dengan tangan mengepal.


Derian tampak mendengarkan dengan seksama informasi yang dibacakan oleh pembaca berita yang tampil di layar plasma yang menempel di dinding ruangan itu.


"Diduga telah terjadi praktik bisnis ilegal yang diprakarsai oleh sejumlah oknum ternama termasuk di antaranya seorang yang kini menjabat sebagai CEO perusahaan Indomarco Coal TBK. Bukan hanya praktek bisnis ilegal, tapi tanpa banyak orang ketahui pemimpinnya saat ini sebenarnya bukanlah pemilik sebenarnya. Dengan merekayasa kecelakaan CEO Indomarco Coal TBK terdahulu, akhirnya perusahaan itu jatuh ke tangannya. Seseorang tanpa nama telah menyebar bukti-bukti baik berupa video, rekaman pengakuan para pelaku yang menjadi kaki tangan, bahkan rekaman CCTV bagaimana kecelakaan itu terjadi pun telah beredar luas di dunia maya . Kemungkinan pemimpin Indomarco Coal TBK tersebut akan mendapatkan hukuman berlapis baik sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana, ilegal logging, penambangan liar, dan memberikan akses penyelundupan narkoba dari luar ke dalam negeri. Pihak kepolisian juga telah memberikan keterangan bahwa apa yang disebarkan dunia maya itu valid dan kini mereka tinggal menunggu turunnya surat penangkapan."


Tangan Derian mengepal. Rahangnya pun mengeras. Ia memejamkan mata sejenak lalu menatap asisten pribadinya.


"Bagaimana keadaan saham kita pagi ini?" tanya Derian dengan sorot mata tak terbaca.


Asisten pribadinya tampak ragu-ragu untuk berbicara. Namun ia harus segera menyampaikan informasi ini.


" Harga saham kita anjlok. Bahkan hampir semua pemegang saham besar telah menjual sahamnya. Dan kini pemegang saham terbesar adalah ... " Asisten pribadi Derian kesulitan meneguk salivanya sendiri. Bibirnya rasa keli untuk membuka mulut. Serasa ada biji kedondong yang tersangkut di tenggorokannya.


"Adalah siapa?" Derian sudah tak sabar menunggu jawaban.


"Pemegang saham terbesar kita saat ini adalah tuan Aglian Saputra Putra Angkasa dari Angkasa Grup." akhirnya asisten pribadi Aglian mampu menyuarakannya. Itu artinya, otomatis pemindahan tampuk kekuasaan beralih kepada Aglian.

__ADS_1


"Brengsek ... Sialan ... kurang ajar ... bedebah! Aaargh ..." umpat Derian dengan emosi yang sudah sampai di ubun-ubun. Tangannya sudah menarik rambutnya sendiri karena frustasi tak menyangka suami dari keponakannya itu bisa bertindak sampai sejauh ini. Ia benar-benar tak menyangka. Memang setiap ada yang menceritakan dan memuji sepak terjang CEO Angkasa Grup itu , Derian selalu menganggapnya remeh. Bahkan saat ia mendengar bagaimana seorang Aglian Saputra Putra Angkasa mampu meringkus pelaku penculikan saudara kembarnya dulu karena hendak melakukan percobaan pembunuhan pada saudarinya, ia tetap mencibir. Namun kali ini, ia baru benar-benar yakin kemampuan lelaki itu.


Baru beberapa saat yang lalu berita borok dirinya dirilis, tapi sudah banyak protes dan orasi dilayangkan pada dirinya. Ada yang dari perwakilan daerah yang hutannya telah di balak secara liar, ada penduduk yang berdemo karena ganti rugi lahan untuk dijadikan area penambangan yang tak sesuai, ada yang demo karena lahan pertanian mereka digusur dengan cara keji penuh ancaman untuk dijadikan area pertambangan, dan masih banyak lagi.


Derian memijit pelipisnya yang kini sedang pening luar biasa.


Derian melirik jam, ia yakin tak lama lagi pihak kepolisian akan datang menjemputnya. Ia tampak berpikir jalan apa yang harus ia tempuh. Ia tahu, bila ia berakhir ditangkap pasti ia takkan pernah keluar lagi karena kesalahannya yang cukup banyak. Ia tak mau menderita sendiri. Lalu ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. Selesai bicara, ia segera bersiap dan mengambil beberapa barang penting yang ada di dalam ruangannya. Setelah semua beres, ia keluar dari ruangannya dengan tergesa. Asisten pribadinya sempat bertanya, namun diabaikan. Ia pun hanya mengedikkan bahunya. Namun setelahnya ia ketar ketir sendiri, bagaimana pun dia adalah asisten pribadi Derian Wijaya, untuk hal kecurangan perusahaan ia sudah tahu, sudah pasti ia akan ikut ditangkap. Namun tidak dengan percobaan pembunuhan. Tapi ia tidak mungkin kabur karena hal tersebut akan memperparah keadaan. Ia hanya akan menunggu saja, kapan waktu dirinya ditangkap.


...***...


Suasana berbeda Ratna lihat di ruangan perawatan Kentaro. Bagaimana tidak, saat membuka pintu , Ratna dihadapkan dengan pemandangan Jelita sedang menyuapi Kentaro makan.


"Ekhem ... ekhem ... " Ratna berdeham membuat Jelita dan Kentaro sontak menoleh.


Wajah Jelita memerah karena terkejut seperti seorang istri yang terciduk sedang selingkuh. Padahal mah belum jadi istri, iye khan!


"Eh mama ..."


Ucap mereka serempak membuat mereka saling pandang sejenak karena terkejut.


"Wah, kayaknya udah kompak nih! " goda Ratna membuat kedua orang itu malu-malu kucing.


"Mama seneng deh kalau kalian baikan. Gimana, udah bicara berdua kan? Kamu tau kan Ken, apa yang mesti kamu lakukan?" tanya Ratna dengan raut wajah serius.


Kentaro menoleh ke arah Jelita, "Ma, yang Abang bilang waktu itu cuma bualan kan, nggak serius?" tanya Kentaro dengan sorot mata meminta penjelasan.

__ADS_1


"Kalau serius kenapa, kalau nggak serius kenapa?" balas Ratna dengan pertanyaan balik.


"Kenta mau nikahin Jelita , ma. Kenta harap, Abang tempo hari cuma mau menguji Kenta aja."


"Emang kamu udah yakin? Emang kamu juga udah yakin sama perasaan kamu?" Ratna kembali bertanya untuk mengetahui sebatas mana perasaan putranya itu.


"Kenta yakin, Ma. Kenta akui, jujur, Kenta belum yakin sama perasaan Kenta ke Jeje, tapi besar harapan dan keinginan Kenta untuk menjadikan Jeje pendamping Kenta apalagi ada anak diantara kami. Kenta nggak mau anak Kenta tumbuh tanpa orang tua lengkap. Kenta juga nggak mau , orang lain yang jadi ayah anak Kenta ." ujar Kentaro. "Tapi satu yang bisa Kenta pastiin, kalau Kenta mau bahagiain Jeje dan calon anak Kenta." ucapnya lagi dengan sorot mata serius.


Ratna pun tersenyum lebar.


"Tapi ngomong-ngomong, kamu udah cerita kalau kamu sekarang ..." Ratna bingung mengucapkannya.


"Kalau Kenta sedang ditahan, kan Tan? Lita udah tau, Tan. Kenta udah ceritain semua. Lita bersyukur, hal tersebut tidak benar-benar terjadi. Kenta juga udah minta maaf dan kasi penjelasan serta berjanji pada Lita dan percaya Kenta, Tan." ucap Jelita yakin dengan mata berbinar karena bahagia.


"Alhamdulillah, mama seneng dengarnya sayang. Mulai sekarang, panggil mama ya sayang!" ucap Ratna seraya memeluk tubuh Jelita dan Jelita mengangguk dengan bahagia. Tanpa sadar, air matanya jatuh karena tak menyangka akhirnya hari bahagia itu akan segera tiba.


...***...


......Happy Reading 🥰🥰🥰......


...NUMPANG PROMO CERITA BARU...



Silahkan mampir ajak! Jangan lupa tap love buat update selanjutnya!

__ADS_1


Xie Xie ...🥰


__ADS_2