
Menikah, memiliki pasangan yang tulus mencintai dan setia, memiliki anak-anak yang lucu dan menggemaskan adalah impian hampir setiap orang. Namun, tak jarang dalam perjalanannya kita kadang kala tersandung kerikil kecil yang akhirnya membuat kita jatuh dan terluka. Namun, bila kerikil kecil tersebut tak kunjung disingkirkan, justru akan membuat kita makin sering tersandung hingga terluka. Lukanya bahkan bisa makin melebar hingga bernanah dan meninggalkan bekas yang tak kunjung bisa dihilangkan.
Hanya ada dua jalan untuk menghindari luka itu, yaitu menyingkirkan kerikil itu atau memilih jalan berbeda. Dan Anggi telah memilih jalan yang berbeda. Ia meninggalkan jalan yang penuh dengan kerikil yang pernah membuatnya terjatuh hingga terluka. Di perjalanannya, memang tak semulus harapan, tapi berkat kesabarannya , ia akhirnya berhasil mendapatkan kebahagiaannya, melabuhkan cintanya pada orang yang tepat, meraih mimpi akan keluarga kecil dan bahagia. Ah, bahkan kini keluarganya sudah tidak termasuk keluarga kecil lagi, tapi keluarga besar. Anaknya saja kini sudah 6 ditambah dirinya dan Diwangga serta para adik dan orang tuanya, mimpinya diwujudkan yang Kuasa dengan berkali-kali lipat. Lebih dari impian dan harapannya.
'Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?'
Si triple baby sepertinya sedang tertidur nyenyak sekarang. Sedangkan Anggi baru saja masuk ke kamar mandi*. Tiba-tiba baby Letta menggeliat dalam tidurnya. Bibirnya bergerak-gerak seakan mencari sesuatu. Setelah beberapa hari ini mengasuh triple baby, Diwangga mulai memahami apa saja kebiasaan si kecil dan salah satunya yang seperti itu.
Si baby sudah mulai kehausan dan ia sedang mencari sumber penghidupannya. Tak mau baby Letta menangis dan membangunkan baby Ditta dan Baby Rasya, Diwangga pun segera mengangkat tubuh mungil baby Litta dan menimang.
Tak lama kemudian, Anggi pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lembab, sepertinya ia habis mencuci mukanya supaya lebih segar. Lalu Anggi mendekati Diwangga yang sedang menimang baby Litta.
"Ada apa , mas?" tanya Anggi sambil melirik baby Letta yang tampak nyaman dalam dekapan Diwangga.
"Tadi baby Letta menggeliat, kayaknya haus deh. Jadi dari pada keburu nangis terus bangunin yang yang lain, mas gendong deh." ujar Diwangga menjelaskan.
Anggi mengangguk-anggukkan kepalanya lalu mengambil baby Letta dari gendongan Diwangga dan membawanya ke ranjang. Ia rebahkan baby Letta di ranjang lalu Anggi mengambil posisi di samping baby Letta. Anggi merebahkan tubuhnya dalam posisi miring lalu ia mengangkat sedikit bajunya dan mengeluarkan salah satu aset kembarnya lalu mengulurkan ujungnya ke bibir mungil baby Letta. Baby Letta pun mulai melakukan gerakan menghisap. Ia menghisap asi langsung dari sumbernya. Sepertinya takut sumber makanannya diambil, baby Letta pun memegangi aset Anggi dengan tangan mungilnya itu membuat Anggi dan Diwangga terkekeh melihatnya.
"Duh, anak papa gemesin banget sih!" puji Diwangga bahagia.
Tak lama kemudian, terdengar tangis dari dalam boks bayi Arasya. Diwangga pun cepat-cepat menggendongnya. Baru saja baby Rasya digendong, kini giliran baby Ditta yang ikut menangis membuat Anggi dan Diwangga saling menatap lalu tergelak bersamaan karena ulah anak-anak mereka.
...***...
3 bulan kemudian,
"Mas, stop!" pekik Luna saat Aglian sedang memacu dirinya dengan pelan. Aglian pun lantas berhenti.
"Kamu kenapa, sweetheart?" tanya Aglian khawatir saat melihat peluh sudah membanjir dahi dan lehernya. Ia pun segera turun dan memakai celananya.
"Mas ... sepertinya baby nya udah mau lahir aakh ..
" Luna terpekik kaget saat pinggangnya terasa begitu nyeri.
"Kamu serius?" tanya Aglian memastikan.
"Nggak mungkin aku bercanda di saat kayak gini, mas! Aaaaakh .... " pekik Luna lagi.
__ADS_1
Aglian yang sudah panik pun segera memakai baju sembarangan. Lalu ia membantu Luna mengenakan pakaiannya. Setelah selesai, ia segera menggendong Luna ke luar.
"Bik ... bibik ..." teriak Aglian hingga beberapa kali. Karena hari telah larut, mungkin si bibik sudah tidur. Untungnya tak lama kemudian si bibik muncul.
"Iya den, ada apa?" art Aglian keluar dengan wajah bantalnya.
"Tolong bawain perlengkapan melahirkan Luna di kamar terus masukkin ke dalam mobil ya. Setelah itu, kasih tau mama, Luna mau lahiran." ucapnya cepat. Aglian melirik jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Baik, den." lalu art itu melakukan apa yang Aglian perintahkan dengan cepat. Begitu pula Aglian, dibantu sopir, ia pun segera berangkat menuju rumah sakit.
...***...
"Bagaimana dok?" tanya Aglian yang kini sedang berdiri di samping Luna yang tengah meringis menahan sakit.
"Sudah pembukaan 7. Bapak tenang ya! Sebentar lagi bayinya lahir. Kita tunggu pembukaannya sempurna." ujar sang dokter menenangkan Aglian.
Namun reaksi Aglian tetaplah panik. Ia tak tega melihat istrinya mengerang kesakitan
"Bagaimana kalau dicaecar saja, dok?"
"Persiapan untuk operasi malah lebih memakan waktu. Sedangkan posisi bayi bagus untuk melahirkan secara normal. Bila tidak ada kendala, mungkin sekitar pukul 1 nanti , istrinya sudah bisa melahirkan."
"Sabar ya, sayang. Sebentar lagi kok. Kamu yang kuat ya!" bisik Aglian tepat di depan wajah Luna. Lalu ia mengusap perut Luna, "Sayang, jangan buat mami kesakitan, ya! Kasian mami." ucap Aglian di atas perut Luna lalu mengecupnya.
Tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 1 dini hari, sang dokter dan perawat kini telah siaga di depan ranjang pasien.
Setelah semuanya siap, dokter pun memberi aba-aba agar Luna menarik nafas yang dalam lalu menghembuskannya perlahan.
Luna pun menuruti perintah dokter dengan tangan yang saling bertautan. Aglian mencium tangan Luna untuk menyalurkan kekuatan dan ketenangan. Lalu Aglian juga mencium dahi Luna cukup lama.
"Ya, terus dorong! Kepalanya sudah kelihatan." ucap sang dokter.
Luna pun mengerahkan sekuat tenaganya untuk mengejan hingga tak lama kemudian suara tangis bayi pun pecah memenuhi ruangan serba putih itu.
"Alhamdulillah, pak. Bayinya lahir dengan sehat dan sempurna. Jenis kelaminnya perempuan. Sangat cantik seperti mamanya." ucap sang dokter sambil meletakkan bayi itu di dada Luna untuk melakukan inisiasi menyusu dini.
"Selamat sayang dan terima kasih. Terima kasih atas hadiah terindah ini. Kita telah menjadi orang tua sekarang." ucap Aglian dengan kebahagiaan yang membuncah. "I love you, very very love you." bisik Aglian seraya mengecup dahi dan bibir Luna. Tak peduli tempat, ia hanya ingin menyalurkan rasa bahagianya kepada istri tercinta.
__ADS_1
Karena tubuh yang masih lemas, Luna hanya mampu tersenyum tipis menanggapi Aglian.
"Namanya siapa, mas?" tanya Luna.
"Ayesha Salsabila Putri Angkasa."
"Nama yan cantik." ujar Luna seraya tersenyum. "Halo baby Yesha, anak mami dan papi, welcome to the world." ucap Luna bahagia hingga tanpa sadar air mata haru menetes dari pelupuk matanya.
Tak lama kemudian, keluarga besar mereka pun datang berbondong-bondong untuk melihat keadaan Luna dan baby mereka. Ucapan selamat dan doa pun tak henti-hentinya mengalir kepada pasangan itu. Luna pun tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih dan bersyukur dalam hati, dimana ia telah kehilangan keluarganya untuk selamanya, tapi keluarga dari sang suami dan kakak angkatnya begitu mencintai dan menyayanginya. Ia bahagia, sangat bahagia.
...***...
Kebahagiaan keluarga besar Angkasa kini menjadi berkali-kali lipat. Setelah kebahagiaan karena kembalinya anak yang selama ini mereka cari, lalu pernikahan Anggi dengan anak sahabat mereka sendiri, kelahiran triple baby Anggi dan Diwangga, lalu kini makin disempurnakan dengan kelahiran putri pertama pasangan Aglian dan Luna. Kelahiran Ayesha memberikan kebahagiaan tak terhingga pada keluarga itu.
Tak ada yang tak mungkin dalam hidup ini. Bisa jadi saat ini kita sedang terjatuh hingga terpaksa berdiri di posisi terendah. Tapi yakinlah, roda tak selamanya di bawah. Ia akan senantiasa berputar seiring perjalanan hidup kita. Kebahagiaan tak perlu dikejar, cukuplah berusaha menjadi lebih baik dan berdoa, insya Allah bahagia itu akan datang dengan sendirinya kepada kita.
Sekian perjalanan hidup Anggi dan yang lainnya. Semoga cerita ini dapat menghibur.
Sampai jumpa di cerita lainnya akak semuanya.
Bagi yang belum tau cerita othor yang lainnya, bisa langsung klik profil/nama othor ya!
Love you all.
Salam sayang untuk semua.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
...***...
Halo kakak2 sekalian, othor kan ikutan lomba update tim, jd mohon bantuan votenya yah!
Caranya tinggal klik banner ungu itu trs kasi vote pakai poinnya.
Makasih kak. 🙏🥰
__ADS_1
...Happy reading 🥰🙏💪...