
"Hei, kok bengong! Gimana? Jawab dong pertanyaan ku tadi!" Safa mengerucutkan bibirnya.
"Ah, apa ... apa katamu tadi? Maaf, aku takut salah pendengaran." ujar Luna seraya menggaruk kepalanya.
"Huh! Aku cuma nanya, kira-kira ada lowongan buat jadi istri kedua nggak? Kalau ada, Safa mau jadi yang kedua." ujar Safa sambil tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang putih.
"Safa, apa-apaan kamu! Apa kamu disekolahkan jauh-jauh untuk jadi pelakor, hah!" bentak Amel geram.
Bagaimana Amel tak geram, putrinya dengan terang-terangan menyatakan keinginannya jadi istri kedua. Sedangkan dirinya saja, menolak keras bila ada wanita lain hendak masuk ke dalam rumah tangganya, begitu pun dirinya, akan menolak keras bila sang putri ingin menjadi perusak rumah tangga orang lain, terlebih itu adalah rumah tangga putra sahabatnya.
"Ma, nggak usah marah-marah deh! Safa kan nanyanya baik-baik sama istri kak Lian." sergah Safa dengan wajah tertekuk masam. "Gimana Na, jawab dong!"
"Safa ...!" sergah Aglian.
"Kakak diam dulu ih, Safa kan tanya sama Luna." Safa mendelik ke arah Aglian. "Jawab dong, jangan diem aja!"
Luna menghela nafas panjang, malas sebenarnya ia bicara. Ia juga bingung sebenarnya dengan jalan pikiran Safa. Masa' sudah sekolah jauh-jauh, pendidikan tinggi, malah mau jadi orang kedua. Secinta itukah dirinya pada suaminya ini? Luna melirik Aglian yang juga sedang menatapnya. Aglian sebenarnya juga penasaran dengan jawaban dari istrinya itu.
"Jujur nih ya, aku jujur, aku sangat menentang adanya orang ketiga dalam sebuah rumah tangga sebab bagi aku, nggak ada manusia yang bisa benar-benar adil. Walaupun poligami diizinkan, tapi keadilan tetap yang paling utama. Aku nggak mau ada salah satu dari kita tersakiti. Jadi, aku serahkan semua keputusan pada Mas Lian, hanya dia yang tahu apa yang harus ia putuskan." tegas Luna berusaha untuk santai.
Tapi tetap, namanya cewek kadang lain di mulut, lain di hati. Bilangnya gini, taunya gitu.
'Awas lho mas kalau kamu masukkin orang lain dalam rumah tangga kita, aku sunat sampai habis tuh belalai kamu.' Luna menyeringai.
Aglian tercekat saat memandangi ekspresi the devil di wajah Luna.
"Ekhem ..." Aglian mencoba memecah kecanggungan. "Safa, untuk pertanyaan kamu tadi, akan aku jawab dengan tegas dan jawabannya adalah TIDAK. Aku takkan pernah memasukkan orang lain yang berpotensi merusak kebahagiaan rumah tanggaku. Bagiku cukup satu istriku, cukup satu ibu dari calon anakku, dan cukup satu pendamping hidupku, dan yang ku harapkan itu hanya Luna. Hanya Luna sajalah yang aku harapkan selalu setia mendampingiku di sepanjang sisa umurku." tegas Aglian dengan sorot mata penuh kesungguhan.
__ADS_1
Safa menghela napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Ia perhatikan mimik wajah kedua orang di hadapannya itu dalam diam.
"Safa ..." tegur Amel pelan lalu Safa mengangkat telapak tangannya sebagai isyarat berhenti. Jangan bicara! Diam!
Lalu tiba-tiba ekspresinya berubah jadi sumringah, gelak tawa keluar dari bibir tipisnya.
Hahahaha ....
"Ya ampuuuun, kalian berdua gemesin banget sih! Kak Lian udah bucin banget kayaknya sama Luna. Cocok banget ih, double L. Aaah, jadi pingin nikah juga tapi yang kayak Mas Lian gini, harus mau jadi bucin Safa." ujar Safa sambil tertawa kencang.
"Hei, kok bengong! Ish, kalian pikir aku pasti mendadak gila karena ditolak kak Lian ya!" Safa berdecak lalu tangannya menarik tangan Luna dan Aglian kemudian menyatukannya.
"Aku tadi cuma prank'in kalian aja kok. Aku emang udah lama suka sama kak Lian, jujur nih. Tapi aku nggak segila itu mau jadi pelakor. Kalau aku masih nekat, artinya itu bukan cinta tapi obsesi. Udah ah jangan bingung lagi. Senyum dong!" ujar Safa sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Luna pun lantas tersenyum kikuk, tidak tau apa yang dikatakan Safa itu benar atau hanya kamuflase untuk menutupi rasa kecewanya. Sedangkan Aglian tersenyum lebar seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya Allah, Saf, kamu udah buat mama hampir jantungan tau nggak! Pulang-pulang malah ngerjain orang. Kamu nggak tau, para netijen udah siap-siap mau sleding online kepala kamu karena ngirain kamu itu bibit pelakor." Amel berdecak kesal seraya menjentikkan jarinya di dahi Safa.
"Aww, ma, sakit!" gerutu Safa. "Yah, anggap aja itu sebagai salam perkenalanku yang anti mainstream, ma." ujar Safa sambil terkekeh.
"Anti mainstream kepalamu." Aglian mentoyor kepala Safa.
"Kakak ipar, tolongin Safa, kak Lian jahat!" Safa bersembunyi di balik tubuh Luna membuat Luna terkekeh melihatnya. Padahal usianya lebih tua dari Luna tapi tingkahnya masih kekanak-kanakan.
"Maafin keusilan anak Tante ya, Luna. Mungkin karena dia bungsu, anak cewek satu-satunya dan selalu dimanja kakak-kakaknya jadi dia jahil banget kayak gitu." Amel memelas merasa bersalah.
"Nggak papa kok, Tan. Dunia nggak asik kalau nggak ada orang yang suka usil kayak Safa."
__ADS_1
"Ih mama nggak asik ah, kakak ipar aja nggak marah!" Safa mengerucutkan bibirnya dengan kedua tangan sedang bergelayut manja di lengan Luna membuat Amel dan Aglian geleng-geleng kepala.
"Sweetheart, kita pulang yuk! Udah sore." ajak Aglian dan Luna mengangguk mengiyakan.
"Ih jadi iri deh bisa dibucinin kayak gitu. So sweet banget sih, kak!" ujar Safa sambil senyum malu-malu. "Kakak ipar beruntung banget punya suami kayak kak Lian."
"Makanya, cari pacar sana kalau pingin, ya nggak Tante."
"Iya bener banget, Lian, atau kamu punya temen yang cocok buat dijadiin calon mantu Tante? " tanya Amel antusias.
Aglian dan Luna saling bertatapan, sepertinya mereka satu frekuensi dan satu pemikiran.
"Ada Tante." seru Luna dan Aglian kompak.
"Wah, siapa itu? Kenalin dong sama Tante dan si usil ini, siapa tau mereka cocok." ujar Amel yang sudah semangat 45.
"Besok Safa suruh ke kantor Lian aja, Tan, biar Lian sama Luna kenalin." sahut Aglian tak kalah semangat.
"Wah, beneran nih kak! Orangnya nggak aneh-aneh kan kak? Awas ya kalau aneh-aneh!" ancam Safa.
"Tenang aja kok, dia itu orang nomor 2 di Angkasa Grup, gantengnya juga nomor 2 dari Mas Lian, dan termasuk idola nomor 2 juga, kalau yang nomor 1 semua udah diambil sama Mas Lian." ujar Luna sambil terkekeh.
"Wah, nggak papa, Safa nggak masalah soalnya kalau terlalu ganteng malah masalah entar banyak saingannya." timpalnya sambil tergelak.
...***...
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1