Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.121 (S2) She's mine


__ADS_3

tok tok tok ....


tok tok tok ....


"Sial! Kayaknya dia nggak ada di apartemennya. Jadi Jeje kemana, ya? Mana gue nggak tau alamat keluarganya." kesal Kentaro saat ia mengetahui Jelita tak ada di apartemennya.


Lalu Kentaro mengambil ponselnya lalu ia berusaha menghubungi Jelita, namun nomornya sudah tidak aktif lagi sejak pagi tadi membuat Kentaro makin kesal.


"Kemana sih loe, Ke? "


brakkk ...


Kentaro benar-benar kesal saat ini hingga tanpa sadar ia meninju pintu apartemen Jelita.


"Woi, ngapain loe ninju pintu apartemen orang? Mau maling loe ,ya!" pekik laki-laki penghuni unit di sebelah apartemen Jelita.


"Gila loe, orang udah ganteng-ganteng gini dibilang maling."


"Zaman sekarang, maling nggak mesti jelek, malah kebanyakan yang cakep biar bisa ngelabuin orang-orang." kilah tetangga Jelita.


"Ck ... terserah loe lah! Oh ya, loe tau penghuni unit ini kan?"


"Oh, si mbak cantik, tau. Emang kenapa?" tanya orang itu.


"Loe liat dia nggak?"


"Nggak, terakhir seminggu yang lalu, katanya sih ada pemotretan di Bali." jawab lelaki itu.


Kentaro mendesah kasar. 'Kalau orang itu liat terakhir seminggu yang lalu, artinya itu sebelum kami berangkat ke Bali. Loe dimana sih, Je?' gumam Kentaro pelan.


...

__ADS_1


Senja telah berganti malam. Tak ingin rencananya gagal, Kentaro segera menghubungi Luna untuk menanyakan kesediaannya dinner dengannya. Tak butuh banyak waktu, saat dering teleponnya telah berganti suara lembut Luna, Kentaro segera menanyakan kembali kesediaan Luna ikut dirinya makan malam berdua. Karena tak memiliki rencana apa pun, Luna pun menyetujui ajakan itu.


30 menit telah berlalu sejak Kentaro menghubungi Luna dan di sinilah ia sekarang, duduk di sebuah kursi dengan kaki yang saling bersilangan, menanti keluarnya sang pujaan hati dari dalam rumahnya.


Tak lama kemudian, Luna pun keluar dengan memakai dress selutut berwarna broken white dan rambut yang diurai dengan kedua sisi jepit menggunakan jepit yang sewarna rambut membuatnya terlihat sangat manis. Kentaro sampai menganga melihat penampilan tak biasa dari Luna.



Sebenarnya bukan maksud Luna ingin tampil beda dengan berdandan dan berpenampilan feminim di depan Kentaro, tapi entah seperti ada sebuah dorongan untuk melakukan hal tak biasa itu. Tiba-tiba saja saat membuka lemari pakaian dan melihat sebuah dress yang sudah lama ia beli tapi belum sempat dipakai membuatnya ingin memakainya. Wajahnya yang biasa polos pun ia poles dengan make up minimalis membuat wajah cantiknya makin bercahaya.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan Kentaro saat melihat penampilan Luna, debaran jantungnya bahkan sampai tidak bisa ia kendalikan. Dah Dig duh ser ia dibuatnya.


"Ha ... hai, Lun!" sapa Kentaro.


"Hai, Tang. Sorry lama " ucap Luna sambil tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang putih.


"Ah, nggak kok! Kamu cantik banget malam ini, Lun. Gue merasa kayak spesial banget bisa makan malam berdua loe malam ini." puji Kentaro tulus dengan wajah berbinar.


"Aneh dari mana, cantik banget malah. Si tomboy bisa cantik juga ternyata." ujar Kentaro sambil terkekeh.


"Kalau gue nggak cantik pasti loe juga nggak bakalan mau." Luna mendelik dan Kentaro mengiyakan sambil terkekeh.


"Yuk ah, jalan! Ada tempat yang mau kamu kunjungi?" tanya Kentaro setelah Luna duduk di dalam mobilnya.


"Pinginnya ke pasar malam, masuk ke rumah hantu, pasti seru." ujar Luna sambil mengulum senyum memperhatikan raut wajah Kentaro. Luna sangat tahu, Kentaro sangat takut dengan hal-hal yang berbau horor.


"No, untuk satu itu, please jangan deh, Lun! Loe kan tau gue takut yang kayak gitu-gituan." Kentaro mengerucutkan bibirnya membuat Luna terbahak.


"Hahaha .... Gie pikir loe nggak penaku lagi, Tang, ternyata masih sama kayak dulu. hihihi ..." Luna tertawa menirukan suara Mak Kunti.


"Please deh Lun, jangan kayak gitu, serem tau! Serius, gue udah merinding nih. Tuh kan, gue jadi kebelet." Memang setiap Kentaro ketakutan pasti dia akan jadi kebelet buang air.

__ADS_1


"Hahahaha ....." Tawa Luna pun pecah melihat tingkah sahabatnya itu. "Ya ampun Tang, sampai yang itu juga masih sama. Ternyata penampilan loe aja yang makin kece tapi kekonyolan loe masih sama. Tapi semoga sifat loe juga masih sama kayak dulu ya, nggak suka aneh-aneh." ujar Luna penuh arti membuat Kentaro tiba-tiba salah tingkah. 'Gimana kalau Luna tau perbuatan gue ke Jeje, nih? Semoga mereka nggak pernah ketemu.' monolog Kentaro dalam hati.


Tak lama kemudian, tibalah mereka di sebuah cafe yang romantis. Luna hanya mengekori kemana pun Kentaro mengajaknya. Asal bukan tempat yang aneh-aneh, no problem pikirnya.


"Loe ke toilet dulu sana! " titah Luna pada Kentaro yang sudah kebelet dari tadi.


"Ya udah, loe tungguin gue di sini, ya! Gue ke toilet dulu." ucap Kentaro sebelum berlalu menuju toilet.


Tak lama kemudian, pramusaji mendekati Luna dan menyodorkan buku menu padanya. Karena Kentaro masih di toilet, ia meminta pramusaji itu kembali lagi nanti setelah pasangan kembali. Pramusaji itu pun undur diri. Sembari menunggu Kentaro kembali, Luna memainkan ponselnya. Melihat-lihat perkembangan di dunia melalui ponsel adalah kegemarannya sekarang. Karena terlalu asik dengan ponsel di genggamannya, Luna tak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikannya dari meja yang tak jauh dari dirinya.


"Hei Lun, sorry lama, tadi gue ngangkat telepon dulu dari nyokap."


"Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi?"


"Ah, nggak kok! Maklumlah anak kesayangan, mama nanyain gue dimana, belum juga lama balik ke rumah, udah ilang aja katanya." cerita Kentaro sambil terkekeh.


"Loe sih, baru pulang bukannya istirahat, malah ngajakin keluar. Padahal semalam kan udah."


"Yah, namanya juga sedang dalam upaya merebut hati calon pacar." ujar Kentaro lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.


Keakraban Luna dan Kentaro itu tak lepas dari sorot mata tajam laki-laki yang duduk tak jauh dari mereka. Rahangnya mengeras sambil mengepalkan tangannya. Entah ada perasaan tak rela saat melihat Luna sangat dekat dan akrab dengan Kentaro. Apalagi saat ia mendengar Kentaro mengatakan sedang dalam upaya merebut hati calon pacar, dadanya tiba-tiba bergemuruh. Ia tak rela bila Luna sampai jatuh ke pelukan laki-laki seperti Kentaro.


'She's mine. Only mine.'


.


.


.


Hola semua, nggak bosen-bosennya Mak othor minta maaf kalau update-nya lama. Bukan salah mak othor gaes, tapi NT-nya nih, kok reviewnya lama bener. Biasanya kan cuma 1-2 jam, lha ini hampir 24 jam baru selesai dan diterbitkan. Mak D'wie pun sedih. Pdhl 1hr kan Mak D'wie biasanya up 2 bab siang/sore dan malam, lha ini 1 aja lama bener selesainya. Yang kemarin sore aja sampai sekarang belum terbit. Hadeuh, kok makin lama nih! Semoga para readers tetap setia menunggu, ya! Makasih...

__ADS_1


Salam hangat utk keluarga tercinta. 🥰


__ADS_2