Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.163 (S2) Beraksi


__ADS_3

Jelita kini telah memijakkan kakinya di rumah sakit Cinta Medika. Ia pun segera menghampiri meja resepsionis untuk menanyakan kamar rawat Kentaro. Setelah itu, ia bergegas mencari kamar itu. Tak butuh waktu lama, kini Jelita telah berdiri di depan ruang rawat Kentaro. Tampak seorang polisi yang berjaga disana membuat Jelita mengernyit bingung. 'Ah, mas Azam kan seorang polisi, mungkin itu permintaan mas Azam untuk menjaga adiknya.' gumam Jelita dalam hati.


Namun, kini pikiran Jelita gamang. Ia tampak menimbang- nimbang, haruskah ia masuk. Tapi bukankah tadi di apartemen ia sudah memantapkan hati untuk menemui orang yang dicintainya itu. Ya, dia harus masuk. Dia harus bertemu Kenta-nya. Dia harus menemui calon ayah dari anaknya.


Perlahan, Jelita mengetuk pintu ruang rawat Kentaro hingga terlihat pintu terbuka dan muncullah Ratna dari balik pintu itu.


"Lita ... kamu sudah tau Kentaro anak Tante?" tanyanya langsung tanpa basa-basi.


Jelita tersenyum, "Iya Tante, baru siang tadi." jawabnya. Namun, tiba-tiba Jelita tersentak, bagaimana Ratna bisa tau hubungan dirinya dengan Kentaro?


"Tante ... tau hubungan ku dengan Kenta?" tanya Jelita bingung.


Ratna balas tersenyum, "Ayo kita masuk dulu!" ajak Ratna seraya menarik pelan lengan Jelita.


Setelah mereka di dalam, Ratna mempersilakan Jelita duduk di kursi samping ranjang Kentaro. Tampak Kentaro sedang tertidur lelap.


"Ya, Tante sudah tau hubungan kalian. Tante juga tau apa yang sudah Kentaro lakukan padamu. Atas nama Kenta, Tante mohon maaf yang sebesar-besarnya ya, sayang. Dia sudah benar-benar menyesal, sayang." ujar Ratna sambil mengusap rambut Jelita.


"Memang Kenta sakit apa, Tante?" tanya Jelita penasaran.


"Dia terkena sakit tipes. Diperparah juga ia mengalami sindrom kehamilan simpatik." ujar Ratna seraya tersenyum apalagi saat melihat wajah Jelita yang tampak terkejut. "Ya, kamu merasa kan nggak kayak ibu hamil kebanyakan yang mual dan muntah, sebab semua itu Kenta yang rasain." Mata Jelita kini membelalak sempurna. "Mungkin ini cara calon baby kalian untuk menyatukan kedua orang tuanya." ucap Ratna lagi.


'Apa mungkin begitu? Tapi Kenta kan nggak ada perasaan sama aku. Tapi kalau itu memang jalannya, aku akan sangat bersyukur dan aku akan membuatmu bisa mencintai ku kelak.' batin Jelita.

__ADS_1


"Lita, kamu mau nggak jagain Kenta malam ini? Kepala Tante pusing soalnya. Tante nggak biasa istirahat di sembarang tempat." ucapnya pada Jelita yang sebenarnya alasan Ratna agar Jelita memiliki waktu berdua dengan putranya.


"Baik, Tante. Nggak papa kok. Tante pulang aja, biar Kenta , Lita yang jagain." sahut Jelita bahagia. Bagaimana tak bahagia, akhirnya ia memiliki waktu berdua dengan Kenta. Ia harap di kesempatan ini, ia bisa bicara dari hati ke hati dengan Kentaro.


Tak lama kemudian, Ratna pun akhirnya pulang meninggalkan Jelita berdua saja dengan Kentaro. Malam kian larut, tapi Jelita masih terjaga sembari duduk di kursi yang ada di samping ranjang Kentaro. Tangan Jelita tampak menggenggam erat tangan Kentaro yang bebas dari jarum infus. Tak berapa lama, terlihat Kentaro mengerjapkan matanya. Jelita tersenyum, akhirnya Kentaro sadarkan diri, pikirnya.


"Eeggh ..." Kentaro tampak menggeliat karena baru terbangun.


"Loe mau minum, Ken?" tawar Jelita.


Kentaro sontak menoleh ke asal suara. Tiba-tiba matanya tampak berkaca, lalu tangannya yang digenggam Jelita ia sedikit tarik hingga posisi Jelita lebih dekat ke tubuhnya, lalu dengan sigap Kentaro memeluk tubuh Jelita dengan erat.


"Je, gue nggak lagi mimpi ini kan! Je, ini beneran elo kan,Je! Ya ampun, Je, apakah segitu rindunya gue sama elo sampai mimpiin loe kayak gini." ujar Kentaro seraya tertawa miris.


"Hm ... buktinya gue sampai mimpiin elo!" ujarnya masih belum sadar.


Jelita tertawa pelan membuat Kentaro melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah Jelita.


"Ini beneran gue, Ken. Ini beneran gue, Jeje." ucap Jelita.


"Hah! Ternyata loe beneran, Jeje! Astaga, gue kira mimpi!" seru Kentaro lalu kembali menarik Jelita ke pelukannya. "Gue kangen loe ,Je! Maaf, maafin perbuatan gue Je, tolong maafin perbuatan bejad gue ke elo, Je!" ucap Kentaro lirih.


"Iya, Ken, gue udah maafin elo sebelum loe minta maaf ke gue." sahut Jelita tak kalah lirih.

__ADS_1


"Kenapa, Je? Kenapa loe dengan mudahnya maafin gue?" tanya Kentaro dengan suara parau.


"Karena ... karena gue mencintai elo." ucap Jelita yakin membuat Kentaro membeku.


Sedangkan di kamar rawat lain dan di rumah sakit berbeda juga, tampak Azam sedang berbincang dengan kedua orang tua Erika . Padahal mereka baru saling mengenal tapi sepertinya mereka sudah saling dekat satu sama lain.


"Udah lama kenal sama Erika, nak?" tanya Asti, ibu dari Erika .


"Sudah cukup lama, Bu. Kami saling mengenal saat pelatihan. Terus berlanjut sampai sekarang." jelas Azam.


"Wah, udah lama toh! Bapak baru tau dia punya temen, laki-laki pula. Aslinya Erika itu pemalu entah dapat angin dari mana tau-tau dia bilang mau masuk polisi. Karena Erika itu orangnya berprinsip, kalo dia udah berkehendak, maka harus terjadi, ya jadilah gini. Walau awalnya nggak rela, ya kayak gini yang kadang bikin bapak ibu khawatir. Beruntung, Erika diberi keselamatan jadi ia bisa bertahan sampai sekarang." ujar Raharja ayah Erika dan Azam pun hanya mendengarkan seraya tersenyum hangat.


"Oh ya, nak Azam udah makan malam belum? Kalau belum, ini ibu bawa makanan." ucap Asti seraya menyerahkan rantang berisi makanan.


"Makasih Bu, kebetulan memang saya belum makan ." sahutnya malu-malu seraya menyambut rantang berisi makan malam tersebut dan tak lama kemudian ia mulai memakannya di bangku luar.


...***...


Jarum jam sudah menunjukkan tepat pukul 00.00, Edward pun segera beraksi menjalankan misinya sesuai instruksi dari sahabatnya, Aglian.


Dengan jemari lentiknya, ia mulai mengunggah berbagai macam file, foto, dan video yang pasti besok akan mengguncang dunia Maya. Bahkan dapat ia pastikan, Indomarco Coal TBK akan benar-benar goncang. Aglian tidak tanggung-tanggung kali ini. Ia tak mau memberikan celah bagi Derian untuk melepaskan diri. Di saat banyak pasang mata yang sedang terlelap, justru Aglian sedang asik menatap layar pipihnya dengan senyum penuh arti. 'It's show time. hahaha ...' Aglian tertawa dalam hati. 'Tidurlah yang nyenyak malam ini karena kemungkinan kedepannya kau tidak akan bisa lagi menikmati tidur lelapmu lagi, tuan Derian Wijaya.' gumam Aglian pelan sambil mengalihkan pandangannya dari layar pipih ke sosok di sebelahnya. Ia menatap lekat tubuh polos Luna yang tertutup selimut. Ia pun tersenyum karena teringat aktivitas panasnya tadi. Setelah membuat istrinya itu kelelahan, ia yakin, besok istrinya itu akan terkejut melihat berita yang akan membanjiri stasiun televisi. 'Surprise special untuk istriku tersayang. Dia akan membayar semua perbuatannya padamu dan kedua orang tuamu, sayang. Aku pastikan itu.'


...***...

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🤩...


__ADS_2