Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.79 Kehebohan


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan lewat dini hari, tapi nampaknya Anggi tak kunjung bisa memejamkan matanya. Bukan hanya karena belum terbiasa tidur di rumah orang tuanya, tapi juga karena pembicaraan antara Diwangga dengan kedua orangtuanya.


Sesekali Anggi menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Walau pencahayaan dalam kamar itu temaram, rona merah masih nampak jelas di kedua belah pipinya yang putih. Senyum pun tak lepas dari kedua belah bibinya mengisyaratkan betapa ia bahagia dengan apa yang baru saja dialaminya.


Betapa hatinya tak bahagia, keberuntungan sepertinya sedang berpihak padanya. Bukan hanya kehidupannya yang jadi lebih baik, usaha yang lancar, tapi ia juga dapat bertemu kembali dengan kedua orang tuanya, dan puncaknya yang membuat bibirnya tak berhenti menyunggingkan senyuman hingga tak mampu memejamkan mata adalah Diwangga yang melamarnya tepat di hadapan kedua orang tuanya. Impiannya sejak lama akhirnya terwujud justru di pernikahan keduanya. Sungguh sesuatu yang membahagiakan sekaligus mengharukan.


Sebelum Diwangga menyatakan keinginannya menikahi Anggi, awalnya kedua orang tua Anggi itu bingung. Mereka sempat berfikir anak sahabatnya itu telah menikah dengan Anggi dan dikaruniai 3 orang anak, cuma mereka heran, tak mungkin sahabatnya itu tak mengundang saat putra semata wayangnya itu menikah. Hingga saat mereka menanyakan bagaimana kehidupan Anggi selama ini, barulah mereka mengetahui bahwa status putri kesayangannya itu adalah seorang janda beranak 3.


Baik Ajeng, Davindra, dan Aglian sempat geram bagaimana kehidupan Anggi saat pernikahannya dulu. Orang tua mana yang tak sakit saat tau putri kesayangannya mereka malah diabaikan dan diduakan oleh suaminya, serta direndahkan oleh mertuanya. Hingga muncul dibenak mereka ingin membalaskan setiap penderitaan yang ditorehkan oleh mantan suami dan mertuanya itu, namun Anggi melarangnya. Ia yakin, setiap perbuatan baik maupun buruk akan ada balasannya. Bila bukan melalui tangan mereka, bisa juga melalui tangan orang lain. Bila tak melalui tangan orang lain, bisa jadi di akhirat nanti mereka baru akan mendapatkannya.


Tiba saat Diwangga menyampaikan keinginannya menikahi Anggi. Tentu kedua orang tua Anggi menerimanya dengan bahagia dan tangan terbuka. Namun terlebih dahulu mereka memastikan kesiapan dan keinginan putrinya, bila ia jawaban adalah iya, tentu itu sangat membahagiakan.


"Om, Tante, di kesempatan ini, Angga ingin memohon restu om dan tante untuk mempersunting Anggi sebagai istri Angga. " ucap Diwangga gugup.


Walaupun Ajeng dan Davindra adalah sahabat orang tuanya dan ia pun telah lama mengenal keduanya, tetap saja rasa gugup itu menderanya. Aneh, saat membela kliennya dan menghadapi para lawannya di pengadilan, ia bisa bersikap tenang , tegas, sekaligus garang, hingga mampu membuat lawan mati kutu, tapi saat menghadapi dua orang yang padahal sudah biasa ia hadapi, ia justru merasa sangat gugup. Ternyata melamar anak perempuan orang semenegangkan ini, pikirnya. Bahkan tanpa ia sadari, peluh bercucuran di dahinya membuat kedua sahabat orang tuanya itu tersenyum simpul.


"Nggak perlu tegang gitu, bro!" tepuk Aglian pada bahu Diwangga mencoba memecah ketegangan yang dirasakan calon iparnya tersebut.


'Tunggu aja, loe juga bakal ngerasain gimana tegangnya ngelamar anak gadis orang, ntar walaupun Anggi bukan gadis lagi, tapi tetap aja menegangkan apalagi ini pertama kalinya bagiku.' monolog Diwangga dalam hati.


Ajeng dan Davindra tersenyum. "Kalo mama dan papa sih, serahin semuanya ke Anggi. Gimana Nggi? Terima nggak?" tanya Davindra dengan alis mata terangkat, namun Anggi malah menunduk sambil menahan senyum.


"Liat ma, pa, bang Angga tegang banget, gimana mau ngucapin akad ntar padahal nikahannya tinggal hitungan hari lagi." ledek Aglian.

__ADS_1


"Hah! Hitungan hari? Emang kalian udah mau nikah?" cecar Ajeng dan Davindra terkejut. Siapa yang tak terkejut, baru saja anaknya dilamar, belum juga yang ditanya menjawab, eh tau-tau udah mau nikah aja.


Anggi dan Diwangga tampak salah tingkah.


"Ekhemm...." Diwangga berdeham untuk memecah kecanggungan, sedangkan Anggi masih saja bungkam sambil menahan senyum. Ia sengaja diam, ia ingin menikmati detik-detik menegangkan Diwangga melamarnya secara langsung di hadapan orang tuanya.


Tidak seperti pernikahan pertamanya, Adam tidak melamarnya dari Bu Yanti padahal ia sudah seperti ibunya sendiri karena Bu Yanti lah yang membantu membesarnya. Jadi ia sendiri yang mengatakan kalau ia dilamar Adam dan ia telah setuju untuk segera menikah. Karena itu, kali ini ia ingin menikmati bagaimana rasanya dilamar di hadapan orang tuanya sendiri.


"Iya om, Tante, kami akan segera menikah Minggu depan." ucap Diwangga tegas setelah berhasil menetralisir kegugupannya.


"Serius kamu, Ngga, Nggi? " tanya Ajeng dan Davindra serempak dan baik Anggi maupun Diwangga, keduanya mengangguk. "Astaga ...! Hari ini terlalu banyak surprise. Ulang tahun kamu ma, bener-bener, hah papa udah nggak bisa ngomongin apa-apa lagi kalau semuanya aja udah ditentukan." seru Davindra benar-benar kaget.


"Dasar sahabat sialan mereka ya, anaknya mau nikah tapi diam-diam aja. " sambung Davindra lagi.


"Maafkan kami om, Tante, andai Angga tau lebih dulu kalau Anggi adalah putri kandung Om dan Tante, pasti Angga izin dulu ke om dan tante." ujar Diwangga merasa bersalah.


"Ya udah, karena semuanya sudah dipersiapkan sudah pasti jawabannya iya, kan!" ucap Ajeng. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Aglian. "Lian, mulai besok umumin ke semua karyawan kamu untuk datang ke pesta pernikahan Anggi. Kamu atur aja gimana cara ngumuminnya. Mama ingin pesta pernikahan Anggi kali ini dibuat semewah mungkin." ucap Ajeng memberi instruksi.


"Tentu aja ma, mama tenang aja, semua udah Lian atur. Mama tinggal duduk santai aja." ucap Aglian santai sambil merebahkan punggungnya ke sandaran sofa.


Hari ini, terjadi kehebohan di seluruh karyawan baik karyawan perusahaan Angkasa Grup maupun cabang-cabang usahanya yang salah satunya adalah Angkasa Trade Center atau lebih dikenal dengan Angkasa Mall. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja sang sekretaris CEO Angkasa Grup membuat pengumuman bahwa seluruh karyawan dari kantor pusat hingga cabang diundang ke pesta pernikahan saudara kembar sang CEO .


Bagaimana tidak heboh, selama ini yang mereka ketahui Davindra , sang pendiri Angkasa Grup hanya memiliki satu putra tunggal , yaitu Aglian Saputra, lalu tiba-tiba saja diumumkan semua karyawan Angkasa diundang ke pesta pernikahan saudara kembarnya.

__ADS_1


"Hah yang bener kalau pak bos punya saudara kembar?"


"Saudara kembar pak bos katanya cewek lho!"


"Wah, pestanya pasti besar-besaran nih sampai-sampai semua karyawan Angkasa diundang. Tau sendiri perusahaan Angkasa sama anak-anak cabangnya tersebar dimana-mana."


"Wah, penasaran sama nama kembarannya pak bos, nih!"


"Serius kita diundang semua?"


Itulah selentingan-selentingan kehebohan yang dibicarakan para karyawan karena kabar mengejutkan ini.


Lalu di grup para karyawan pun beredar nama calon pengantin prianya, tanpa memberi tahu siapa mempelai wanitanya yang merupakan saudara Aglian.


Sontak mereka satu per satu menggoogling siapa sebenarnya calon mempelai prianya itu. Tiba-tiba mata mereka membola, melihat siapa pria yang beruntung menjadi calon suami dari salah satu pewaris perusahaan Angkasa. Tak dapat dipungkiri, calon mempelai prianya bukan orang biasa. Selain tampan, mapan, rupanya, ia juga seorang pengacara handal dengan tarif ratusan juta. Semua orang hanya bisa berdecak kagum. Sungguh pasangan yang serasi pikir mereka walaupun mereka belum tau rupa saudara kembar CEO Angkasa tersebut.


Pun ada 2 orang yang bekerja di bawah naungan Angkasa Grup terkejut dengan berita itu. Bagaimana mereka tak terkejut, mereka tahu siapa pria yang akan menjadi calon menantu pendiri Angkasa Grup itu. Berbagai pertanyaan pun muncul di otak cetek mereka. Mereka tak terfikir kalau Anggi-lah saudara kembar Aglian tersebut. Sebab yang mereka tau, Anggi hanyalah anak yatim piatu yang berasal dari panti asuhan. Betapa shocknya mereka nanti saat tau Anggi-lah mempelai perempuan itu yang merupakan putri dari pendiri perusahaan multinasional Angkasa Grup.


'Ah, ternyata wanita itu gagal jadi pengantin Angga! Rasain lu! Emang enak. Udah gue bilang, loe nggak sepadan sama Angga. Gue nggak sabar liat loe nangis darah karena ditinggal nikah.' kekeh Lea dalam hati dengan smirk devilnya.


'Hah, dia kan calonnya Anggi! Kalau dia nikah sama saudara tuan Aglian, artinya Anggi nggak jadi nikah sama dia, donk! Ah, berarti ini adalah kesempatanku untuk meraih Anggi kembali ke pelukanku.' Adam berujar dalam hati sambil menyeringai.


**Mohon maaf kalo jadwal updatenya gk beraturan, soalnya sambil momong baby sama batita. Tp diusahain kok 1 hr update 2 bab, jadi mohon ditunggu ya!

__ADS_1


Othor ucapin makasih banyak-banyak buat yg udah nyumbang like, komen, hadiah, sama Vote. Jd terharu ....🥰🥰🥰**


__ADS_2