Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.49 Kedatangan Adam part II


__ADS_3

"Maaf mas Adam, anak-anak nggak mau ketemu mas katanya." ucap Tita jujur


Adam jengah dan emosi, ia pun membentak Tita hingga gadis polos itu meringis dan hampir menangis.


"Apa kau bilang? Pasti kau yang mengajarkan mereka agar tidak bertemu denganku, bukan!" bentak Adam. "Cepat kau panggil mereka lagi, kalau perlu paksa mereka agar mau keluar." titah Adam dengan nada tinggi


Luna merasa jengah, ia pun menyahut perintah Adam yang ia nilai seenaknya. "Mas , kalo anaknya nggak mau ketemu nggak usah maksa donk!" delik Luna


"Kau anak kecil, tak usah ikut campur. Cepat panggil mereka atau harus aku sendiri yang masuk kesana?" seringai Adam dengan mata memicing penuh intimidasi


"Jangan, biarkan kami yang membujuk mereka!" kini giliran Lia yang bersuara


"Cepat sana, waktumu 5 menit, kalau lebih dari itu, aku sendiri yang akan masuk." ancam Adam


'Heran deh sama manusia satu ini, masih hidup aja, udah tau anaknya nggak mau, bukannya membujuk malah maksa.' batin Luna mengomel


Lia pun bergegas masuk dan mengetuk pintu kamar Damar.


tok tok tok ... "Bang, buka pintunya donk! Papa mau ketemu kalian, Abang ajak adik-adik gih temuin papa. Papa udah nungguin kalian dari tadi, lho!" bujuk Lia. "Bang, please buka pintunya!"


"Onty Lia, kami nggak mau. Papa itu jahat suka marah-marah, pasti nanti kami bakal kena marah lagi. Abang nggak mau Karin dan Kevin dimarahin lagi. Bilang aja, Abang lagi nidurin Karin dan Kevin." pekik Damar dari dalam kamar


Adam yang sudah benar-benar jengah dan kesal karena anak-anaknya tak ada yang mau menemuinya, segera berdiri dari tempat duduknya dan memaksa masuk ke dalam rumah. Luna yang mencoba menghalangi malah didorong hingga jatuh terjengkang ke lantai.


"Minggir kataku!" titah Adam


"Nggak mau. Mas Adam nggak boleh masuk. Ini bukan rumah mas Adam." sergah Luna mencoba menghalangi dengan merentangkan kedua tangannya


brukkk...


Kesal dihalangi, Adam langsung mendorong tubuh Luna hingga jatuh terjengkang ke lantai.


"Awww..." ringis Luna kesakitan karena bokongnya yang terhempas kuat di lantai. Sikunya pun tak luput dari memar akibat perbuatan Adam.


Saat Lia sibuk membujuk Damar dan si kembar, Luna sibuk menghalangi Adam masuk, sedangkan Tita diam-diam menelpon Anggi juga Raju dan Aji sesuai perintah Anggi.


"Luna, kamu nggak papa?" tanya Raju saat baru datang seraya membantu Luna berdiri.

__ADS_1


"Kurang ajar, mau apa kau datang ke rumah mbak Anggi?" bentak Aji murka


"Kalian tak usah ikut campur. Ini urusanku dan kalian bukan siapa-siapa Anggi.


"Tentu kami harus ikut campur karena mbak Anggi adalah kakak kami, sedangkan kau itu hanyalah lalat pengganggu yang gemar bermain di tempat kotor jadi tak pantas kau memijakkan kakimu di rumah ini. " kini Raju yang turut menimpali


"Dasar kurang ajar."


bughh...


Adam melayangkan tinjunya tepat di rahang kiri Raju membuat tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang.


"Brengsek kau!" teriak Aji garang dan bugh... Aji membalas Adam dengan sebuah terjangan tepat di perutnya membuat Adam tersungkur ke lantai. Adam mengerang kesakitan tapi Raju dan Aji tak acuh saja.


Emosi Adam makin membara, ia kembali berdiri dan kembali melayangkan pukulan demi pukulan ke arah Raju maupun Aji yang juga dibalas Raju dan Aji sehingga terjadilah perkelahian sengit di dalam rumah Anggi. Hingga terdengar suara pekikan seseorang yang menghentikan perkelahian mereka.


"Berhenti!" teriak Anggun. "Apa-apaan kalian ini, berkelahi di dalam rumahku seperti anak kecil saja ." bentak Anggi saat baru masuk disusul Diwangga di belakangnya.


Lalu pandangannya dialihkan ke arah Raju dan Aji, "bagaimana keadaan kalian?" tanya Anggi cemas saat melihat wajah mereka memar-memar dan sudut bibir mereka pun tampak berdarah.


"Kami nggak papa kok mbak. " jawab Aji santai


Mereka pun berlalu setelah mengangguk terlebih dahulu.


Mata Anggi tampak memutari sekelilingnya, ia mencari keberadaan anak-anaknya.


"Damar, Kevin, dan Karin ada di kamar Damar, mbak." sahut Luna saat sadar arti tatapan mata Anggi .


Anggi bernafas lega.


"Nggi, bisa kamu obati luka mas? Liat nih, lukaku banyak banget akibat adik angkat kamu itu." adu Adam.


Anggi menjengit kaget seraya mengangkat sebelah alisnya ke atas saat mendengar permintaan mantan suami tak tahu dirinya itu yang sok minta perhatian. Bibirnya pun seketika tersungging senyum sinis. Bukan bermaksud jadi mantan istri yang jahat. Andai hubungannya berakhir secara baik-baik, mungkin ia akan membalas dengan berbuat baik juga, tapi kenyataannya baik Adam maupun keluarnya minus akhlak semua. Tingkah laku mereka sungguh membuat Anggi jengah. Apalagi saat ditelepon tadi pun ia sempat mendengar suara Adam yang marah-marah sampai membentak, membuat Anggi makin kesal.


"Maaf mas, itu bukan kewajibanku lagi." tolaknya


"Walau itu bukan kewajibanmu lagi, tapi setidaknya lakukan saja dengan alasan kemanusiaan, Nggi. Ukh hishhh...." ucap Adam sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


"Maaf sekali lagi mas, aku tidak bisa. " Anggi tetap tak acuh saja


"Nggi..."


"Kalau sudah ditolak, jangan maksa." delik Diwangga yang ikut jengah


"Kau tak usah ikut campur brengsek." bentaknya


"Huh, pantas saja Anggi memilih bercerai darimu, sifat dan sikapmu sungguh menjengkelkan dan memuakkan." ejek Diwangga sambil tersenyum sinis


"Cepat katakan, mau apa kau kemari?" tanya Anggi to do point


"Aku hanya ingin bertemu anak-anak. Aku merindukannya." ujar Adam


"Oh ya? Tumben?" delik Anggi dengan senyum sinisnya


"Bagaimana pun mereka anak-anakku jadi wajar aku ingin bertemu mereka."


"Setelah kalian membuang mereka?" tanya Anggi lagi dengan senyuman sinis yang lebih lebar membuat Adam bungkam. "Bukankah kau akan memiliki anak dari wanita itu jadi untuk apa kau temui anak-anakku di sini?"


"Dinda sudah keguguran, Nggi." ucap Adam membuat tercengang. "Dan dia sudah tidak bisa hamil lagi karena rahimnya sudah diangkat." sambung Adam membuat Anggi makin terkejut tapi dengan segera ekspresi terkejutnya ia ganti dengan wajah santai.


"Setelah kalian kehilangan calon anak kalian, baru kau ingat dengan anakmu mas? Tapi walaupun kau ingin bertemu dengan mereka, harusnya kau gunakan otakmu. Cara memaksa tidak akan berakhir baik justru membuat mereka takut."


"Tidak, tidak, aku tidak melakukannya karena anakku dan Dinda sudah tiada tapi ini murni karena aku masih menyayangi mereka."


Anggi terkekeh saat mendengar Adam mengucapkan kalimat menyayangi mereka.


"Mengapa kamu ketawa Nggi, ada yang lucu? " tanya Diwangga yang tengah ikut duduk memperhatikan interaksi mantan suami istri tersebut


"Nggak mas, cuma lucu aja mendengar pernyataan seseorang kalo dia menyayangi anak-anakku sedangkan bertahun-tahun ia tak pernah mempedulikan anak-anak. Mau sakit, mau lapar, mau kangen, nggak punya uang bayaran sekolah, mau sekolah tapi hujan tapi yang punya mobil tak mau mengantar, hahaha... lucu kan, mas!" ucap Anggi sambil tertawa miris hingga tanpa sadar sudut matanya sudah basah saat mengingat masa lalunya.


"Sssttt... sudah, jangan ingat lagi masa lalu, aku janji akan melakukan semua yang terbaik untuk anak-anak." Diwangga mencoba menenangkan dengan mengusap punggung tangan Anggi


Adam yang melihat interaksi antara Anggi dan Diwangga seketika merah padam. Seolah ada luapan api yan bergejolak dari dalam dadanya.


"Nggi, mari kita kembali bersama! Mari kita menikah lagi." ucap Adam lantang membuat Anggi dan Diwangga tercengang

__ADS_1


Halo semua , makasih ya masih setia membaca ceritaku. Bagi yang baca dari awal pasti liat nih covernya hari ini beda! Iya nih, itu hadiah dari noveltoon jadi covernya diganti sama pihak noveltoon walau sebenarnya kurang sesuai krn karakteristik tokoh utamanya kan sekarang pake hijab tapi gpp lah, yang penting covernya bagus.


Happy reading semua.🥰


__ADS_2