Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.153 (S2) Pengakuan Kentaro II


__ADS_3

"Dasar brengs*k! Anak kurang ajar. Sialan!" umpat Azam emosi.


Bugh ...


Bugh ...


Bugh ...


Sebuah pukulan mendarat di pipi kanan, kiri, dan perut Kentaro membuat Kentaro terhuyung dan terhempas ke lantai yang dingin.


"Aaargh ..." Kentaro meringis sambil memegangi perutnya. "Ampun, bang! Ampun, Ma! Kenta khilaf, Ma. Ma, tolong maafin Kenta, Ma!" raung Kentaro tapi Ratna tak bergeming. Ia sudah kadung kecewa dengan perbuatan anak bungsunya itu.


"Ma, tolong, jangan diam, Ma! Bang, maafin Kenta , bang! " racaunya lagi.


Azam mendengus saat mendengar permohonan maaf Kentaro. Rahangnya mengetat, wajahnya merah padam, dan matanya berkaca-kaca tak habis pikir dengan perbuatan adiknya yang sudah sangat sangat tercela.


"Maaf? Apa dengan satu kata maaf dapat mengembalikan kehormatan gadis yang telah kau nodai itu, hah?" bentak Azam. "Kau ... kau itu lahir dari rahim seorang ibu, tak berpikirlah kau sakitnya hati mama saat mengetahui anak kesayangannya melakukan perbuatan hina seperti itu? Jangan karena n*fsu setan kau jadi mengabaikan kehormatan seorang wanita dan norma agama yang kau anut! ****, Abang nggak tau lagi harus bicara apa! Kau ... kau sangat keterlaluan, Ken! Abang, sangat-sangat kecewa padamu." Azam mengusap wajahnya hingga ke rambut dengan kasar.


"Katakan, siapa gadis itu? Dan dimana keberadaannya? Lalu, kapan kau melakukan hal itu? Sudah berapa lama?" cecar Ratna datar. Ia mencoba mengontrol emosinya yang menggebu. Ia harus berfikir waras saat ini. Yang ia pikirkan, bagaimana nasib gadis itu? Benarkah gadis itu kini tengah hamil?


"Ken ... Ken nggak tau, Ma dia dimana sekarang. Ken melaksanakan satu bulan yang lalu. Ah, lebih dari satu bulan yang lalu. Dan semenjak malam itu, dia tiba-tiba menghilang. Saat Ken buka mata, dia sudah nggak ada. Dia pergi, Ma. Jadi ... buat apa kita pikirkan kan, Ma. Toh, dia saja pergi! Artinya dia mau sendiri, nggak butuh pertanggungjawaban Ken, kan!"


"Sialan, kau masih saja egois, Ken! Dia pergi pasti bukan karena nggak butuh pertanggungjawabanmu, tapi takut kamu melakukan hal yang sama. Takut kau mengulanginya lagi. Otakmu sebenarnya dimana sih, Ken!" bentak Azam lagi .


"Ken, kau mama beri ASI hingga genap 2 tahun. Perjuangan hamil dan melahirkan dirimu dulu kau tau sangat berat. Apalagi saat mama harus menjadi single parent di usia kandungan 3 bulan, hal itu berat nak. Beruntung dulu mama masih memiliki nenek kalian, tapi kita nggak tau bagaimana dengan gadis itu? Apakah dia memiliki keluarga? Kalaupun punya, apa keluarganya akan menerima? Pernahkah kau pikirkan bagaimana nasib gadis yang telah kau nodai itu, nak? Nak, hati mama hancur melihat anak mama jadi seperti ini. Anak yang mama besarkan dengan penuh perjuangan. Anak yang mama besarkan dengan penuh cinta, tapi mengapa kau ... kau ... Astaghfirullah ... astagfirullah ... astaghfirullah ..." Ratna terus beristighfar sambil memukul dadanya yang terasa sesak.


"Ma ... maafin Kenta, Ma. Kenta mohon, maafin Kenta Ma!" Kenta bersujud di bawah kaki Ratna memohon maaf dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Dosa terbesarmu bukan pada mama, Ken! Tapi pada gadis itu. Katakan, siapa gadis itu? Kalaupun dia menghilang, mama dan Abang akan berusaha mencarinya." ujar Ratna lirih.


"Na ... namanya ... namanya Jeje Ma, nama panjangnya Jelita Mayangsari" ujar Kentaro gagap.


Sontak saja, Ratna dan Azam saling berpandangan dan membelalakan matanya.


"Apa ... apa katamu tadi? Je ... Jelita? Benar namanya Jelita?" tanya Ratna tergagap.


"Iya, Ma, Bang. Namanya Jelita. Dia rekan sesama model di agensi Tante Moza."


Ratna memijit pelipisnya karena kepalanya terasa pening luar biasa. Ia tak menyangka gadis yang ditolong putra sulungnya ternyata adalah korban perkosaan putra bungsunya. Ia tak menyangka anak yang ada di dalam kandungan gadis yang bekerja dengannya adalah calon cucunya.


Ratna lalu mengeluarkan ponselnya. Ia membuka galeri yang menyimpan fotonya berdua dengan Jelita. Disodorkannya ponsel itu agar Kentaro melihat benarkah gadis itu yang ia maksudkan.


Dan kini giliran Kentaro yang membelalakan matanya.


"I ... itu ... itu Jeje, Ma. Dia gadis itu. Tapi ... tapi bagaimana mama ada fotonya dengan Jeje?" cecar Kentaro tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Abangmu yang menolongnya ketika ia pingsan di tengah jalan dan hampir ditabrak mobil. Dan kini dia bekerja bersama mama. Dan seperti dugaan kita semua kalau gadis itu tengah hamil dan mama yakin itu adalah anakmu." tegas Ratna dengan sorot mata penuh kekecewaan.


"Ap ... apa, Jeje hamil? Benarkah?" Ratna mengangguk mantap pun Azam yang masih berdiri sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


"Ma, bisa Kenta bertemu dengannya?" mohon Kenta.


"Nggak, dia nggak perlu tau kamu ada di sini. Dia juga nggak perlu tau kalau kamu adalah anak mama. Kamu juga nggak perlu bertemu lagi dengannya. Bukankah kamu sudah melupakannya dan tidak menginginkan dirinya. Ingat, kamu sudah mengabaikannya jadi untuk apa kamu bertemu dengannya, hah?" tukas Ratna dengan nada mencemooh.


"Tapi Ma, dia kan sedang hamil anak Kenta. Anak itu butuh ayahnya."

__ADS_1


"Kamu tenang aja, anak itu takkan kekurangan kasih sayang karena Abang yang akan menikahinya." pungkas Azam sambil menyeringai.


"Hah. Nggak, nggak, itu nggk bener kan, Ma! Abang cuma bercanda kan, Ma. Please, Ma, ngomong, apa yang dikatakan Abang itu bohong kan!" racau Kentaro dengan nada frustasi.


"Abang kamu nggak bohong. Dia mengatakan yang sebenarnya. Abang kamu akan segera menikahi Jelita."


brukkk ...


Kentaro jatuh terkulai di lantai ubin yang dingin.


'Nggak ... nggak ... itu nggak boleh terjadi.' gumam Kentaro pelan sebelum kesadarannya hilang.


Ratna dan Azam yang melihat Kentaro tiba-tiba hstuh dan tak sadarkan diri pun bergegas mendekati Kentaro dan memanggil tim medis untuk memeriksa keadaannya.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang telah cukup lama mendengar pembicaraan mereka dengan wajah murung.


'Lucu, perempuan itu hamil oleh adiknya dan akan dinikahi oleh kakaknya. Keanehan macam apa ini. Azam akan segera menikah? hufth ...' seseorang itu menghela nafas berat. Sepertinya ia memang tak pernah memiliki kesempatan untuk mendapatkan pria idamannya tersebut.


...***...


Di kediaman Suseno


'Ngga, bisa malam ini kamu makan malam di sini? Ada teman lama papa mau makan malam di rumah. Dia juga sekaligus ingin bicara serius dengan kamu dan papa." ujar Suseno melalui sambungan telepon.


"Baiklah, pa. Nanti Angga dan Anggi serta anak-anak akan kesana. Tapi teman papa yang mana? Apa Angga tau?" tanya Diwangga.


"Dia sama seperti kita, sama-sama pengacara. Dia rekan seperjuangan papa. Ia pengacara hebat juga tapi sudah lama ia tak mau menangani kasus besar dan lebih memilih menangani kasus kecil dan membantu masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan jasa hukum. Mungkin kamu akan senang bertemu dengannya nanti." ujar Suseno.

__ADS_1


...***...


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2