Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.112 (S2) Ketemu


__ADS_3

"Pagi ..." sapa dr. Alan pada Stefani.


"Pagi juga, dok ." sahut Stefani dengan tersenyum lebar. Senyum yang selalu seolah melumpuhkan saraf Alan. Senyum yang selalu membuat dadanya berdebar. Senyum yang selalu membuat lelahnya menjadi bugar. 'Ah, senyum itu! Kapan senyum itu bisa jadi milikku sepenuhnya.' batin dr. Alan.


"Sudah sarapan?" tanya dr. Alan lagi seraya memeriksa tekanan darah Stefani.


"Sudah, dok. Kalau dokter?" tanya Stefani balik


"Sebenarnya sudah, tapi kok setelah liat kamu jadi lapar lagi, ya! Hmm ... aku tau, mungkin karena kita belum pernah sarapan bareng kali ya!" ujar dr. Alan sambil terkekeh.


"Kayaknya bukan deh. Mungkin itu karena dokter cacingan, jadinya bawa'annya lapar melulu." timpal Stefani sambil terkekeh.


"Kalau cacingnya kamu sih, nggak masalah." sahut dr. Alan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ehem ... cie cie, pak dokter ternyata bisa gombalin pasien juga nih ye! Mentang-mentang pasiennya cantik jadi digodain." ledek salah seorang perawat yang bertugas mengganti labu infus Stefani.


Wajah Stefani sudah memerah karena menahan malu. Bisa-bisanya ia terpergok saat digoda dr. Alan. Ia hanya bisa pura-pura menatap ke arah lain agar perawat itu tak melihat perubahan warna wajahnya.


"Bukan cuma cantik, sus. Tapi sangat cantik." sahut dr. Alan tanpa malu-malu.


'Ampun dah nih orang nggak ada malu banget. Dasar dokter gombal.' Stefani mencibir dalam hati.


.


.


.


Aglian tampak uring-uringan sendiri setelah memandangi satu persatu foto dan video yang dibagikan Luna di Story WhatsApp Luna. Bahkan ia sampai tak bisa memejamkan mata barang sejenak padahal jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul 4 subuh. Aglian mengumpat dalam hati mengapa ia bisa uring-uringan sendiri hanya karena melihat Story WhatsApp itu. Ingin rasanya Aglian segera terbang menuju Bali , menemui gadis nakal yang kadang membuatnya kesal sendiri itu. Namun sayang saat ini ia memiliki hal yang harus lebih diutamakan, yaitu menemukan keberadaan ayah Stefani. Jadilah ia mengurungkan niatnya itu.


"Dia sudah bangun belum, yah? " gumam Aglian seraya memutar-mutar ponselnya di tangan


Tak mau rasa penasaran itu makin mengusik pikirannya, gegas Aglian kembali meraih ponsel yang sempat dilemparkannya ke atas kasur. Ia pun mulai mengetik sebuah pesan.


"Dimana?" send.


1 menit


2 menit


5 menit


10 menit

__ADS_1


Aaargh....


Aglian makin kesal sampai guling-guling kesana kemari.


"Awas ya gadis nakal kalau sampai berbuat macam-macam! Hmm ... sepertinya aku harus kirim orang untuk mengawasinya. Aku tak mau terjadi sesuatu pada gadis nakal itu. Ya, baiklah!" gumam Aglian seraya mengusap dagunya dengan jari telunjuk dan jempolnya.


Aglian kemudian menghubungi anak buahnya dan menginstruksikan menjaga dan mengawasi gerak-gerik Luna dan melaporkannya padanya. Setelah memberikan instruksi tersebut, akhirnya Aglian dapat memejamkan matanya. Sungguh tidur malam yang telat sebab hari sudah menjelang pagi.


.


.


.


tok tok tok ...


"Luna ..., bangun Lun! Loe nggak lupa kan kita mau kemana hari ini!" pekik Kentaro dari depan pintu.


"Ck ... perasaan gue belum lama deh tidur, udah disuruh bangun lagi." gerutu Luna saat ia baru saja terbangun dari tidurnya. "Iya ... iya, aku nggak lupa kok" sahut Luna dari balik pintu. Ia tak keluar sebab ia hanya memakai baju tanktop dan celana hotpants.


"Tirai air terjun Tukad Unda, i'm coming. " pekik Luna girang setibanya di lokasi pemotretan Tirai Air Terjun Tukad Unda.


Sungai Unda adalah sungai terpanjang di Bali dan masyarakat lokal menyebut sungai Unda dengan nama Tukad Unda. Daya tarik utama yang membuat banyak orang bahkan pasangan calon pengantin memilih Tukad Unda sebagai tempat sesi photo karena di Tukad Unda Klungkung terdapat DAM yang dialiri air sungai. Aliran air sungai pada DAM terlihat seperti tirai air, sehingga terlihat cantik sebagai latar belakang photo prewedding. Tirai air inilah yang memberi nama lain pada dam Tukad Unda, yaitu tirai air terjun Tukad Unda Klungkung. Untuk dapat melakukan foto-foto di Dam Sungai Unda Klungkung, Anda tidak boleh takut dengan ketinggian.



"Ngapain tanya-tanya?" omel Luna namun tak pelak dibalasnya juga pesan itu. Hingga dalam beberapa detik, ternyata pesannya dibalas dengan sebuah video call oleh Aglian.


"Hei gadis nakal, kamu beneran lagi di Bali?" tanya Aglian to do point'.


"Idih, mas Lian udah kayak pacar yang posesif aja pake banyak tanya segala ." cibir Luna.


deg ...


'Iyakah aku seperti itu?'


Aglian segera menetralkan rasa kesalnya karena Luna pergi tanpa sepengetahuannya.


"Bukan gitu Lun, kamu kan dalam penjagaan Anggi. Aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu yang akhirnya justru membuat Anggi cemas." kilah Aglian .


"Iya iya, mas. Tenang aja , Luna bakal hati-hati and nggak macem-macem kok. Palingan cuma semacem aja ." ujar Luna sambil nyengir menunjukkan deretan giginya yang putih.


Mata Aglian melotot.

__ADS_1


"Biar cuma semacem, tetap nggak boleh!" Aglian mendelik.


"Yeay, Luna kan cuma mau foto-foto, mas. Sekalian kerja. Emang salah?" Luna memanyunkan bibirnya membuat Aglian gemas sendiri. 'Udah mulai mau mancing di air yang keruh toh kamu gadis nakal! Bibir pake dimajuin segala. Astaga, aku kenapa sih, kok jadi kayak abg labil kayak gini .' rutuk Aglian dalam hati. "Tuh, liat pemandangannya bagus kan! Kapan lagi bisa jalan-jalan ke tempat bagus kayak gini, coba?" ucap Luna sambil mengarahkan kameranya ke tirai air terjun Tukad Unda.


"Mas bisa wujudkan apapun yang kamu mau. Mau kemana pun akan mas temenin kalau kamu mau ."


"Hah! Serius , mas? Mas Lian nggak bohong, kan! Ah ntar cuma jambu doang!"


"Jambu?" Dahi Aglian berkerut-kerut memikirkan apa maksud perkataan Luna.


"Jambu, janji busuk ." tukas Luna sambil terkekeh.


"Hei, mas bukan pembual ya! Mas serius."


"Beneran ya


"Bener, mas Lian janji." ucap Aglian sebelum sambungan video mereka berakhir.


Aglian tampak senyum-senyum sendiri setelah melakukan video call dengan Luna.


"Hah, akhirnya jadi semangat lagi. Semoga hari ini juga ada kabar baik dari anak buah Doni tentang keberadaan paman Steven." gumam Aglian seraya memasangkan dasinya sendiri. "Kalau punya istri, enak kali ya, jadi ada yang bantu urusin termasuk pasangin dasi." gumam Aglian sambil senyum-senyum sendiri. "Tapi kan Stefani mutusin gue. Huftth, apa dia serius? Bukannya dia sendiri dulu bilang pingin nikah sama gue." Aglian tampak galau lagi . "Hah, sudahlah. Kalau jodoh juga nggak kemana. Siapa pun jodohku nanti, semoga itu yang terbaik." ucap Aglian tak mau ambil pusing. Ia ingin fokus pada pencarian ayah Stefani dan pengobatan Stefani terlebih dahulu .


Lain halnya dengan Luna. Kentaro saat itu tampak bersungut-sungut kesal karena melihat Luna bervideo call dengan Aglian. Ia bahkan sampai mengomel-ngomel tak jelas.


"Loe ini aneh , dasar kentang. Emang salah gue video call sama sodara kakak angkat gue? Dia baik kok. Bahkan tanpa dia, mbak Anggi pasti nggak bakal ketemu sama saudaranya." Kini giliran Luna yang bersungut kesal.


"Bukan gitu Lun, gue ... gue nggak suka kalau loe dekat sama lelaki lain. Loe tau kan, gue itu suka sama loe, Lun. Kapan sih loe mau balas cinta gue?" ucap Kentaro pelan berharap Luna mengerti perasaannya.


"Please deh, Ken. Gue kan dah bilang berkali-kali sama loe kalau gue itu lebih nyaman sahabatan sama loe. Gue nggak mau rusak persahabatan kita dengan kata cinta. Udah, sana gih! Make up loe udah kelar." ucap Luna sambil membereskan peralatan makeup nya setelah selesai merias wajah Kentaro agar lebih segar di depan kamera.


'Ck ... harus kayak gimana lagi, Lun gue yakinin loe kalau gue itu cinta banget sama loe.' gumam Kentaro frustasi.


.


.


.


"Tuan, kami sudah menemukan tuan Steven. Dia kini tinggal dengan istri dan putranya yang baru berusia 5 tahun." ucap Doni dari seberang telepon.


"Bagus, kirimkan alamatnya segera! Aku akan segera kesana." sahut Aglian.


"Baik, tuan."

__ADS_1


'Syukurlah, akhirnya ketemu. Semoga ayahmu bersedia diperiksa kecocokan sumsum tulang belakangnya dan yang paling penting semoga cocok. Aku akan mengusahakan apapun caranya agar kau sembuh, Stef.' Aglian bernafas lega saat tau keberadaan ayah Stefani telah ditemukan.


__ADS_2