Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.120 (S2) Sahabat terbaik


__ADS_3

Selepas mengantar Luna pulang ke rumah, Aglian meminta sopirnya mengantarkannya ke rumah sakit tempat Stefani dirawat. Sedangkan, Robi sudah pergi ke kantor Angkasa Grup dengan menaiki taksi.


Ceklek ...


"Assalamualaikum." ucap Aglian setelah membuka pintu kamar perawatan Stefani.


Aglian sontak terkejut hingga mulutnya menganga saat melihat Stefani sedang disuapi makan oleh dr. Alan.


Stefani dan dr. Alan seketika salah tingkah ketika melihat kedatangan Aglian yang tiba-tiba.


"Eh, Li ... Lian, kamu datang." ucap Stefani terbata.


"Hmm ... baru sarapan?" tanya Aglian setelah berdiri di sisi Stefani.


"Iya, aku bosan makanan rumah sakit jadi nitip Alan minta beliin nasi uduk." ujar Stefani sambil melirik dr. Alan yang sedang mengarahkan sesendok nasi ke mulut Stefani.


Sebenarnya Stefani sudah merasa tak enak hati di depan Aglian saat dr. Alan tetap melanjutkan menyuapinya. Apalagi mereka dulu pernah bersama sebagai sepasang kekasih. Walaupun kini mereka telah kembali bersahabat, tapi tetap rasanya kurang nyaman. Namun mau bagaimana lagi, tangan kanannya masih terpasang jarum infus, ia tentu kesulitan untuk makan sendiri.


"Udah cukup, Lan." ujar Stefani saat dr. Alan ingin menyuapkan nasi lagi.


"Tapi kan ini belum habis! Kamu baru makan sedikit banget."


"Cukup, Lan. Aku udah kenyang."


Semua interaksi dr. Alan dan Stefani itu cukup menyita perhatian Aglian. Ia sampai mengernyitkan dahinya melihat interaksi tak biasa itu.


"Kayaknya aku banyak ketinggalan informasi nih!" interupsi Aglian membuat kedua orang itu menoleh.


"Maksudnya?" tanya Stefani.


"Kalian ... kalian kayaknya makin dekat ya!" seru Aglian dengan tersenyum tipis.


"Tentu kami dekat. Fani kan udah jadi pasienku selama satu tahun jadi wajar kami makin dekat." jawab dr. Alan santai.


Aglian mengangguk-anggukan kepala seraya mengusap dagunya.


"Oh ya Fan, ayah kamu sudah bersedia untuk mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Tinggal menunggu hasil pemeriksaan kecocokannya saja. Semoga saja cocok jadi kamu bisa segera melakukan operasi." beritahu Aglian dengan seulas senyuman.


"Makasih ya, Lian. Kamu emang sahabat terbaikku." ucap Stefani tulus yang dijawab anggukan oleh Aglian.

__ADS_1


...


"Lun, gimana, kamu bawain kan oleh-oleh pesenan aku?" tanya Lia antusias saat melihat kepulangan Luna dari pulau Bali.


Luna mengerucutkan bibirnya. Boro-boro membeli oleh-oleh, masuk ke toko penjual makanan khas Bali saja ia tak sempat karena terburu-buru pulang akibat dipaksa oleh Aglian.


"Kita pesan online aja ya, Li. Sorry, bukan nggak mau beliin tapi gue bener-bener nggak sempat. Harusnya kan gue pulang malam ini, jadi rencananya beli oleh-olehnya siang hari, tapi mas Lian malah maksa gue pulang pagi ini jadi nggak sempet deh." gumam Luna dengan mengerucutkan bibirnya.


"Yah, gimana sih, Lun. Eh, tunggu-tunggu, apa kata loe tadi, mas Lian maksa loe pulang pagi? Emang mas Lian ikut pemotretan? Apa Mas Lian juga model? " cerocos Lia .


Tita hanya geleng-geleng kepala. mendengar pertanyaan beruntun dari Lia.


"Udah Lia, banyak tanya banget sih loe! Buruan ke toko gih, sekalian anterin Raju dan Aji sarapan. Keburu banyak pelanggan, ntar mereka nggak sempat makan." pungkas Tita supaya Lia menghentikan pertanyaan konyolnya.


"Iya nih, sono pergi! Gue mau istirahat. Capek jawabin pertanyaan loe yang nggak ada habisnya." timpal Luna seraya mengeluarkan pakaian kotornya dari dalam koper.


Ting ...


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Luna. Gegas ia buka pesan itu dan membacanya.


Kentang💌


Luna💌


[Beb beb beb bebek.😂 Udah, barusan.]


Kentang💌


[Ntar malam dinner ,yuk!]


Luna💌


[Liat aja ntar. Dah, gue mau nyambung molor.Bye.]


Setelah membalas pesan Kentaro, Luna letakkan kembali ponselnya ke atas nakas lalu ia kembali mengemas pakai dan memisahkan pakaian bersih dan kotor.


Sementara itu, di agensi model milik Tante Kentaro di Bali, tampak Jelita sedang berbicara serius dengan Zola, sang pemilik agensi model. Ia menyatakan ingin mundur dari agensi yang telah membesarkan namanya tersebut. Jelita berdalih ia mendapatkan tawaran bekerja di agensi lain milik keluarganya. Perdebatan pun tak dapat dielakkan sebab Zola tidak terima Jelita ingin keluar dan pindah ke agensi lain sebab Jelita adalah salah satu model papan atas yang banyak diminati. Sudah banyak brand baik itu pakaian , perhiasan, maupun kosmetik yang menggunakan namanya, tentu ia akan merasa dirugikan bila Jelita tidak lagi berada dalam naungan agensinya.


"Nggak bisa begini Je, saya yang sudah susah payah membesarkan nama kami, malah kamu seenaknya mau pindah ke agensi lain." murka Zola.

__ADS_1


"Maaf Bu, tapi saya sudah tanda tangan kontrak, kalau saya mangkir, keluarga saya yang akan jadi taruhannya karena saya tak mungkin membayar pinalti." dusta Jelita.


"Memangnya berapa nominal pinaltinya?" tanya Zola. Bila nilainya tak terlalu tinggi, ia lebih memilih mengeluarkan uang daripada kehilangan model andalan seperti Jelita.


Jelita yang panik langsung memutar otak agar Ia tetap bisa keluar dari agensi itu. Bagaimana pun ia sudah bertekad untuk menjauhi Kentaro. Bila ia masih berada di agensi itu, tentu akan sulit baginya untuk menghindari Kentaro.


"1M, Bu." jawab Jelita asal. Ia sudah was-was bila tiba-tiba Zola menyanggupi membayar pinalti itu.


"Hah! Kamu serius? Memangnya kamu dikontrak agensi mana sih sampai pinaltinya sebesar itu?"


"Camelia Models Indonesia, Bu." jawabnya lagi-lagi asal. Padahal ia belum mendapatkan kontrak di agensi manapun. Pikirnya, yang paling utama ia harus melarikan diri dari agensi neraka itu. Lanjut kerja kemana, itu urusan nanti.


"Huft ... aku pikir nominalnya nggak terlalu besar, tapi ternyata ... huh, ya sudahlah kalau ini sudah jadi keputusanmu. Tapi bila kau mau kembali lagi suatu hari nanti, datang saja kemari. Ibu akan menerimamu dengan tangan terbuka." ucap Zola tulus.


Jelita sangat lega akhirnya ia bisa keluar dari agensi neraka itu. Walaupun banyak suka duka selama ia bekerja di sana, tapi ia tetap harus melakukan ini sebelum sesuatu yang tak diinginkannya terjadi.


Setelah berpamitan dengan Zola, Jelita pun langsung undur diri. Ia tidak ikut penerbangan bersama rekan-rekannya seperti sebelumnya. Ia ikut penerbangan dengan maskapai di waktu yang lain pula. Tentu hal tersebut menjadi tanda tanya Kentaro saat telah berada di pesawat. Matanya sibuk memindai kesana kemari mencari Jelita, tapi tak kunjung ia temukan.


"Cari apa, loe Ken?" tanya Deka, sesama rekan model Kentaro. "Cari Jeje?" lanjutnya yang diangguki oleh Kentaro.


"Loe nggak tau? Loe kan Deket sama dia kok loe nggak tau dia udah keluar dari agensi kita." jelas Deka.


"Hah! Serius loe! Siapa yang bilang?" Kentaro tampak sangat terkejut saat baru mengetahui bahwa Jelita sudah tidak bekerja di agensi mereka lagi.


"Bu Zola sendiri tadi yang bilang sebelum Jeje pamitan. Loe sih tadi ngilang kemana jadi ketinggalan informasi kan."


Kentaro meraup wajahnya frustasi. Ia tak menyangka Jelita sampai keluar dari agensi demi menjauhinya.


'Semoga dia masih tinggal di apartemen miliknya.' gumam Kentaro.


.


.


.


Makasih ya yg masih setia nangkring di ceritaku. Mohon maaf brp hr ini telat update. Sebenarnya bkn telat update sih, tp NT-ku ntah kok eror, lama bgt reviewnya jd terbitnya jg lama. Update malam terbitnya besok siang kadang malam. 😢


Smg bisa normal lagi kayak biasa jd gk perlu nunggu lama2 .

__ADS_1


__ADS_2