Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch.57 Poor Adam II


__ADS_3

"Ayo cepat jawab aku, siapa yang brengsek di sini? Bahkan kau menduakan istrimu yang sangat baik hati itu. Kau mengabaikan Anggi dan anak-anaknya. Kemudian kau menceraikan Anggi setelah semua pengorbanannya, apa itu bukan brengsek namanya hah? Kau bahkan menusuknya dari belakang dengan lebih parah. Kau menyakitinya, melukainya, apa sebutannya kalau bukan brengsek, bedebah?" teriak Anton murka


"Kau tau, aku, aku bahkan sudah sangat mencintainya lebih dahulu dari kau, tapi hanya karena kau lebih cepat selangkah dari ku, jadi kau yang mendapatkannya. Aku pikir hidupnya bahagia karena awalnya aku melihatnya bahagia, tapi ternyata kau menghancurkan dirinya, melukainya, kau tau rasanya di sini?" tunjuk Anton pada dadanya. "Sakit.. sangat sakit... sesak, perih, aaargh..." geram Anton frustasi


Deg...


Adam membeku di tempatnya. Apa ia tidak salah dengar tadi, Anton mencintai Anggi. Sejak lama?


"Aku mencintai Anggi sejak SMA, kalau kau penasaran." seakan tau apa yang ingin Adam tanyakan, Anton memberi tahu terlebih dahulu.


Adam baru ingat, Anggi, Sulis, dan Anton dulu satu sekolah dan satu tingkatan. Tentu mereka saling mengenal. Tapi apa kata Anton tadi, ia sudah mencintai Anggi sejak SMA, lalu kenapa ia menikahi Sulis, batin Adam bertanya-tanya.


"Kalau kau mencintai Anggi, kenapa kau menikahi Sulis, adikku?" sinis Adam


"Untuk mengawasimu." jawab Anton santai. "Sekalian mencari kesempatan untuk mendapatkan Anggi." jawabnya sambil terkekeh. "Tapi sayang, Anggi bukanlah seperti wanita yang jadi istrimu sekarang. Ia terlalu setia. Bahkan setelah disakiti, dilukai, diabaikan, dia tetap setia." ujarnya miris. "Tapi mungkin, kesabarannya sudah mencapai ambang batas dan akhirnya ia meninggalkanmu." ujarnya lagi sambil tergelak bahagia.


"Kau tau, aku benar-benar bahagia, akhirnya ia dapat melepaskan diri dari pria brengsek sepertimu. Aku bahagia, sangat bahagia. Semoga aku memiliki kesempatan memilikinya." ujar Anton sambil menyeringai


"Sialan. Kau pikir aku akan membiarkannya, hah!" teriak Adam


Bugh...


Karena emosi yang meletup-letup akibat kalimat demi kalimat provokasi yang dilontarkan Anton, Adam kembali kalap dan melepaskan tinjunya tepat di wajah Anton hingga berkali-kali tanpa memberikan kesempatan untuk membalas.


"Anton..." teriak Adinda. "Mas Adam, berhenti, dia bisa mati mas. Berhenti." teriak Adinda hendak membantu Anton


"Dasar wanita murahan, masih berani bersuara kamu, hah? Kau pikir aku akan mendengarkanmu setelah semua perbuatanmu di belakangku, hah?" teriak Adam sambil menarik rambut Adinda dan menyentaknya hingga ikut tersungkur di lantai


"Karena kau hidupku hancur, karena kau, aku kehilangan istri dan anak-anakku, semua karena kau ,dasar jal*ng tak tahu malu." desis Adam


"Anggi lagi, Anggi lagi, apa sih bagusnya wanita kampungan seperti dia hah sampai kalian berbuat seperti ini, apa?" teriak Adinda frustrasi

__ADS_1


"Tutup mulut kotormu itu!" desis Adam sambil mencengkram rahang Adinda. "Jangan pernah sebut nama Anggi dengan mulut kotormu itu dan jangan sebut ia wanita kampungan lagi, karena dibandingkan kau, dia jauh bahkan sangat jauh lebih baik dan sempurna. Aku memang bodoh, bisa-bisanya terjerat rayuan seorang jal*ng seperti mu." desis Adam


"Dengarkan aku, jal*ng, mulai saat ini, detik ini, aku ceraikan kau Adinda Safitri dengan talak tiga." ucap Adam dengan satu tarikan nafas. "Dan mulai sekarang, kau bukan lagi istriku. Jadi sebelum aku berbuat yang lebih menakutkan lagi, segera kemasi barangmu dan pergi dari rumahku, sekarang juga." titah Adam tegas tak dapat dibantah


"Tapi mas! Aku mohon, jangan ceraikan aku, mas. Aku mohon, aku mencintaimu,mas. Tolong, mas. Jangan usir aku. Aku harus kemana bila kau mengusirku." Adinda menghiba sambil terisak. Air matanya bahkan telah membanjiri pipinya


"Aku takkan menarik kata-kataku. Sekali cerai tetap cerai. Aku sudah tak sudi memiliki istri yang kotor seperti dirimu. Terserah kau mau tinggal dimana, itu bukan urusanku lagi. Sekarang cepat bereskan barangmu lalu pergi dari sini. Cepat, jangan sampai kesabaranku habis." titah Adam tegas


"Ada apa ini? Mengapa kamar ini begitu kacau, Adam?" tanya Bu Tatik yang tiba-tiba telah ada di depan pintu kamarnya.


"Mas Anton." pekik Sulis terkejut melihat kondisi Anton yang mengenaskan karena wajahnya sudah babak belur. "Mas Adam, kau apakan mas Anton, hah?" teriak Sulis emosi


"Berhenti kau mempedulikan laki-laki kurang ajar itu, Lis. Dia itu brengsek ,kau tahu. Dia bermain api di belakang ku dengan Dinda. " jawab Adam


"Jangan mengada-ada, mas. Itu nggak mungkin. Mas Anton sangat mencintaiku." kilah Sulis


"Cih, kau masih saja bodoh. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, kau tau. Aku memergoki mereka sedang melakukan hubungan terlarang di sini, di kamarku, di ranjangku, mereka benar-benar biadab. Dan kau bilang apa tadi, dia mencintaimu? Kau salah, dia tidak mencintaimu. Dia hanya mempermainkanmu. Jadi berhenti menangisi bedebah itu!" bentak Adam


"A-apa kau bilang, Dam? Dia - dia berselingkuh dengan Dinda, istrimu? Di sini? Di kamarmu? Di ranjangmu?" tanya Bu Tatik terbata


"Ba-bagaimana bisa? Kenapa?" ucap Bu Tatik terbata dengan sebelah tangan sibuk memegang dadanya


"Ya bisa dong ,ma. Istri putra kesayangan mama aja mau, kenapa nggak bisa. Jangan bilang mama mau marah, kan mama sendiri mendukung saat mas Adam berselingkuh dan lebih memilih Dinda dibandingkan Anggi ,istri mas Adam yang sudah jelas-jelas sempurna." ucap Anton dengan nada mengejek


"Mas Anton, jadi kau benar-benar selingkuh dengan mbak Dinda?" tanya Sulis terbata, air mata pun sudah membanjiri seluruh wajahnya. Berkali-kali ia seka air mata itu, namun tetap saja mengalir.


"Ya, mas Adam tidak berbohong. " ucap Anton santai seraya mengenakan pakaiannya yang belum sempat ia pakai


"Ka-kau be-nar-be-nar ...."


brukkk...

__ADS_1


Tiba-tiba Bu Tatik jatuh pingsan sebelum sempat menyelesaikan ucapannya.


"Mama..." teriak Adam dan Sulis serentak


Mereka pun segera berlari mendekati Bu Tatik. Sulis segera memangku kepala Bu Tatik dan Adam mencoba membangunkan berkali- kali tapi Bu Tatik tak kunjung bangun.


"Kita harus segera membawa mama ke rumah sakit, mas." ujar Sulis dan Adam mengangguk. Segera ia mengangkat Bu Tatik menuju mobilnya. Sulis masuk terlebih dahulu, lalu Adam membantu membaringkan Bu Tatik dengan kepala di pangkuan Sulis. Setelah itu, Adam segera masuk ke bagian kemudi dan melajukan mobilnya membelah jalanan menuju rumah sakit.


"Kau masih mau di sini?" Anton bertanya pada Adinda yang masih tampak mematung hingga membuatnya tersentak


"Ah, iya aku akan pergi." ucap Adinda , lalu ia berlalu mengambil sebuah koper besar dan memasukkan semua barangnya ke dalamnya.


"Kau mau kemana setelah ini?" tanya Anton tapi Adinda mengedikkan bahunya tanda tak tau.


"Kau mau ikut denganku?'' tawar Anton. Adinda tampak menimbang dan akhirnya setuju


"Tapi aku mau mampir ke rumah orang tua itu dulu."


"Untuk apa?"


"Untuk mengambil barang-barangku dan barang yang bisa aku manfaatkan nanti. Bagaimana?" Adinda pun setuju


Di rumah sakit


"Dokter, tolong mama saya. Dia pingsan dan belum sadarkan diri hingga sekarang." panik Adam saat ia melihat dokter hendak masuk ke ruang pemeriksaan Bu Tatik


"Baiklah, bapak yang tenang ya! Saya coba periksa dulu." ujar sang dokter


Adam dan Sulis tampak duduk di bangku depan ruang pemeriksaan Bu Tatik. Tampak jelas guratan cemas di wajah kakak adik tersebut. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, barulah dokter yang bertugas memeriksa Bu Tatik itu keluar dari ruangan. Adam dan Sulis yang memang tampak sangat cemas itu , segera menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan mama saya, dok?" tanya Adam cemas

__ADS_1


"Ibu Anda ternyata terkena serangan jantung dan kini kami sedang terus memantau keadaan ibu jadi mohon bersabar untuk pemeriksaan selanjutnya ." ucap dokter itu


Adam dan Sulis terduduk lemas di bangku rumah sakit. Mata mereka menengadah ke langit-langit rumah sakit. Sungguh hari ini adalah hari terberat bagi seorang Adam. Tapi mau bagaimana lagi, ia hanya bisa menghadapinya.


__ADS_2