
Hari sudah beranjak sore, sudah waktunya Aglian dan Luna pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Aglian dan Luna pun segera mandi secara bergantian. Tahulah kalau mereka mandi barengan, maka waktu untuk mandi yang tak sampai 15 menit pun bisa jadi 150 menit.
Baru saja Aglian hendak merebahkan dirinya di ranjang, tiba-tiba rasa mual kembali menerjang membuat Luna panik setengah hidup.
"Mas, kamu nggak papa?" tanya Luna panik seraya memijit tengkuk Aglian.
"Badan Mas lemes, Na. Duh, rasanya pingin langsung baringan di sini aja." ujar Aglian yang masih berdiri seraya berpegang di pinggiran wastafel.
"Ye, masa' baringan di kamar mandi, entar di kira mama aku aniaya kamu." Luna mendelik. "Gini aja, entar aku kerokin ya, Mas." tawar Luna.
"Kerokin? Kerokin itu apa?" tanya Aglian bingung dengan kedua alis bertaut. Ia benar-benar tidak mengerti apa itu kerokin. Maklumlah, orang kaya taunya mah dikit-dikit ke dokter. Mana tau pengobatan tradisional yang ampuh nan uenak di badan.
Luna berpikir bagaimana cara mendeskripsikannya, "Udahlah, nanti mas tau sendiri kok. Pokoknya bisa bikin badan lebih enak. Dulu Luna, mbak Anggi, dan semua penghuni panti, kalau masuk angin pasti dikerokin Bu Yanti. Kalo nggak ampuh, baru deh ke dokter." ujar Luna sambil membantu Aglian merebahkan diri di ranjang. "Habis kerokan, minum teh hangat dicampur tolaksemriwing atau antasemriwing cair, dijamin tuh badan mas anget dan masuk angin minggat." imbuh Luna lagi.
Tanpa pikir panjang, Aglian pun manut saja apa yang Luna katakan.
Luna pun segera mengambil piring kecil dan mengisinya minyak zaitun yang dicampur freshpeduli lalu tak lupa sebuah koin.
Luna segera meminta Aglian membalik posisi menjadi tengkurap. Kemudian, dengan santainya, Luna mulai mengoleskan minyak yang dilanjutkan dengan proses kerokan.
Namun, baru saja koin menempel di tubuh Aglian, ia sudah menggelinjang hebat karena geli.
"Wadow, geli , Na! Ampun, Na, geli, mamaaaa , geli Na, geli Maaaa. Nanaaaa, geli stooppp! Mas geli, Naaaa!" pekik Aglian heboh membuat Davindra dan Ajeng berlarian menuju kamar Luna dan Aglian lalu menggedor pintu agar segera dibuka.
__ADS_1
"Luna, Lian kenapa kok jerit-jerit kayak orang kena KDRT gitu?" tanya Ajeng panik.
"Iya, kalian kenapa? Kalian nggak berantem kan?" tanya Davindra.
Luna mengerucutkan bibirnya kesal, "Luna cuma mau kerokin mas Lian, ma. Katanya mas Lian masuk angin kan obat ampuh untuk masuk angin itu ya kerokan." imbuh Luna. "Eh, belum apa-apa, Mas Lian nya udah teriak-teriak geli, kesel banget Luna. Ih, badan aja gede, tahan geli bentar aja nggak bisa." Luna menggerutu sebal.
Mata Ajeng dan Davindra melotot saat mendengar penuturan Luna lalu mereka berdua sontak tergelak.
"Ya mau gimana lagi sweetheart, Mas emang kegelian, nggak tahan. Mas mendingan dikeroyok orang 10 deh daripada dikerokin gini." ujar Aglian mencoba menjelaskan pada istrinya.
"Mas mau cepat sehat nggak sih? Kalau mau, ya harus nurut. Atau Luna nggak mau lagi urusin Mas nih!" ancam Luna dengan mata memicing.
"Eh, eh, jangan gitu dong sweetheart! Oke ... oke ... Mas coba tahan deh!"
Luna pun kembali mengoleskan minyak dengan ujung jarinya, lalu dengan terampil ia kembali menggerakkan koin di tubuh bagian belakang Aglian. Namun, lagi-lagi Aglian menjerit dan kali ini lebih parah dengan tangan dan kaki meronta-ronta.
Sesuai perkataan Ajeng tadi bahwa ia akan membantu, ia pun meminta bantuan Davindra untuk memegangi kaki dan tangan Aglian. Davindra memegangi kedua kaki Aglian, sedangkan Ajeng memegangi tangannya. Sehingga tak lama kemudian, kegiatan kerokannya pun berhasil.
Selepas dikerokin, Aglian segera beranjak ke cermin hias milik Luna dan membalikkan badannya . Dalam hitungan detik, terdengar suara teriakan Aglian, "Nanaaaa, kenapa badan mas berdarah - darah kayak gitu?" pekiknya panik.
Luna menepuk dahinya, "Astaga nagaaa, maaaas! Itu bukannya berdarah tapi ya gitu, merah kalau beneran masuk angin." imbuh Luna kesal. "Dasar, orang kaya! Dikerokin aja nggak tau." Luna berdecak kesal lalu meninggalkan Aglian yang bengong melihat Luna yang tampak kesal.
Tak berapa lama kemudian, Luna masuk kembali ke kamar mereka. Tak lupa ia membawa segelas teh hangat yang sudah ia campur dengan tolaksemeriwing. Aroma teh yang bercampur dengan tolaksemeriwing begitu menyegarkan di hidung Aglian membuatnya tak sabar untuk meminum teh itu dan benar saja, tubuhnya merasa hangat dan segar. Pun perutnya, kini terasa lebih nyaman setelah dikerok dan minum teh hangat tolak semeriwing ala Luna.
__ADS_1
...***...
Persiapan pesta pernikahan baik Stefani dan Alan, maupun Azam-Erika dan Kentaro-Jelita sudah hampir rampung. Luna tampak kebingungan sendiri bagaimana mengatur waktu untuk mendatangi kedua pesta tersebut apalagi bukan hanya hari yang sama tetapi waktu juga. Dan kedua pesta itu merupakan pesta orang-orang penting bagi mereka. Stefani merupakan sahabat Aglian dan Kentaro yang merupakan sahabat Luna.
'Aish, coba aja aku punya jurus kagebunshin no jutsu-nya Naruto, pasti bakal lebih gampang nih! Bisa datang ke pesta mereka semua dalam waktu bersamaan tanpa pusing kayak gini.' Luna menghela nafas panjang sambil memijit pelipisnya.
'Jangankan aku, mbak Anggi juga bingung. Di satu sisi mbak Stefani sahabat adiknya, di sisi lain Azam dan Kentaro anak pelanggan tetap Anggrek Fashion. Erika juga polisi yang membantu saat penangkapan Carlos. Jadi mereka semua orang-orang penting.'
'Ah, gini aja, kondangannya pisah aja kali ya! Aku datang ke undangan Kentaro terus mas Lian ke undangan Mbak Stefani.' gumam Luna sambil manggut-manggut. 'Eh, no no no, orang-orang kan banyak belum tau kalau mas Lian udah nikah, kalau dia dideketin cewek lain karena disangka masih single gimana? Nggak ... nggak ... aku nggak bisa biarin Mas Lian pergi sendiri. Entar, yang diijab siapa, yang di resepsi siapa . Aku yang diijab, cewek lain yang diresepsiin karena mas Lian kecantol cewek lain. No, itu nggak boleh terjadi!' gumam Luna dengan mata berapi-api.
...***...
Ribet sendiri si Luna.😂
Ya gitu deh, kalau kita dapat undangan barengan, sama-sama orang penting juga, suka bikin galau mana yang mesti didatengin duluan.😂🤣
...***...
...Sekali lagi, mohon dukungan dan votingnya ya all di battle popularitas karya. Terima kasih....
...&...
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1