Pesona Mantan Istri Yang Disakiti

Pesona Mantan Istri Yang Disakiti
Ch. 56 Serangan dadakan


__ADS_3

"Faster ,Din, ahhh , aku suka permainanmu." seringai Anton


"As you wish, An! Move, now!" titah Adinda yang saat itu berada di depan kedua kaki Anton


Adam yang sudah beberapa menit lalu berada di depan pintu berdecih jijik. Ia tak habis pikir bagaimana bisa ia tergoda oleh seorang jal*ng seperti Adinda. Bahkan ia sampai tega mengabaikan anak-anak dan istrinya di kala itu. 'Bodoh, kau memang bodoh, Dam! Kau melepaskan berlian hanya demi serpihan debu yang hanya membuat polusi dalam hidupmu. Kalau kerikil mungkin masih berguna untuk bahan bangunan, tapi ini serpihan debu? Cih, benar-benar memuakkan dan menjijikkan.' desisnya dalam hati


Prok prok prok..


Adam bertepuk tangan tepat saat mereka berganti posisi. Mereka mungkin tengah terlalu asik hingga tidak menyadari kedatangan Adam yang bahkan telah berdiri cukup lama memperhatikan adegan 21+ tanpa sensor itu.


Sontak mereka terkejut hingga Anton terjungkal ke lantai karena terkena terjangan kaki Adinda yang bergerak refleks. Gegas Adinda menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos, sedangkan Anton segera meraih cel*n* d*l*mnya dan dengan cepat memakainya.


"Mas Adam." ucap Adinda tercekat. "Se-sejak kapan mas Adam berdiri di sana? Mas, ini tidak seperti yang mas pikirkan!" cicit Adinda cemas.


Bagaimana ia tidak cemas, sungguh yang terjadi saat ini di luar ekspektasinya. Setahu Adinda, Adam takkan pernah meninggalkan pekerjaannya walau saat sakit sekali pun. Dia memang seorang pekerja keras dan disiplin. Karena itu dengan percaya dirinya, tanpa ragu ia melakukan hal-hal terlarang itu di rumah itu saat siang hari, di kamar mereka ,dan di ranjang tempat mereka biasa memadu kasih. Namun sekarang, ia benar-benar tak bisa berpikir jernih. Ia tak tahu sudah berapa lama Adam berada dan berdiri di sana . Apakah baru saja tiba, atau sudah lama, bila sudah lama, maka tamatlah riwayatnya. Pasti Adam akan langsung menceraikan dan mengusirnya, bahkan lebih parah dari itu, yaitu membunuhnya. Adinda bergidik ngeri membayangkannya.

__ADS_1


"Iya mas, ini tidak seperti yang mas Adam pikirkan." ucap Anton yang juga panik.


Tentu Anton panik, kini ia sudah tertangkap basah melakukan hubungan terlarang dengan istri dari kakak istrinya sendiri yang lebih tepatnya kakak iparnya sendiri. Ntah akan jadi apa ia setelah ini. 'Mampus, kenapa dia balik di jam segini sih! Biasanya juga belum. Ah, brengsek!' umpat Anton dalam hati


"Sejak kapan kau tanya? Sudah cukup lama, bahkan sebelum kalian berpindah posisi. Tidak seperti yang aku pikirkan? Menurutmu apa yang aku pikirkan, hm?" ucap Adam dengan menyeringai


"Mas, ka-mi, ka-mi ha-nya, hanya...." Adinda ingin berbicara namun lidahnya terasa kelu, jantungnya berdentam bertalu-talu, membuat setiap kata tak dapat terucap sempurna akibat terlalu gugup . Bahkan otaknya pun seakan tak berfungsi, sehingga tak mampu merangkai sebuah kalimat singkat pun untuk berkilah


"Hanya apa? Hanya bermain di belakangku? Hanya numpang berbagi peluh? Hanya ingin berbagi kenikmatan? Hanya ingin berbagi kehangatan? Hanya apa heh jalang? Katakan padaku , hanya apa?" teriak Adam


"Kau tau, aku benar-benar menyesal menikahimu wanita murahan. Gara-gara kamu ,aku harus kehilangan istriku, Anggi beserta anak-anakku. Anak-anakku bahkan tak mau bertemu denganku lagi karena kau, dengar semua karena kau wanita murahan." teriak Adam frustasi sambil melempar barang-barang yang ada di dekatnya


"Dan kau!" tunjuk Adam pada Anton. " Kau itu adik iparku, suami dari adikku, kenapa kau malah menusukku dari belakang hah? Kenapa kau malah melakukan perbuatan yang tak sepantasnya ini pada istriku, hah? Apa kau sudah tak punya otak brengsek?" bentak Adam murka pada Anton.


Anton yang tadinya panik, kini malah menampilkan wajah santainya seakan tak memiliki masalah apa pun lalu setelah mendengar umpatan Adam, baru ia menyeringai dan terkekeh membuat Adam makin murka.

__ADS_1


"Jangan tertawa, bedebah!" pekik Adam


bugh...


Adam mendaratkan pukulan tepat di rahang Anton membuat pipinya sedikit memar bahkan ujung salah satu bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar.


Anton berdecih sinis lalu meludahkan darah yang bercampur salivanya dan mengelap sisa di sudut bibirnya dengan ujung jarinya. Sungguh mulutnya kini terasa anyir. Sudah terbayangkan di benaknya akan kesulitannya beberapa hari ke depan saat ia akan makan.


"Apa katamu tadi? Aku brengsek? Apa di rumahmu ini kekurangan kaca jadi kau tak bisa berkaca siapa dirimu hah?" desis Anton. "Kau bilang aku menusukmu dari belakang? Bagaimana kau sebelum itu ? Apa kau menikahi Dinda dengan cara baik-baik hah?" sinis Anton yang cukup membuat Adam bungkam dan tercekat. Adam tidak menyangka akan mendapat serangan dadakan di sini, di rumahnya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


Selamat hari raya idul Adha semuanya. Mohon maaf lahir batin, ya!🥰


__ADS_2