
pada malam hari Suasana kamar dan rumah sangatlah sepi hanya ada Sagara dan papanya di rumah berdua , Saudara dan mamanya sedang pergi keluar, ralat makasudnya ibu dan Saudara tirinya saga. Pada dasarnya papanya saga yang bernama Abimanyu itu menikah lagi pas Sagara berumur genap,6 tahun.
Ibu kandung dari Sagara sudah meninggal sejak Sagara berumur 6 tahun dan tepat di hari ulang tahunnya.
"Papa ngapain disini?". Tanya sagara kepada papanya yang tiba tiba masuk kekamar sagara.
"Papa cuman mau nganterin nasi goreng,buat kamu". Jawabnya dengan senyuman tulus. "Di makan ya tar kamu sakit , dari pagi kamu belum makan loh saga". Lanjutnya.
"Ada angin apa papa peduli sama saga?". Ucapnya dengan ketus dan matanya pokus ke layar hp.
"Mungkin angin topan nak". Ucap abim bercanda pada anaknya. Sagara yang menanggapi ucapan papanya itu terkekeh geli.
"Segimanapun papa ngelucu , bagi saga itu gak lucu sama sekali". Ucapnya ketus sembari turun dari kasur dan mengambil kunci motor dari laci meja belajarnya.
"Kamu Mau kemana?". Tanyanya sambil menahan kepergian anaknya itu.
"Bukan urusan papa!". Jawabnya. lalu menepis tangan papanya yang mencekal pergelangan tangannya tadi.
Abimanyu menanggapi anaknya itu dengan penuh kesabaran , kini sudah tidak bisa ditahan lagi. Segimanapun Abimanyu berbicara dengan halus tapi Sagara menjawab dengan nada ketus tidak peduli apa yang dikatakan papanya.
"Kunci motor balikin sini , itu bukan milik kamu".
Sagara yang mendengarnya berhenti dari langkahnya lalu berbalik dan menatap papanya penuh kekesalan.
Sagara Terkekeh pelan apa yang barusan papanya itu ucapkan tidak percaya. lalu mengangkat kunci motor yang ada digegamnya itu "papa mau motor ini?". Jawabnya terkekeh geli.
"ambil pah, Sagara gak butuh".
"dan Mama yang dulu beli motor ini awalnya buat papa, tapi setelah mama pergi , motor ini di warisin buat saga, setelah sagara dewasa,dan papapun setuju. papa lupa?". Lanjutnya dengan tidak percaya.
"Kalau papa mau motor ini silahkan pah, saga juga gak rugi kehilangan motor ini , asalkan mama balikin lagi kedunia".
"CUKUP SAGA!" Abimanyu tidak bisa nahan amarahnya lagi. kini penjuru kamar bergema dengan bentakan itu.
Sagara tersenyum dengan betakan papanya.
__ADS_1
"Kenapa pah , gak bisa ya?" Dengan kekehan kecil dan mata berkaca kaca , Sagara mencoba untuk tidak nangis di hadapan papanya itu, karena Sagara ingin tegar dan tidak lemah bahwa dirinya bisa membuktikan pada ibunya kalau dia baik baik aja.
"Ya iyalah gak bisa, mana mungkin pembunuh mau mengembalikin si korban!. kan dia benci sama mama!". Lanjutnya penuh penekanan dalam bicaranya
Plak!!
Tamparan keras dari Abimanyu itu mendarat di pipi mulusnya Sagara sehingga saga dapat merasakan pedesnya dari tamparan itu.
"Sebenci bencinya papa sama Mama kamu , papa gak pernah ngebunuh mama kamu saga!!". Ucap Abimanyu dengan nada tinggi. Sagara memejamkan matanya sembari menghela nafas panjang.
"gak mungkin itu hanya imajinasi saga pah. mata saga sangat jelas melihat kalau papa mencekik mama, sampai mama kehilangan nyawanya". Kini air mata yang di tahan supaya tidak turun , kini lolos dengan sendirinya , sesak rasanya bila di tahan. saga berusaha ingin menghapus air matanya tapi tidak segampang itu, sakit yang ia rasakan begitu kuat sehingga tidak bisa di lupakan.
ingatan yang dulu membuat Sagara tidak bisa dilupain , anak mana sih yang gak nangis kalau mamanya di bunuh oleh papanya sendiri apalagi di depan mata kepalanya sendiri,dan di saat usia kecil sudah menyaksikan kejadian membunuh seseorang yang kita sayangi.
°°°°°
*Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi Tamara mama dari Sagara*.
'dari dulu aku gak pernah namanya cinta sama kamu, kita nikah karena soal perjodohan!'. suara Abimanyu menggelegar di seluruh juru ruangan, sehingga Sagara dan orang luar bisa mendengar keributan itu.
'iyah!, emang seharusnya aku dari dulu gak usah turuti kemauan orangtua aku untuk nikah sama orang kayak kamu!!. suka main judi! mabuk mabukan gak gajelas'.
'suami macam apa kamu ini mas!!'.
Plak!!!
satu tamparan keras mendarat lagi di pipi Tamara sehingga membuat sudut bibirnya berdarah. Sagara yang melihat meringis dan hanya bisa menangis.
'berani ya kamu membentak saya. sini kamu. kamu gak pantes hidup!!'. Dengan keadaan mabuk dan amarah yang tidak bisa di tahan Abimanyu dengan replek mencekik leher Tamara dengan kuat, sehingga dia susah untuk bernafas, tangan mara sebisa mungkin untuk melepaskan tangan suaminya itu dari lehernya, tapi nihil tangan seorang cowok lebih kuat dari tangan cewek, sehingga nafas Tamara habis tidak bisa dikendalikan.
Sagara yang sudah tidak bisa diam saja, Sagara lari menghampiri kedua orangtuanya sambil nangis.
'PAPA UDAH MAMA KESAKITAN!'. teriak Sagara sambil memeluk mamanya . Abimanyu yang sadar segera melepaskan tangannya dari leher istrinya, dengan bingung dan kaget harus bagaimana. abim mengecek Nadi dan nafas di hidungnya mara yang sudah tidak berdenyut dan tidak bernafas lagi. Abimanyu menelan salivanya , dia tidak percaya dengan dirinya yang sudah ngebunuh istrinya dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
Sagara yang tidak tau apa apa hanya bisa menangis sambil memeluk mamanya, berharap ini semuanya hanya prank, dan mamanya bisa terbangun dari tidurnya.
karena menurutnya ini adalah kejutan. dan berharap ada sebuah kue dan lilin yang akan menyambutnya, tepat di hari Sabtu tanggal 13 bulan 03. karena tanggal dan bulan yang di akhiri dengan angka 3 menurutnya ini adalah hari yang baik buat dia.
tetapi dengan warga yang datang dan syok melihat kejadian ini, harapan dan keinginan Sagara pudar dan akan menjadikan hari ini yang selalu ia ingat. di hari dan bulan yang paling menyakitkan buat Sagara*.
°°°°°°
Sagara melemparkan kunci motornya ke dada papanya lalu pergi meninggalkan kamar, dengan muka yang menahan emosi, tidak peduli ia berhadapan dengan orangtuanya.
"ANAK GAK TAU DI UNTUNG KAMU!".
...••••••...
Sagara menangis di dalam bus , tidak peduli orang orang sedang memperhatikannya, yang Sagara butuhkan sekarang Sagara pengen pulang. pulang ketempat paling nyaman dan tidak lagi akan pernah merasakan rasa sakit, tertekan dan rasa bersalah di dalam hidupnya.
ma, Sagara minta maaf , Sagara tidak bisa jadi anak yang kuat Sagara capek sama papa Sagara pengen sama mama!.
Brakk!!
tidak lama dari itu suara dentuman keras dari mobil truk menabrak bus yang di naiki Sagara. Sagara memejamkan matanya dan tersenyum manis setelah bus yang di naikinya berguling dan sudah tidak bisa di bilang selamat , busnya rusak menghantam batu besar sehingga menimbulkan suara keras menimpa penumpang dan supirnya.
"Sagara ikut mama yuk".
"Mama".
...••••••...
awal cerita dan cuplikan ini dari kisah Sagara akan berlanjut ke episod episod yang akan segera datang , untuk kalian yang baca semoga suka ya, jangan lupa like vote dan share sebanyak banyaknya.
mohon maaf bila ada kata kata yang menyakiti hati kalian, dan salah dalam pengucapan kata katanya, mohon maaf sebesar-besarnya karena saya baru awal proses pembuatan membuat karya novel ini.
maka dari itu saran dan kritik masih bisa diterima dengan baik.
__ADS_1
jangan lupa ikuti akunnya ya Terimakasih kasih.
see you♡