Sagara

Sagara
Part 43


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Doa dan restu sudah di dapat dari semua keluarga yang turut hadir di acara nikah dadakan keturunan Pradipta tersebut.


Ada rasa terkejut sebab wanita yang kini menjadi istri dari Sagara itu di luar dugaan mereka apalagi pemuda tersebut menyandang status suami di usianya yang masih belasan tahun.


Semuanya setuju saja dengan keputusan Sagara meski tak ada yang tahu alasan pasti kenapa ia begitu ingin menikah hari ini tanpa persiapan apapun.


"Kita sekarang jadi saudara ya, Aish." Olla yang senang merangkul istri dari sepupunya tersebut.


"Hem, iya. Tolong nanti bantu aku ya di keluargamu. Aku malu dan takut karna aku hanya mengenalmu," bisik Aisyah yang hanya menundukan pandangannya saja.


"Mereka semua baik, percaya padaku."


Aisyah yang mengangguk langsung menoleh ke arah Sagara yang datang menghampirinya dan Olla.


"Pinjem dulu ya," ujarnya sambil menarik tangan Sang istri.


Aisyah yang terkejut langsung bangun dan ikut bersama Sagara dengan mata melihat kearah tangannya yang di genggam oleh pemuda tersebut.


"Kenapa?" tanya Sagara dengan dahi mengernyit.


"Hem, enggak. Aku hanya--"


"Kita sudah HALAL, ingat itu," potong Sagara dengan senyum kecil di ujung bibirnya.


Aisyah yang sadar kembali mengangguk, ia hanya belum terbiasa sebab tak ada yang pernah menyentuhnya kecuali Ibu.


"Kamu ikut aku pulang ya."


"Pulang? kerumahmu?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Iya, kita pulang bareng keluargaku. Kamu sama Mommy juga yang lain nanti aku bawa motor," jelas Sagara, dari kedua mata wanita itu tersirat perasaan lain antara kaget dan cemas.


"Tapi--, aku belum menyelesaikan pekerjaanku disini," ujar Aisyah yang kebingungan.


"Pekerjaan apa? di sekolah? nanti biar aku yang urus surat pengunduran dirimu itu, Ok. Aku juga udah izin pada Bapak dan Ibu."


"Kok gitu?" protes Aisyah yang kaget.


"Ya emang harus gitu," Balas Sagara yang mendekatkan wajahnya ke arah Aisyah.


Ia yang belum melihat lagi paras cantik istrinya membuat Sagara memang tak lagi sabar membawa wanita itu pulang ke Ibu kota dengan segera.


.


.


.


Seperti yang di rencanakan oleh Sagara, ia pulang seorang diri dengan motornya sedangkan Sang istri bersama keluarga besarnya. Tak ada rasa khawatir karna pemuda itu percaya jika Aisyah aman bersama dengan Gajah, buaya, tutut, Phyton, koala dan para pawangnya.


Hingga perjalanan yang di tempuh begitu panjang itupun kini akhirnya sampai di rumahnya. Sagara memang sedikit terlambat di banding dengan keluarganya.


"Saga--," panggil Papa Zico saat bertemu di dekat tangga.


"Nanti ngomelnya ya, Pah. Saga mau ketemu istri dulu," jawabnya kurang ajar karna menekan ujung kalimatnya tersebut dan itu berhasil membuat papanya keluar tanduk kecil.


Entah dosa apa yang ia pernah perbuat, yang Zico tahu hari ini Sagara sungguh membuat ia gemas. Jika tabrakan, tauran, bolos atau melawan guru itu sudah makanan sehari-hari selama tiga tahun ini, tapi untuk menikah mendadak dengan mahar 2500 sungguh membuat ia merasa ditelanjangi sebagai pengusaha sukses.


Cek lek


Sagara masuk kedalam kamarnya sendiri karna ia yakin wanita halalnya ada disana setelah di antar oleh salah satu ART bangunan mewah tersebut.

__ADS_1


"Aish--," panggil Sagara saat ia melihat ist tuh duduk sendiri di tepi ranjang.


Merasa namanya di panggil, wanita itupun bangun. Masih berpakaian lengkap serba putih ia pun sudah berdiri di depan suaminya.


"Maaf ya, aku terlambat. Kamu sudah makan kan?" tanya Sagara.


"Sudah, tadi mampir di resto untuk makan malam," jawab Aisyah masih menundukkan pandangan. Bingung harus bersikap bagaimana di kamar yang luasnya sebesar lantai atas rumahnya tersebut.


"Kamu sendiri?" tanya balik Aisyah yang harus terbiasa memberikan perhatian kecil.


"Sudah, aku atau kamu dulu yang mau mandi?"


"Kamu saja, aku mau bereskan bajuku tapi--, mau di taruh dimana ya?" tanya Aisyah kebingungan sebab ia tak melihat lemari sama sekali.


"Pintu sana, masuk saja."


Aisyah pun menganggguk paham, seperti yang pernah ia lihat di televisi, ternyata ruang ganti baju itu benar-benar ada dan ia kini sedang berada di dalamnya.


Satu persatu pintu lemari dibuka oleh Aisyah, ia tersenyum karena semua tertata rapih sesuai modelnya sendiri sendiri.


"Penuh semua," gumamnya lagi lalu kaget saat mendengar pintu tertutup dengan Sagara yang hanya memakai handuk sebatas pinggang.


"Aku mau keluar," pamit Aisyah yang di cegah suaminya.


"Mau kemana? kamu gak mau siapin baju buat aku, hem?"


"Astaghfirullah, maaf. Kamu---, kamu mau pake apa?" tanya Aisyah yang panik karna semua rasa ada dalam dadanya.


.


.

__ADS_1


.


Kaos aja, biar gampang di buka lagi....


__ADS_2