Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku akan mencintainya sampai di titik aku lelah, akan ku habiskan perhatianku, kecewaku, sakitku, bahkan cemburuku. Karna saat semua itu telah hilang, melepasnya pun akan terasa ringan, bukan begitu, Uncle?" tanya SyahRaa saat ia duduk di samping Bumi RaMeZa Rahardian Wijaya.


Rumah utama adalah rumah kedua bagi semua keturunan Singa tak terkecuali bagi SyahRaa. Ia selalu datang ke bangunan mewah tersebut dalam kondisi apa pun. Dan kali ini, ia cukup beruntung sebab bisa bertemu dengan Uncle Bumi yang puluhan tahun silam ada di posisinya.


"Ya, kamu benar, Raa. Terkadang, orang lain bicara seringan mereka melempar batu ke lautan, tapi mereka tak pernah tahu sedalam apa batu itu tenggelam. Bukan tak mau mendengar, tapi cinta berbeda keyakinan itu sakitnya bukan main," balas Uncle Bumi sambil terkekeh pelan, wajahnya masih saja tampan dan menenangkan meski usianya sudah tak lagi muda.


Hanya hatinya saat itu yang tahu bagaimana luka itu begitu sangat menyakitkan saat harus menerima kepergian wanita yang begitu teramat di cintainya, sudah tahu berbeda namun mereka tetap memaksa hingga akhirnya tak kuasa dengan segala perbedaan yang ada.


"Huft--, aku yakin ini bukan sebuah kebetulan kan? Tuhan tak sebercanda itu membuat takdir untukku, " gelak tawa SyahRaa begitu renyah namun tetap ada buliran cairan bening di kelopak matanya.

__ADS_1


"Kita tak pernah tahu siapa dan kapan jodoh itu datang. Gunakan waktu yang ada untuk memperbaiki diri ya," pesan Uncle Bumi sambil mengusap pelan kepada SyahRaa yang tersenyum getir sambil mengangguk.


"Semua yang ku mau ada padanya, tapi aku tak bisa memiliki semua itu," lirih SyahRaa yang langsung berhambur kedalam pelukan pria baya tersebut.


Tidak semua orang paham akan perasan gadis itu karna tak semua orang punya jalan takdir yang sama dengannya, berada di titik serba salah hingga akhirnya pasrah dan menyerah. Tapi percayalah, hanya hati pilihan yang bisa ada di posisi tersebut. Jika hujan badai saja mampu di lewati, gerimis kecil tentu tak akan ada apa apanya di kemudian hari.


.


.


.

__ADS_1


"Kok mendadak, ada apa?" tanya SyahRaa bingung serta takut ada sesuatu pada kakek atau nenek disana.


"Ada acara, sebenarnya sudah lama, hanya Ibun lupa beritahu kamu dan ingat saat waktunya justru sudah dekat seperti ini," jawab Ibun sambil mengusap punggung SyahRaa.


Wanita itu tahu, akhir akhir ini sang putri sedang menyibukkan dirinya sendiri dengan berbagai kegiatan di luar bersama dengan teman temannya atau dirinya sendiri. Ibun maupun PanDa tak melarang karna itu jauh lebih baik di banding harus melihat anak kesayangan mereka itu mengurung diri menangis di dalam kamar atau justru semakin memperbanyak waktu bertemu dengan Christ.


"Aga juga ikut?" tanya SyahRaa, bosan rasanya jika si BayIbun tetap tinggal disini karna nantinya tak ada yang bisa ia marahi. Salah satu Hobby SyahRaa sejak balita yang sangat menyebalkan bagi adik kembarnya itu.


"Aga gak mau ikut, mau nginep di rumah utama, kakak aja yang ikut ya, gak enak kalau cuma Ibun dan PanDa aja yang datang," jawab wanita itu dengan tatapan sedikit memohon.


.

__ADS_1


.


"Apa ada Agam juga nantinya?"


__ADS_2