Sagara

Sagara
Part 123


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Justru aku yang rasanya ucapan terimakasih saja tak cukup karna kamu harus banyak melewati hal sulit demi memberiku gelar PanDaa," jawab Sagara yang sambil menciumi pipi putranya.


Aisyah sudah banyak berkorban untuknya selama ini mulai dari hamil muda dengan segala drama ngidam yang luar biasa, rasa pegal, begah, sakit hingga bengkak pun di rasakan wanita itu. Sampai puncaknya yaitu nikmatnya persalinan yang cukup Aisyah yang tahu seperti apa rasanya karna tak bisa berbagi meski Sagara adalah biangnya sendiri.


"Jadi, kamu tak masalah dengan tubuhku sekarang? aku akan selangsing dulu jika kamu mau," ucap Aisyah.


"Jangan terlalu memaksa, masih banyak hal lain jika ingin memanjakan suami. Cantik tak harus langsing, cukup jangan abaikan aku dan tanggung jawabmu sebagai istri," pesan Sagara.


Sebenarnya itu adalah hal yang sederhana tapi tak semua bisa melakukannya karna saat sang buah hati lahir seorang istri yang berganti status baru menjadi ibu biasanya hanya fokus pada anak anak saja, ia lupa dengan dirinya bahkan dengan satu makhluk lagi yang sebenernya masih harus ia perhatikan. Jadi, tak salah memang jika wanita adalah ciptaanNya yang paling MULIA karna memang ia sosok yang harus di tuntut kuat di segala keadaan.


"Terima kasih ya, bohong rasanya jika aku tak bahagia dan aku akan pegang kata katamu itu," balas Aisyah meski rasa takut tetap terbersit dalam hatinya.


Sagara masih muda, kaya, dan juga baik tak mungkin tak ada godaan di luar sana yang menghampirinya. Tapi, salah juga jika Aisyah tak percaya dan banyak menaruh curiga pada suami kecilnya itu karna pasti akan berdampak pada keharmonisan rumah tangga mereka.


.


.


.


Dan...

__ADS_1


Benar saja dugaan Sang putra mahkota Pradipta karna saat SyahRaa bangun bukan di antar ke kamarnya, Mommy malah meminta stok ASI untuk cicitnya tersebut.


"Mau kemana?" tanya Aisyah sebelum mengambil apa yang di minta nenek mertuanya.


"Mau antar Daddy sebentar. Kamu istirahat aja ya, biar SyahRaa sama Mommy, Ok."


"Iya, Mom." Aisyah tak menolak karna ini juga bisa di jadikan Quality timenya nanti bersama sang suami mumpung Sagara ada di rumah, curi curi waktu dari Aga saat bocah itu tidur nanti.


"Tapi aku takut SyahRaa rewel, Mom."


"Sejak kapan anak gadis ini rewel kalau sama Mommy, dia pasti anteng di dalam Mall nanti," jawab Mommy sambil terkekeh karna itu kenyataannya.


Aisyah tersenyum kecil sambil mengangguk lalu masuk kembali ke dalam kamarnya saat Mommy dan SyahRaa pergi.


.


.


.


Harta terbesar bagi mereka memang seorang keturunan karna itu adalah sebuah titipan yang harus di jaga dengan sangat baik sebab kelak akan di mintai pertanggung jawaban di hari akhir nanti.


"Makin hari makin cantik ya, Mom," ucap Daddy yang makin gemas juga.

__ADS_1


"Hem, iya. Mirip aku gak?"


"Gak lah, gak ada yang bisa nyaingin cantiknya Si pirang mantan pelakor baik hati."


"Alah, Duda Glowing bisa aja," balas Ratunya Rahardian, selagi ia masih hidup gelar itu masih miliknya sebelum jatuh pada Cahaya nanti.


Keduanya pun tergelak bersama seolah sedang mengenang masa lalu yang indah di antara mereka usai susah payah meminta restu pada Sang Gajah.


"Kita mau belanja apa, Mom?" tanya Daddy.


"Semuanya, keperluan SyahRaa dan AgaSyah. Kan kasihan juga Sagara," jawab Mommy samhoo terkekeh.


"Kasihan? memang kenapa lagi anak itu?"


.


.


.


Masih punya cicilan KUDA..


__ADS_1


Nih... biangnya Kuda 😂😂


Tanggung jawab ya SyahRaa, PanDamu ingetin pas jatuh tempo 🤭🤭


__ADS_2