Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Untuk kisah SyahRaa, mungkin akan sepanjang jalan kenangan, akan happy Ending setelah semuanya berjuang bukan berjuang bersama ya... yang mau ikutin terus ya Hayuuuuuk, kalau mau dadah dadah juga gak apa-apa, sekarang lagi ada di fase nulis santai dengan karakter tokoh yang lain dari biasanya yang pastinya juga beda dari Heavenly Earth yang harus pisah bertahun-tahun lalu bertemu lagi, konfliknya pun disini cuma dari ego dan hati masing-masing ...


            ** Happy Reading **


Seperti yang Agam tegaskan kemarin saat di Pondok jika ia akan mengantar SyahRaa pulang ke ibu kota dengan di temani Nuria juga, Ketiganya di izinkan pergi asal harus memberi kabar saat sudah sampai di rumah.


"Nuria di depan ya, biar kak Ara di belakang," titah SyahRaa pada keponakan Agam yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.


"Siap, Kak." Nuria mengangguk setuju, meski tak begitu dekat tapi mereka pernah beberapa kali bertemu terutama akhir akhir ini.


Agam tersenyum kecil, sejujurnya ia kecewa dengan keputusan SyahRaa tapi ia pun tak ingin gadis itu merasa tak nyaman apalagi perjalanan mereka cukup jauh dan memakan waktu yang tak sebentar.


Jangan sampai SyahRa merajuk dan berubah pikiran untuk pulang sendiri nantinya.


"Raa--, mau mampir ke minimarket gak buat beli cemilan dan minuman?" tawar Agam setelah ia sudah melajukan mobilnya.


"Aku gak pengen apa-apa, mungkin Nuria mau," jawab SyahRaa yang akan memilih tidur saja selama perjalanan pulang nanti.


Nuria yang di sebut namanya langsung menoleh ke arah Agam sambil tersenyum kecil, dan Agam peka betul dengan kemauan gadis kecilnya tersebut.

__ADS_1


"Nuria mau?" tanya Agam.


"Iya, mampir ke toko kue langganan ibu boleh?" pintanya yang di setujui oleh Agam namun tak terdengar sepatah kata pun dari gadis cantik yang sedang duduk di belakang yang di artikan Agam jika SyahRaa setuju dengan permintaan Nuria barusan.


Laju mobil yang tak terlalu kencang itu pun kini sudah masuk ke area sebuah toko berlantai dua yang cukup besar, itu bukan toko biasa karna di dalamnya tak hanya menjual kue melainkan sovenir, coklat dan juga oleh oleh lainnya khas kota tersebut.


Nuria yang di gandeng oleh SyahRaa saat masuk lagi dan lagi menjadi pemandangan indah bagi Agam yang berjalan di belakang mereka. SyahRaa adalah paket komplit untuknya yang memang sedang mencari pasangan halal secepatnya. Bukan hanya cantik tapi ia juga sudah kenal dan sangat di terima oleh keluarga besarnya, itulah yang selalu menjadi alasan Agam untuk bertahan meski di selalu di abaikan.


"Kak, aku mau ke tempat permen ya," ucap Nuria tanya layaknya sedang ada di surga dunia.


"Iya, pilih lah yang kamu mau," jawab SyahRaa yang mengizinkan gadis kecil itu ke area aneka permen yang memang sangat mengunggah selera. Sedangkan ia tetap di bagian coklat dan kue kering.


"Mau buat oleh oleh?" tanya Agam yang sedikit mengagetkan SyahRaa.


Keranjang belanjaan yang di pegang Agam pun langsung di ambil alih oleh SyahRaa ketika ia memilih beberapa cemilan, padahal jika sedang bersama Christ justru kebalikannya.


"Pilih saja, biar aku yang pegang keranjangnya."


"Tak apa, aku bisa sendiri, kamu bisa temani Nuria saja. Mungkin dia butuh bantuanmu," tolak SyahRaa.


Agam pun mengangguk, ia berlalu meninggal kan SyahRaa untuk menemui Nuria, keponakannya.

__ADS_1


Setelah sibuk memilah dan memilih, beberapa macam kue, coklat dan dan lainnya kini keranjang berwarna merah itupun sudah penuh, di rasa cukup SyahRaa pun mencari keberadaan Agam Nuria yang ternyata belum selesai.


"Sudah?" tanya Agam saat melihat apa yang ada di tangan gadis pilihan hatinya.


"Iya, sudah. Nuria belum?" tanya balik SyahRaa.


"Udah kok', nanti kita makan berdua ya, Kak," sahut Nuria yang di iya kan oleh SyahRaa.


Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran di kasir, mereka kembali ke mobil. Kali ini, Nuria tak lagi di depan melainkan duduk di belakang bersama SyahRaa hingga niat gadis itu untuk terlelap pun tak terelakan.


"Yakin buat berdua?" tanya SyahRaa saat Nuria memperlihatkan apa saja yang di belinya barusan.


"Iya, separuh untuk ku dan separuh lagi untuk kak Ara," jawab Nuria sambil terkekeh.


"Tapi ini terlalu banyak."


"Kakak mau buat oleh oleh untuk siapa saja?" tanya Nuria karna apa yang di beli SyahRaa pun cukup lumayan banyak.


"Hem, untuk siapa ya?" SyahRaa yang pura pura terlihat berpikir pun tertawa kecil sambil menyebutkan satu persatu siapa saja yang akan menerima oleh oleh darinya, hingga di luar dugaan SyahRaa langsung berhenti dengan ekspresi wajah yang ikut berubah juga.


.

__ADS_1


.


"Dan siapa lagi, kak?"


__ADS_2