Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Aga pulang ya, udah sore banget takut di cariin Ibun," pamitnya di suapan terakhit saat makan bersama dengan Deeva.


"Emang gak bilang Ibun mau kesini?" tanya Deeva.


"Bilang, Aga bilang mau kerumah temen," jawabnya jujur namun terasa mencelos di hati Deeva.


Tak salah memang yang di katakan oleh Aga barusan, mereka berteman tanpa ada hubungan lebih dari itu. Tak pernah ada kata cinta yang terlontar, semua berjalan begitu saja sebagai dua insan yang saling melengkapi dan mengerti.


"Ya udah, besok ketemu di Campus ya, Aga masuk siang kan?" tanya Deeva yang di iyakan dengan anggukan kepala.


Pria itu pun bangun dari duduknya setelah membantu Deeva membereskan bekas makan mereka barusan.


Deeva yang mengantar Aga sampai mobilnya hanya bisa sekedar melambaikan tangan saja. Tentu, tak ada drama apapun karna perasaan yang mereka rasa cukup di nikmati dalam hati saja.


Selama perjalan pulang, senyum terukir di ujung bibir remaja yang kini sedang beranjak dewasa, hingga satu notifikasi pesan di ponselnya membuat Aga memelankan laku kendaraannya.


Dahinya mengernyit saat membaca pesan dari Ibun yang memintanya untuk cepat pulang, tanpa adanya alasan yang jelas tentu membuat Aga sedikit cemas sampai ia menekan pedal gas cukup kuat agar cepat sampai di rumah.

__ADS_1


.


.


.


Dan...


Betapa terkejutanya Tuan Muda Pradipta saat melihat ada tiga orang pria di ruang tengah namun salah satunya ia tak tahu sama sekali, hingga saat semua sadar dengan kehadirannya ia pun di minta untuk mendekat.


Aga di kenalkan dengan Agam, pria tinggi berkulit putih dengan tatapan yang tak bisa ia bohongi begitu menenangkan.


"Ibun mana?" tanya Aga pada PanDanya, sang wanita pemegang tahta tertinggi dalam hati dan hidupnya.


"Aga masuk dulu ya kalau gitu," pamitnya juga pada Agam sambil tersenyum simpul.


Ia yang berjalan ke arah dapur bersih langsung berhenti setelah memelankan langkah, ada obrolan yang sedikit membuatnya tersentak kaget.


"Nikah? siapa yang mau nikah?" tanya Aga kaget.

__ADS_1


Ibun dan Nenek pun saling pandang, lewat kode yang di berikan sang putri akhirnya Nenek menjelaskan niat kedatangan mereka bersama dengan Agam yang pasti sudah di kenalkan.


Aga mendengar dengan seksama kalimat demi kalimat yang di lontarkan Nenek. Meski katanya semua tetap atas dasar pilihan SyahRaa.


"Kok gitu, Kakak tuh masih muda sedangkan Mas Agam kayanya sudah dewasa, pasti minta buru buru kalau mau sama Kakak," ujar Aga seolah tak setuju dengan apa yang di sampaikan oleh Nenek, tahu anaknya sedang melayangkan protes Ibun pun langsung mencoba menenangkan.


Sedang Aga yang tetap merasa tak setuju langsung pergi lagi menuju kamarnya, niat hati ingin bermanja dengan Ibun pun akhirnya sirna.


Baru juga di pertengahan tangga, nyatanya Aga berpapasan dengan SyahRaa, tatapan mereka bertemu namun dengan arti lain.


"Ada apa?" tanya SyahRaa, dari sikap tenang yang di lihat Aga ia yakin sang kakan seperti nya belum tahu rencana besar keluarga nya.


"Adek! ada apa sih?" tanya ulang gadis itu dengan sangat penasaran dan kesal karna di tatap lain oleh kembarannya.


Aga yang menggeleng kan kepala bukan menjawab malah berlari meninggalkan SyahRaa. Ia yang tak paham dan tak lagi mau berpikir ada apa dengan adiknya itu memilih melanjutkan langkah menuju ruangan Ibun dan Nenek berada.


.


.

__ADS_1


.


Ra.. bisa kita bicara??


__ADS_2