Sagara

Sagara
Part 115


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Bulan berganti bulan, semakin tua si usia kandungan tentu semakin besar juga perut Aisyah hingga kini membuatnya menjadi sulit melakukan banyak aktifitas..


Bahkan untuk bernapas saja ia harus keruangan yang luas dan nyaman karna jika tak begitu ia akan sulit mengantur napasnya sendiri yang bisa berujung sesak.


"Sayang, kita pergi sekarang aja yuk," ajak Sagara, di trimester akhir ini ia dan Sang istri sudah


sepakat akan tinggal bersama Mommy dan Daddy ke kediaman Pradipta.


Wanita dengan status mantan pelakor baik hati itu tak ingin terjadi sesuatu pada cucu mantu dan cicitnya tersebut. Hingga meminta pasangan itu untuk tinggal bersama mereka, tak adanya Mama mertua dan jauh dari ibu kandung membuat mereka mengambil alih semua yang bersangkutan dengan persalinan nantinya.


"Udah bilang Mommy belum? takutnya gak ada di rumah," tanya balik Aisyah sambil mengelus elus perut besarnya dimana di sana ada buah cinta dan hasil keringatnya bersama Saga yang kelakuannya masih dalam rahim saja sudah punya pesawat dan seekor Kuda.


Ya, K U D A, hewan berwarna coklat tersebut benar-benar di beli Sagara demi sang istri yang terus merengek ingin mengelus nya.


serta P E S A W A T bermoncong merah yang tak jika tak di belinya saat itu juga mareka justru harus rela bolak balik bandara hanya demi melihat burung besi itu parkir berputar kemudian terbang.

__ADS_1


"Ada gak ada juga biarin aja, aku besok berangkat pagi banget ke kampus."


"Ya udah terserah kamu," sahut Aisyah yang bangun di bantu oleh Sagara.


Wanita cantik dengan tubuh ramping itu kini berubah 180 derajat, dan disaat seperti inilah sebenarnya ujian hati Sagara seharusnya sudah di mulai dimana para wanita teman kuliahnya terlihat begitu sangsat cantik cantik bak gitar Spanyol.


Tapi, tak ada waktu untuknya bermain api meski kadang sesekali memancing percikannya, sebab bagaimana pun ia tetap pria muda yang masih berpikir jika semua yang mulus dan indah di pandang akan mubazir sekali jika dilewati begitu saja. Namun, cukup sampai di situ, apa yang ia lihat tak pernah sampai ia bawa pulang ke rumah.


.


.


.


"Gak pedes ya," ujar Sagara saat ia membuka seatbelt nya sebelum turun dari mobil.


"Hem, iya," jawab Aisyah pasrah..

__ADS_1


Sagara keluar dari dalam kendaraannya untuk menghampiri salah satu pedagang otak otak goreng, wanita sulit sekali di larang bahkan tak perduli jika mulut suaminya berbusah. Apa yang di inginkan harus ada tanpa penolakan.


"Bang, satu porsi ya, manis gurih aja," pesan Sagara pada Si penjual yang di iyakan.


Tak lama menunggu pesannya jadi, ia pun kembali ke mobil. Dan, betapa terkejutnya si calon Ayah itu saat melihat istrinya sedang mengerang menahan sakit dengan tangan memegang perut.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Sagara panik karena sebelumnya semua baik baik saja.


"Sakit, ini sakit banget---," sahut Aisyah yang di balik semua pakaiannya kini sudah banjir keringat.


"Iya, sakit. Terus gimana?" rasa panik yang menyerang seolah membuat semuanya buntu untuk ia pikirkan.


"Rumah sakit."


.


.

__ADS_1


.


Rumah sakit? kamu minta di beliin rumah sakit juga??


__ADS_2