Sagara

Sagara
Part 54


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Seperti hari hari kemarin, tak ada yang di lakukan oleh Aisyah setelah suaminya berangkat kesekolah di tambah Papa mertuanya pun belum juga pulang dari luar kota.


Para pelayan pun rasanya enggan di dekati kecuali kepala pelayan, mereka memang tak di izinkan banyak bicara karena untuk menjaga privasi para majikan mereka yang sebisa mungkin jangan sampai apa yang ada di dalam rumah bisa keluar begitu saja.


Dan Aisyah yang sedang melamun harus terkejut saat ponselnya berdering cukup nyaring. .


Kedua mata Aisyah terbuka lebar saat ia melihat nama seseorang di layar ponselnya tersebut, bingung harus bagaimana tapi bayangan lain muncul juga dalam benaknya hingga ia pun memutuskan untuk mengangkatnya juga.


"Assalamu'alaikum, Mas." sapa Aisyah dengan suara pelan, ada rasa lain dalam dirinya yang sulit ia artikan kecuali perasaan takut.

__ADS_1


"Waalaikum salam, apa kamu sakit?" tanya orang tersebut yang memiliki suara laki-laki.


"Tidak, Mas. Alhamdulillah Aish sehat," jawab Aisyah.


"Tapi kata Intan dari hari pertama kemarin kamu gak ngajar, kenapa?" desak pria itu yang tak lain adalah Haris, duda anak satu yang selama ini ingin sekali memperistri Aisyah dengan banyak alasan termasuk sudah dekatnya Sang putri dengan wanita tersebut.


"Aish sudah tak disana, Mas. Aish sudah pindah ke ibu kota," jelasnya yang tak enak hati, tapi perasaan itu tentu bukan untuk HarHaris melainkan untuk Intan.


"Pindah? ada apa? apa kamu pindah ngajar ke sekolah lain atau apa, katakan padaku, aku tak paham," desak Haris yang terdengar sangat kaget dengan pemberitahuan dari Aisyah.


"Lalu? apa ada urusan keluarga? kapan kembali? Intan tak mau sekolah jika kamu tak ada di kelas, kamu tahu kan betapa ia dekat denganmu? dan kini kamu menghilang, itu sudah sangat membuat Intan kecewa."

__ADS_1


Haris yang seolah terus memojokkan Aisyah yang sudah pergi hanya bisa membuat Wanita itu menarik napas dalam-dalam lalu di buangnya perlahan. Ia pun mulai merasa sangat bersalah karena sudah pergi tanpa pamit pada semua yang ada di sekolah, entah itu kepala yayasan, para sesama guru dan juga anak murid termasuk Intan yang memang jauh lebih dekat dengannya karna anak itu adalah anak piatu yang haus kasih sayang, perhatian dan juga pelukan hangat sosok wanita dewasa yang mungkin bisa menggantikan ibunya.


"Aku tak bisa mengatakan apapun sekarang termasuk kapan aku kembali, sebab aku tak punya jawaban atas hal tersebut."


Jika saja Intan tak menaruh harapan banyak padanya, ingin sekali ia jujur sekarang pada Haris tentang statusnya dan juga tentang pernikahannya tapi yang di pikirkan Aisyah bukan perihal perasaan duda anak satu itu, tapi tentang Intan yang pastinya sangat kecewa padanya.


"Aku tak ingin menebak apapun tentangmu Aish, bahkan aku ingin membuangnya jauh jauh pikiran itu, masuk kedalam otak saja rasanya sungguh menyakitkan apalagi jika benar dan aku dengar sendiri langsung darimu. Sungguh, bukan hanya aku yang terluka tapi juga putriku! Ia yang ingin sekali kamu jadi ibu kandungnya," ucap Haris dengan nada lirih menahan rasa sesak dalam dadanya.


.


.

__ADS_1


.


Maaf, tapi memang sepertinya itu yang terjadi padaku...


__ADS_2