
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Sejak kapan pesawat bisa di makan?". bathin Sagara saat mendengar permintaan Sang istri yang kata Si pelayan semua makanan yang di antar ke kamarnya masih utuh tak tersentuh.
Sagara membuang napas kasar, sejak perayaan Anniversary nya yang pertama Aisyah jadi aneh, lebih sensitif, sering uring uringan, menangis karna masalah kecil dan banyak yang lainnya juga.
Tapi, tak semuanya menjengkelkan, sebab ada yang di sukai oleh Sagara juga, yaitu gairaAah Aish yang kini lebih berani di atas ranjang, ia tak segan meminta dan merengek di sentuh lebih dalam lagi, dan saat membayangkan hal itu saja kini Sagara malah senyum senyum tak jelas.
"Tapi, gimana ceritanya makan pesawat?" gumam Sagara lagi, ia menghembuskan napas kasarnya ketika ingat hal tersebut.
Bukannya pulang, pria tampan satu-satunya pewaris Pradipta itu malah memutar arah setir mobilnya ke rumah utama, ia yakin pasti ada yang bisa di dapatnya disana. Di banding harus pulang ke kediaman Mommy yang hanya akan mendapat jeweran saja.
Mobil yang melesat dengan kecepatan tinggi itu kini sudah sampai di garasi rumah peninggalan Sang Singa. Sagara masuk dari pintu samping yang jauh lebih dekat kearah dapur bersih berharap ada Amma disana.
Dan benar saja, wanita baya bak malaikat tak bersayap bagi keturunannya itu ada bersama Sang suami.
"Saga, dari mana?" tanya Appa saat Sagara menarik salah satu kursi meja makan.
"Dari kampus langsung kesini, aku mau CuuuurHat," jawabnya dengan hembusan napas berat.
Amma dan Appa tentu langsung saling pandang tak paham dengan yang di maksud oleh Sagara tapi mereka berusaha untuk menjadi pendengar yang baik.
"Ada apa? ayo cerita, mau dibuatkan coklat hangat?" tawar Amma pada cucunya tersebut namun di jawab dengan gelengan kepala.
__ADS_1
"Aku mau pesawat yang bisa di makan sama Aish, Amma," jelas pria itu lagi yang kini ekspresi wajahnya justru sedih dan kebingungan sendiri.
Satu persatu sikap lain Aish di ceritakan oleh Sagara termasuk yang beberapa hari ini selalu ingin makan dan menghabiskan waktu di Bandara, hanya senyum yang di berikan oleh Appa sebab ia sudah tahu akan hal tersebut.
"Ya sudah, Aish pasti nunggu kamu dirumah. Sekarang kamu pulang dan temani Aish makan pesawat ya, habis itu ajak istrimu ke rumah sakit" ucap Amma sambil memberikan satu kotak makanan pada Sagara.
"Pulang sana, gak baik pergi tanpa istri meski kerumah orang-tuamu. Ajak dia agar tak ada salah paham," timpal Appa Reza yang kali ini di iyakan oleh Sagara.
Benar juga yang di katakan Appa, istrinya bisa merajuk saat tahu pulang dari rumah utama karna ia lebih betah di bangunan mewah ini.
.
.
.
Ceklek
Pintu di buka dengan sedikit keras sampai orang yang di dalamnya menoleh dengan cepat, surai coklat yang tergerai indah sepinggang membuat Aisyah sangat cantik, dan beruntungnya hanya Sagara yang bisa menikmatinya.
"Kok aku pulang malah di cemberutin?"
"Aku lapar, Sayang," jawab Aisyah sedih dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Melihat itu Sagara tentu langsung memeluk istrinya yang lucu karna sering menangis tak jelas.
__ADS_1
"Ya udah, ayo makan," ajak Sagara setelah ia menciumi pipi gembil istrinya.
"Ke Bandara kan? kita liat Pesawat lagi?" tanya Aisyah dengan sangat antusias seperti bocah yang senang saat maunya hendak di turuti.
"Enggak, kita makan ini di sini, ke Bandaranya besok aja," tolak Sagara sambil membawa istrinya ke sofa depan TV.
Sagara membuka kotak makan yang ia bawa dari rumah utama pemberian Amma, saat ia mencurahkan keluh kesahnya bersama Appa memang Sagara tahu jika wanita itu justru sibuk membuat sesuatu tapi ia tak menyangka jika yang di buatnya ini adalah..
"Pesawat? aku bisa makan pesawat, Sayang?" Aisyah yang senang sampai tertawa kecil dan itu membuat Sagara semakin gemas melihatnya.
"Makanlah, ini buatan Amma."
Aisyah menganggukkan kepala, ia benar-benar senang kali ini karna sebelum di makan pesawat yang ada di tangannya ia maju mundurkan lebih dulu layaknya pesawat sungguhan yang sering ia lihat saat di Bandara.
.
.
.
Makasih Amma, Saga malah gak kepikiran. Kalau cerita ke Mommy yang ada pasti di beliin pesawat sungguhan...
__ADS_1