
🍂🍂🍂🍂
Di dalam kamar, ada Ibun, PanDa dan juga putri sulung mereka yang wajahnya jelas terlihat sedang sedih, kebasahan di kedua matanya membuat siapa pun pasti bisa menebak jika SyahRaa baru saja menangis.
"Ada masalah? ayo cerita," kata Panda Sagara pada anak kesayangannya tersebut, ia yang dari sejak bayi selalu berusaha menyenangkan putrinya tentu kesal jika ada yang membuat SyahRaa sedih seperti ini.
"Gak ada, PanDa," jawab SyahRaa, ia yang tak mau terus di perhatikan memilih masuk ke dalam pelukan pria terbaiknya itu.
Tapi, bukan orang tua namanya jika tak bisa merasakan apa yang di rasakan oleh anaknya terutama Ibun yang jelas sekali ikatan bathinnya.
"Kakak bisa bohongi semua orang di dunia ini, tapi tidak dengan Ibun juga PanDa, Sayang. Ayo ceritakan, kami akan mendengarkan semuanya, jiak ada yang perlu di bantu, tentu Ibun dan PanDa akan jadi orang pertama yang melakukannya, Nak." ujar Ibun pada putrinya juga.
"Masalah ku tak punya jalan keluar, tak ada yang bisa menolong kami, aku dan Christ benar-benar menikmati rasa ini dalam hati masing-masing saja," jawabnya yang kembali terisak.
__ADS_1
"Ada apa dengan Christ?" tanya PanDa, ia hanya tahu anak itu memang satu kampus dengan SyahRaa, tinggal di salah satu tempat kost dan bekerja part time di beberapa tempat. Ibun dan PanDa tentu tak ada masalah dengan semua itu justru mereka bangga karna Christ terlihat pria yang bertanggung jawab dan pekerja keras karna terbukti jika biaya kuliahnya saja ia bayar sendiri tanpa melibatkan orang tuanya yang jauh di luar kota sana.
Ya, hanya itu laporan yang di Terima Sagara dari sang Tuan besar Rahardian Wijaya, PapAy tak dengan gamblang memberitahu semuanya karna ingin SyahRaa sendiri yang menceritakan secara detail siapa pria yang teramat di cintainya tersebut.
Jadi, tak salah jika Sagara dan Aisyah tak tahu inti masalah dari yang sedang di hadapi putrinya.
"Katakan pelan pelan, tak ada masalah yang tak punya jalan keluar," kata Ibun yang semakin di buat panik dan cemas.
Tak ada kata yang terlontar di bibir PanDa juga Ibun, keduanya terdiam saling pandang dengan banyak rasa di dalam hati mereka.
"Christ anak Tuhan yang ta'at, sulit untuk aku merayunya sekali pun sudah ku katakan aku benar-benar mencintainya."
"Jangan pernah paksa dia untuk meninggalkan keyakinan, Kak!" sentak Ibun yang menganggap anaknya egois jika melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"Tapi kita tak bisa bersama jika berbeda, Bun. Aku sayang Christ, begitu juga dengannya," balas SyahRaa tak mau kalah.
PanDa yang belum buka suara semakin mengeratkan pelukannya agar SyahRaa bisa jauh lebih tenang sebab pembahasan kali ini sangat sangat sensitif terutama bagi Ibun.
"Sabar ya, Kak. Semua bisa kita bicara kan baik baik. Langkahmu masih sangat panjang, jangan khawatir dan jangan terlalu larut dalam masalah ini," pesan PanDa yang mengusap lembut kepala putrinya yang mengangguk pelan dalam dekapan.
.
.
.
Raa, usahakan untuk berdamai dengan diri sendiri dulu ya, berdamai dengan sesuatu yang tak bisa di ubah. Belajar ikhlas melepas, belajar menerima keadaan dan juga belajar untuk tidak memaksa semua harus menjadi yang kamu mau...
__ADS_1