Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Mas--," panggil Ibun Aisyah saat menghampiri Sagara ke ruang kerjanya, pria itu sudah lebih dari satu jam disana dan tak kunjung keluar.


"Iya, Sayang-," sahut Sagara, ia memundurkan sedikit kursi kerja nya agar bidadari surganya itu bisa duduk di atas pangkuan.


Aisyah yang paham akan hal tersebut tersenyum di balik cadar yang ia kenakan, penampilannya tak berubah begitu pun dengan cinta, kasih sayang dan perhatiannya yang malah justru kian bertambah pada keluarga.


"Mas, Bayiku belum pulang," ucap Aisyah yang merasa khawatir.


Aga yang pamit pergi dua jam lalu ke rumah temannya itu tak satu kali pun mengirim pesan pada Ibunnya, wajar jika wanita itu kini merasa sangat kehilangan.


Sagara yang berhasil melepas cadar dari wajah Aisyah, menghujani wanita itu dengan banyak ciuman hingga rasanya tak ada yang terlewat satu inci pun. Sedang yang di manjakan malah meronta saking malunya.


"Mas, aku sedang bercerita padamu."


"Biarkan saja, Aga sudah besar. Baru pergi beberapa jam. Kalau sampai malam belum pulang, baru di telepon, Ok," kata Sagara menenangkan.

__ADS_1


Aisyah pun mengangguk paham meski dalam hatinya ia tetap tak tenang, Aga tetap kesayangannya meski kini sudah berstatus kan mahasiswa.


Ibun si paling sabar dan banyak menghabiskan waktu berdua tentu akan merasa kehilangan saat bayi nya itu tak ada, bahkan rasanya selalu aneh jika tak ada Aga di meja makan.


.


.


.


Sedang yang di pikirkan dan di khawatirkan oleh orang tuanya kini justru anteng mengobrol dengan Deeva, kakak tingkat di campusnya.


Aga yang polos, baik dan cuek di pertemu kan dengan Deeva yang pemberani dan punya rasa sabar di atas rata rata, semua itu sifat itu bisa di dapatkan olehnya karna perlakukan buruk dari keluarga serta orang tuanya.


"Kamu udah makan, Ga?" tanya Deeva sambil menghapus cairan bening di ujung matanya, itu bukan tangis sedih melainkan karna ia sudah lelah tertawa sebab terus menggoda Aga, tapi yang di goda justru sedang merengut kesal.


"Udah, tadi makan roti sambil nunggu Deeva," jawab Aga, ia memang mampir dulu ke mini market sebelum akhirnya ke kosan PapAy yang di huni oleh Deeva.

__ADS_1


"Mau makan lagi gak? bikin mie rebus, mau?" tawar gadis itu yang mulai merasa lapar.


"Berdua tapi ya," pinta Aga.


Awalnya Deeva kaget, tapi tak lama ia pun langsung mengiyakan. Keduanya pergi ke dapur umum yang ada di lantai bawah, tempatnya begitu bersih dan rapih meski ini bisa di pakai oleh siapa saja.


"Mau mie goreng aja, telurnya yang banyak tapi di orak arik," ujar Aga saat Deeva bingung memilih mie rasa apa yang ada di dalam rak penyimpanan makanan.


"Ok, mau pakai sayuran?" tawar Deeva yang di jawab anggukan kepala oleh pria yang kini berdiri di sampingnya.


Mereka yang hampir sama jika sedang sejajar tak membuat Aga terlihat jauh lebih muda 3 tahun dari Deeva.


"Aga gak jijik kalau makan satu tempat sama aku? kita bikin satu piring loh karna kamu mau berdua," kata Deeva yang sibuk membuka bumbu instan lalu memotong sayuran.


.


.

__ADS_1


.


Enggak, anggap aja ini cicilan sebelum HALAL.


__ADS_2