Sagara

Sagara
Part 130


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari ini, hari dimana SyahRaa dan AgaSyah akan masuk sekolah meski bukan di taman kanak-kanak. Sama seperti biasa, putra mahkota Pradipta tersebut begitu lama saat sarapan sampai semua bosan menunggunya.


"Mas duluan aja deh, Aga gak bisa di paksa," ucap Aisyah pada suaminya yang sudah rapih hendak berangkat ke kantor.


"SyahLaa ikut PanDa yaaaaa," pinta si sulung yang sudah tak sabar ingin sekolah tapi malah di goda oleh adiknya yang masih menikmati sarapan paginya.


"Kalau duluan, nanti disana sama siapa? tunggu adek ya." Aisyah mengusap kepala putrinya yang merengut kesal.


"Nda ih! Adek tuh lama, ntal talau telat gimana?" tanyanya dengan nada bicara sedikit naik juga tatapan marah pada adiknya.


"Pulang laaaaaaaah, apain sekolah talau telat!"

__ADS_1


AgaSyah menjawab dengan santainya, padahal ia tahu jika kakaknya itu sudah menujukan tanduk kecil dan taring panjangnya siap menerkam.


"Adek tuuuuuuuuh, akalin SyahLaa. Huaaaaaa--- ."


Si cantik yang menangis pun langsung di gendong oleh Sagara karna hanya dia dirumah ini yang bisa meredakan rasa kesal SyahRaa jika tak ada Mommy dan Daddy. Anak itu lebih dekat dengan ketiga orang tersebut lain dengan AgaSyah yang hanya cukup bersama dengan Ibunnya. Jadi, tak salah jika sang putra adalah alasan satu-satunya Sagara sering merajuk karna cemburu. Sudah sejak bayi memang AgaSyah tak bisa lepas dari wanita kesayangan mereka tersebut.


"Kakak tetap sekolah kok' nanti PanDa yang izin sama Miss ya kalau nanti kalian telat," rayu Sagara yang banyak menganggap jika Si kembar justru adik atau keponakannya jika yang belum tahu ia sudah menikah. Jarak umur 20 tahunan membuat orang lain tak percaya dan kaget saat tahu ia menikah sejak masih memakai seragam sekolah.


"Tapi adeknya lamaaaaa, mamnya belum abis abis ih," Jawab SyahRaa sambil terus terisak sedih.


Beruntungnya AgaSyah punya Ibun yang memilki rasa sabar luar bisa tapi bukan berarti tak berbatas karna jika sudah kesal ia hanya bisa menangis sendiri tanpa memarahi sebab Aisyah tak tega melakukannya.


"Ayo cepat habiskan, Adek sama kakak kan mau sekolah hari ini, nanti temen temen sama Miss nunggu loh," rayu Aisyah pada sang putra.

__ADS_1


AgaSyah hanya mengangguk tapi dari tampangnya ia terlihat tak perduli dan masih nampak santai menikmati suapan demi suapan makanan yang masuk kedalam mulutnya yang paling bisa jika sudah bertengkar dengan Rain.


"Tuuuuh, cuma angguk angguk aja dia. Nda mau cepet cepet mamnya," rengek SyahRaa yang masih di gendongan Pria terbaiknya itu.


"Aga, kunyah terus telen!" titah Sagara yang mulai ikut kesal karena hari semakin siang. Untungnya tak ada rapat pagi ini jadi ia lebih leluasa untuk berangkat jam berapa pun karna sudah berjanji akan mengantar Si kembar ke sekolah di hari pertama mereka.


"Nih juga di telen," jawabnya tanpa menoleh karna sibuk memotong telur puyuh kesukaannya yang hanya di rebus biasa.


.


.


.

__ADS_1


Bungkus aja, Bun! lanjut makannya nanti di jalan...


__ADS_2