Sagara

Sagara
Part 127


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


SyahRaa yang asik bermain masih cekikan berdua dengan Embun, akan lebih ramai lagi jika XyRa dan ShaSha ada juga di rumah utama, tapi sayangnya dua gadis cantik itu tak bisa datang karna Amih Ara dan mama Senja sedang ada urusan di luar yang kebetulan membawa anak anak mereka.


Sedangkan di ruang tengah, Aisyah masih mencoba menghubungi suaminya yang sudah berjanji untuk menjemput tapi jangan kan batang hidungnya, pesannya pun tak ada sama sekali sampai Aisyah harus panik sendiri menebak sedang apa dan dimana suami kecilnya itu kini berada.


"Gimana? kapan di jemput Sagara? kalau gak bisa nginep aja," ujar MiMoy Hujan memberi tawaran karna senang melihat Embun ada teman bermain, karna dengan adiknya selalu saja di jahili.


"Udah tadi, gak bisa jemput katanya supir yang kesini," jawab Aisyah pasrah dan ada terselip rasa kecewa juga.


MiMoy pun hanya mengangguk lalu meneruskan obrolan sembari menunggu supir datang, padahal supir di rumah utama pun bisa mengantar mereka ke kediaman Pradipta.


Dan tak lama, yang di tunggu pun datang. Kini saatnya Aisyah dan kedua anaknya berpamitan pada Amma dan Appa yang ada di kamar mereka di lantai atas.


.


.


.

__ADS_1


Rain yang menangis tentu langsung mengadu pada Tuan besar Rahardian tentang kelakuan Aga yang mengatainya jelek seperti Ireng yang katanya tak mandi mandi padahal hewan itu memang dari sananya sudah berbulu gelap seperti itu.


"Aga kan gak tahu, makanya kalau kesini Irengnya kasih pinjem," kata Appa Reza sambil memangku cicit kesayangannya itu.


"Nda, itu Ireng, Bum!" tolak Rain sambil menggelengkan kepala dan itu membuat Appa dan Amma gemas karna ingat pada Tutut Markentut saat kecil dulu yang kini di gantikan oleh Rainerly Rahardian Wijaya kemanjaannya.


"Ya sudah, jangan nangis."


"Bum nda jilek kan?" tanya Rain sambil terisak sedih, dan itu membuat Amma dan Appa langsung menggelengkan kepalanya.


Lalu ketukan pintu pun terdengar dari luar membuat Sang Nyonya besar bangun untuk membukanya.


Cek lek


"Sudah di jemput Saga?" tanya Ama yang di jawab gelengan kepala.


"Di jemput supir, Mas Saga ada urusan mendadak."


"Ya sudah, masuk dulu pamit pada Appa ya," kata Amma sambil mengusap kepala dua cicitnya yang lain tersebut.

__ADS_1


Amma, Aish dan Si kembar pun masuk, tapi Appa di minta untuk tidak bangun oleh Rain, tentu karna bocah itu masih kesal pada sepupunya.


"Aish pulang dulu Appa," pamit Si wanita yang selalu berpenampilan rapih dan tertutup itu.


"Iya, Hati-hati ya, main lagi kemari nanti jika ada waktu."


SyahRaa dan AgaSyah pun pamit seperti yang ibunnya ucapkan barusan namun mereka sambil memeluk Appa dan Amma secara bergantian.


"Pulang dulu ya, Bum," ucap SyahRaa begitu manis sampai di cium lagi pipinya oleh Appa karna bagi Tuan besar Rahardian gadis cilik itu mirip sekali dengan adiknya ketika kecil yaitu Mommy Ameera.


"Iya," sahut Rain.


"Aga gak pamit sama Bum?" tanya Aisyah pada putranya yang diam saja tak seperti sang kakak.


"Hem, Aga pulang dulu ya, Jilek!" ucapnya sambil berlari ke luar kamar, dan semua yang mendengar pun kaget termasuk Rain yang kembali mengamuk dalam pelukan Appanya.


.


.

__ADS_1


.


Lepasin, biar Bum LEBUS tuh olang di panci Amma..


__ADS_2