
🍂🍂🍂🍂🍂
Door..
"Gak kaget!" ucap Deeva saat membuka pintu kamar kosnya.
"Kaget doooooong," mohon Aga sambil menangkup kan kedua tangan di depan dada.
"Gak!"
"Ish, Deeva jahat! Lagi ya, sampe Deeva kaget, Ok!" dengan menaik turun kan alisnya Aga meminta kedatangannya di ulang lagi namun gadis itu menolaknya.
"Kenapa? kan Aga pengen liat Deeva melotot liat Aga" ujarnya masih memaksa.
Deeva yang mendengar itu hanya bisa menarik napas lalu membuangnya perlahan, "Bayi Gantengku kan tadi udah telepon kalau udah sampe, ketuk pintu juga barusan terus gimana mau kagetnya?" tanya Deeva yang bingung sendiri.
"Deeva gak seru!" Aga yang kesal melengos pergi begitu saja dari hadapan gadis itu yang kemudian di ikuti juga karena memang mereka sudah janjian akan ke kediaman Pradipta sore ini.
__ADS_1
Pertemuan Ibun dan teman putranya pun akhirnya terjadi, jangan tanya bagaiamana perasaan Deeva saat ini karna rasanya jauh berbeda saat ia datang kerumah Ronald atau pun teman pria satu tongkrongan lainnya.
"Deeva mau apa?" tanya Aga saat melihat gadis tersebut mengeluarkan sebuah benda dari tas kecil yang ia pakai.
"Mau naik motor."
"Ih, sini sini, sama Aga naik mobil," ajaknya dengan tatapan tak ingin ada bantahan.
Deeva yang akhirnya menurut, memasukkan lagi kunci motornya ke dalam tas lalu berjalan ke arah mobil mewah ahli waris Pradipta tersebut.
.
.
.
"Pacarnya adek jadi kesini, Bun?" tanya SyahRaa yang baru datang ke ruang tengah dari kamarnya.
__ADS_1
"Jadi, Kak. Dari kemarin udah ngerengek terus," jawab Ibun sambil tersenyum simpul di balik cadar nya, ia ingat betapa menggemaskannya si bungsu saat memohon PanDanya untuk pulang lebih awal sebab ia akan membawa teman wanitanya itu, meski tak di Pungkiri di waktu yang sama juga hati ibun mencelos sebab disadar kan dengan kenyataan jika putranya sudah mulai merasakan indahnya jatuh cinta.
"Awas ya, pokoknya cuma sekedar dateng aja, Kakak gak mau kalau sampe si bayi minta nikah duluan," ancam SyahRaa yang sebenarnya sudah panik sejak pagi sebab datangnya Deeva di ketahui oleh si genk kompor meleduk, jadi lah gadis cantik itu terus di takut takuti terutama oleh ArXy yang senangnya mengompori.
"Hust, ngomong apa sih, Kak! gak ada yang nikah nikah buat sekarang, kalian kuliah dulu sampai selesai."
Dalam masalah ini, Ibun Aisyah dan PanDa Sagara cukup bertolak belakangan. Ibun yang memang menikah saat sudah bekerja berbanding terbalik dengan suaminya yang saat melafalkan ijab qabul justru masih duduk di bangku SMA.
Jika Ibun ingin kedua anaknya sarjana dan sukses lebih dulu, PanDa malah tak masalah jika SyahRaa maupun AgaSyah ingin menikah muda mengikuti jejak nya sebab ia tahu rasanya ingin memiliki seseorang yang begitu di cintai.
"Ya pokoknya Kakak gak mau di langkah, Si bayi harus nunggu Kakak dulu. Mohon untuk sesuai urutan ya, lahir belakangan kok mau nikah duluan," cetusnya kesal karna merasa takut sendiri, SyahRaa cukup tahu diri sebab kisahnya masih jalan di tempat belum menemukan hilal untuk halal.
.
.
.
__ADS_1
Assalamu'alaikum, Ibun--- anak gantengnya bawa calon mantu nih....