
paginya tepat pukul 7.00. Jam pelajaran sudah mau dimulai tapi Sagara tak kunjung datang ke kelas. Dari semalam Sagara tidak pulang kerumah setelah di pemakaman mamanya, sampai sekarang dia belum pulang juga.Entah kemana dia pergi setelah itu.
Sampai akhirnya gurupun datang dan Azka gelisah akan hal itu, karena Sagara dari kemarin belum pulang sampai dia dimarain mamanya karena tidak bareng sama saga.
Setelah murid murid di absen giliran nama Sagara yang di sebutin , semuanya hening tidak ada yang tau Sagara di mana.
Karena sagara tidak ada keterangan mau tidak mau Sagara di Alfakan di absensi.
Meski ini bukan pertama kalinya Sagara Alfa tapi yang lain sedikit aneh dengan hal itu , biasanya Alfa gara gara bolos. Sekarang malah Sagara menghilangkan diri dari kemarin.
"Bel baskara ada hubungin Lo soal Sagara?". Ucap Azka berbisik pelan supaya Bu guru tidak mendengarnya.
Belum sempat Bella menjawab baskara sudah menghubunginya melalui pesan. Bellapun diam diam mengecek hpnya.
Baskara♡
||Sagara ada masuk kelas gak?
^^^Gak ada||^^^
^^^Dari tadi blum datang||^^^
^^^Emang saga kemana?||^^^
^^^Azka juga nanyain||^^^
baskara hanya melihatnya. Lalu Bella menyimpan kembali hpnya dan pokus ke Azka yang lagi liatin dari tadi menunggu jawaban.
"Gimana?".
Bella menggelengkan kepalanya "maaf ka pacar gue juga nanyain saga".
Azka menghela nafasnya pelan lalu kembali ke posisi tegak menghadap depan berusaha tenang meski sekarang lagi memikirkan sagara.
...••••••...
Pada jam istirahat Sagara masih belum ada kabar dan tak kunjung datang juga. Sampai remaja remaja di warung babeh melamun berharap Sagara datang.
Tidak lama dari itu yang datang malahan Azka dan leo menghampiri meja baskara ,Revan dan andra.
"Sagara beneran gak ada hubungin Lo bas?".
"Udah gue chat telepon beberapa kalipun tetep gak di bales atau angkat gue , hpnya mati". Ucap baskara menjelaskan
"Lo kan serumah ko gatau dia pergi kemana". Tanya Andra memastikan
"Dari kemarin Sagara gak pulang kerumah, kemarin kan sama kalian".
Ketiga temannya saga itu berdiri kaget Sagara tidak pulang kerumah dari kemarin. Padahal kemarin Sagara pulang duluan. Baskara mondar mandir memikirkan sagara kemana.
"Harusnya gue kemaren ikutin sagara". Baskara tidak tenang saat ini, karena baru kali ini Sagara kabur kaburan dan menghilang tanpa ngasih tau.
__ADS_1
"Lo tenangin dulu kita pikirin kemana bisanya saga pergi kalau lagi pengen sendiri". Ucap andra yang juga berusaha tidak terlalu panik.
"Udahlah sagarakan cowok pasti dia baik baik aja". Ucap Leo sambil mengambil minuman milik laki laki yang di sebelahnya.
"Eh minuman gue".
"Minta dikit, haus".
"Meski dia cowok tapi tetap aja gue sebagai sahabatnya khawatir , gak biasanya Sagara kayak gini". Ucap baskara kesal pada leo yang tidak tau apa apa.
10 menit kemudian setelah mereka menunggu berharap ada chat atau telepon dari Sagara, akhirnya Sagara menghubungi juga.
"Anjirr Lo kemana saga, baru hubungi gue!". Teriak baskara membuat Sagara disebrang sana menjahui hpnya.
"Hallo saga Lo denger Gue gak sih?!".
"gak usah teriak teriak juga, gue gakpapa, hp gue lowbat jadi gak bisa hubungi lo".
"Lo kemarin kemana?".
"ada dirumah".
"Bohong banget,Azka tadi bilang Lo kemarin gak pulang sekarang pun masih belum pulang".
"los sama yang lain gak usah khawatirin gue, gue gakpapa".
"Gak khawatir gimana Lo hilang , gak biasanya".
"Hallo sagara, Lo dimana sekarang!!"
"Sagara anjir, ko dimatiin!!".
Revan dan andra menunggu penjelasan baskara begitupun Azka dan leo yang masih menunggu kabar dari Sagara.
"Gimana saga baik baik ajakan?". Tanya Azka khawatir dan penuh harap saudaranya itu baik baik aja.
Baskara mengangguk sambil berusaha menghubungi Sagara ,tapi tidak di angkat oleh Sagara malah di matiin hpnya. Pada akhirnya baskara menghela nafasnya panjang.
"Sagara kasih tau Lo dia dimana?". Tanya Andra memastikan.
Baskara menggelengkan kepalanya "gue tadi udah nanya , tapi udah keburu di matiin".
Semuanya menghela nafasnya udah gatau lagi harus cari kemana gak biasanya Sagara pergi tanpa kasih tau sahabat sahabatnya.
Babeh Hasan yang juga khawatir matanya mebinar lalu menghampiri kelima remaja cowok yang kebingungan.
"Babeh tau, nak Sagara ada dimana".
...••••••...
Di tempat pos ronda tempat penjaga makam , Sagara rupanya masih ada disana membantu mang Jajang menjabuti rumput rumput yang ada di pemakaman, tidak lupa juga makam mamanya ia selalu rawat dan bersih.
__ADS_1
"Den. ganti dulu atuh bajunya, nanti kotor?". Ucap mang Jajang, karena baju Sagara masih pake baju seragam dari kemarin, dan sekarang udah kucel.
Sagara menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. Mang Jajang menghela nafasnya heran lalu melanjutkan aktivitasnya.
15 menit kemudian mereka selesai menjabuti rumput rumputnya lalu beristirahat di pos.
"Aden gak mau pulang?".
Lagi dan lagi Sagara menggelengkan kepalanya tidak menjawab pertanyaannya mang Jajang . Mang jajangpun merasa aneh sama Sagara karena tidak bicara dari tadi , emang sih Sagara terkenal dingin tapi gak biasanya dia diem tidak mengeluarkan suara.
"Aden Aya masalahnya?, Dari tadi diem wae (Aden ada masalah ya?, dari tadi diem aja)".ucap mang Jajang pake logat sundanya
"Sagara cuman capek mang".
"Aden sakit?".
Sagara menggeleng lalu mengambil tasnya , hendak Sagara ingin melangkah baskara dan rekan rekannya termasuk babeh datang menghampiri Sagara.
Sagara kaget kenapa bisa mereka ada disini, lalu melihat ada babeh, Sagara lupa bahwa babeh tau tempat ini.
"SAGARA ANJIRR LO BIKIN KITA KHAWATIR!!". teriak baskara lalu memeluk Sagara , Sagara meringis pelan tidak ada habisnya ni anak kalau teriak suka bikin telinga sakit.
"Pengap b*go, lepasin". Umpat Sagara berusaha melepaskan pelukan baskara.
"Mama,papa nyariin Lo Sagara, sampai mama marahin gue". Ucap Azka , yang membuat Sagara menoleh ke arah sumber suara.
"Gak usah peduliin gue, gue siapanya Lo?".
"Sagara jangan gitu nak , meski dia adik tiri kamu tapi tetep dia saudara kamu". Babeh Hasan menepuk nepuk bahu Sagara pelan menengakannya. Meski babeh tau Sagara tidak pernah suka sama Azka tapi babeh tidak lupa menasehati sagara.
"Lain kali kalau mau peduli , jangan main fisik".
Sagara berjalan mendekati Azka "bilangin ke bokap Lo, gak usah nyariin gue lagi". Lanjutnya lalu pergi menaiki motornya dan meninggalkan halaman itu sampai dia tidak peduli sama sahabat sahabatnya Yang ada disana.
"Sagara Lo mau kemana!!". Teriak Revan lalu segera menyusulnya, baskara dan Andra langsung menyusulnya menaiki motor motornya.
Azka menghela nafasnya sabar, leopun mengusap punggung Azka untuk menenangkan.
°°°°°
Di perjalanan Sagara mengebut tidak kendali tidak tau mengarah kemana tidak ada tujuan kemana ia pergi, ketiga sahabat sahabatnya itu kewalahan , segimanapun mereka teriak memanggil Sagara, Sagara tidak mendengarkannya sama sekali hanya pokus ke jalanan yang lumayan ramai, tapi dengan lincahnya Sagara bisa menyalip beberapa mobil motor dan mengebut diajalanan.
"Ini kalau dibiarin. Sagara bakal celaka!!". Teriak Andra kepada baskara dan Revan yang juga setuju apa yang dikatakan Andra , mereka segera menyusul Sagara yang udah lumayan jauh dari mereka.
"SAGA LO KALAU PUNYA MASALAH CERITA JANGAN KAYAK GINI!". Baskara udah teriak teriak sampai pita suaranya mau habispun Sagara tetep menghiraukan , Sagara kalau lagi moodnya buruk ke satu orang kesemuanya pun juga kena , mau dia sahabat atau oranglain pun sama, kecuali orangtua. Tapi Termasuk keluarganya dia berbeda sikap.
...••••••...
Kritik dan saran masih Diterima dengan baik jangan lupa dukungannya ya vote dan share sebanyak banyaknya
♡♡♡
__ADS_1