
🍂🍂🍂🍂🍂
"Dee, Ronald lagi gebukin orang di parkiran," ucap seseorang yang tak di kenal oleh ketiga pangeran Rahardian.
Deeva yang kaget mendengar hal tersebut langsung berlari meski bingung parkiran mana yang di maksud karna ada beberapa area parkiran di campus.
Tak hanya Deeva dan orang tadi, nyatanya ArXy, Skala dan Heaven pun ikut menyusul.
"Woy, mau kemana kita?" tanya Skala.
"Gak tau, gue kan ngekutin kalian!" jawab Heaven yang baru datang dan tak ingin di tinggalkan.
"Heh, JangPuk, lo mau kemana?" tanya Skala pada pria di depannya kini.
"Kemana? lah iya, ngapain lo berdua ikutin si Bihun?" tanya ArXy dengan nada emosi tingkat dewa.
"Lah, lo yang duluan lari!" teriak Heaven dan di iyakan oleh Skala juga.
Putra dari pasangan AsmAra dan GalaXy ( ArXy) itu pun langsung mendapat pukulan dari dua sepupunya hingga berakhir dengan aksi kejar kejaran. Tak perlu banyak teman karna dengan saudara saja rasanya hidup sudah jauh bahagia dan berwarna.
__ADS_1
Lain hal dengan Deeva yang sudah berada di parkiran, ia pun berhenti dan mengedarkan pandangan, tak ada kejadian apapun di sana kecuali deretan mobil mewah yang berjejer rapih.
"Mana Ronald?" tanya Deeva dengan suara ngos-ngosan karna begitu sangat lelah berlari.
"Bukan parkiran ini, Dee. Tapi sebelah sana," jawab orang yang tadi memberi tahu Deeva.
Kedua mata wanita itu begitu tajam menatap sosok pria di depannya kini.
"Lo cari mati atau cari masalah sama gue?!" teriak Deeva semakin frustasi karna rasa takut. Tak perduli jika hari ini ia harus tertinggal satu kelas.
Ya Tuhan, ku mohon bukan Aga, jangan pernah sekali pun Ronald menyentuhnya. Aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi apapun pada Aga.
Dan benar saja, ada banyak orang berkerumun disana, tak hanya mahasiswa karna ada satpam dan juga beberapa dosen yang di lihat oleh Deeva.
Ia yang penasaran pun langsung menerobos kerumunan tersebut, tapi ia menoleh saat tangannya di tarik.
"Lo mau kemana?" tanya Erick, salah satu teman satu genk motor dengan Deeva dan Ronald.
"Siapa yang di gebukin sama Ronald, Rick?" tanya Deeva penasaran.
__ADS_1
"Lo diem, jangan mendekat kalau gak mau kena."
"Iya, tapi jawab dulu, siapa yang yang di gebukin Ronald?" Deeva pun mengulang pertanyaannya masih dengan raut wajah khawatir dan penasaran. Perasaannya tak akan lega jika belum tahu siapa korban dari kebrutalan Ronald sang ketua geng motornya.
"Orang kantin, katanya numpahin kopi ke baju Ronald. Lo kenapa? sampe segitunya panik nya? biasanya juga gak pernah perduli," tanya Erick yang akhir nya menyimpan rasa curiga.
"Ah enggak. Gak apa apa kok, ya udah gue pergi dulu ya," pamit Deeva yang tak ingin di todong banyak pertanyaan lagi oleh Erick, wajar jika sahabat nya itu curiga sebab Deeva terlihat sangat panik barusan, di tambah keringat yang membasahi wajah dan leher jenjangnya yang pertanda ia habis berlari jauh.
Deeva yang masih ngos ngosan berjalan pelan di antara deretan mobil yang terparkir, dan dahi basahnya mengerti saat ia melihat sebuah mobil yang ia tahu betul pemiliknya, tapi bukan itu yang jadi masalah, karna yang di buat penasaran adalah kenapa bagian bagasi nya terbuka?
"Aga---, kamu disini?" tanya Deeva yang lalu menghampiri.
Mendengar suaranya di sebut, pria remaja yang beranjak dewasa itu pun menoleh.
.
.
.
__ADS_1
Dee... sini temenin Aga. Udah dua jam di parkiran sambil sarapan.