Sagara

Sagara
PART 3


__ADS_3

Seperti biasa warung babeh Hasan selalu ramai oleh siswa siswa yang bosen di kelas dan memilih untuk bolos , tidak hanya kalangan para cowo disana. Cewek pun ada yang nongkrong bareng di warung babeh, dan babeh pun tidak mempermasalahkan semuanya.


Termasuk Sagara dan ketiga teman-temannya yang sering sekali bolos saat di jam pelajaran. Kalo dibedakan dengan Azka , Sagara ini beda jauh dengannya, Azka yang rajin,Baik, tidak pernah bolos, juara Mulu lagi di sekolah, tidak heran selalu di sayang sama kedua orangtuanya. Tapi sebelas duabelasnya mereka sama sama dingin , kalo ngomong pun kalo dia mau dan ada bahan pembicaraan.


"Tumben banget Lo nggak nyamperin Bella bas?". Tanya Andra merasa heran karena baskara ini tidak pernah lupa absen untuk mengapeli kekelas pacarnya. Ia Bella Saphira dia anak kelas 11 IPA 4, temennya Azka itu pacarnya baskara , sudah 1 tahun lamanya berarti  Meraka pacaran sejak kelas 10.


"Tadi Bella gak mau diganggu dulu, karena dia sedang ngerjain tugas". Ucapnya sambil mengambil segelas kopi yang sudah ia pesan dari tadi.


"Lo bisa putusin Bella gak bas?". Ucap Sagara  yang tiba tiba sembari memain game.


"Uhuk uhuk". Baskara tersedak dengan ucapan Sagara tadi, membuat dia membelalakkan matanya , Revan dan andra juga sama setelah mendengar itu.


"Maksud Lo apa?". Ucap baskara penuh penekanan tidak terima apa yang di ucapkan Sagara barusan.


"Gue bilang Lo bisa putusin bella gak?". Tanyanya sekali lagi


"Lu kira percintaan semudah itu sa?. gue udah setahun sama dia. Dan segampangnya Lo nyuruh gue putusin bella".


"Lu kira percintaan itu cuman ngungkapin perasaan , terus putusin gitu". Lanjutnya penuh amarah tidak terima apa yang di ucapkan saga.


"Gak!!".


"meski gue suka deketin cewek, bukan berarti gue gak suka sama Bella , bukan berarti gue juga mempermainkan hati Bella". Dengan amarah yang memburu baskara beranjak dari duduknya lalu melangkah pergi.


"Gue gak suka. karena dia temennya Azka". Ucap Sagara , yang hingga membuat langkah kaki baskara berhenti dan menatap penuh ke Sagara yang juga menatapnya tidak suka.


"Cuman gara gara itu?". Ujar baskara dengan kesal. Sagara mengangguk mengiyakan lalu berdiri dari duduknya lalu menghampiri baskara yang berdiri sedang menatap penuh amarah pada saga.


"Bisa kan bas?".


baskara terkekeh geli tidak percaya.


Bugh!!


satu pukulan dari baskara mendarat di pipi Sagara membuat saga tersungkur ke bawah. Para siswa yang dengar keributan itu pun menoleh. Termasuk Revan dan andra  juga yang segera menghampiri kedua temannya itu sedang berkelahi.


"LO GILA!!. teriak baskara dengan rahang mengeras dan nafas memburu tidak karuan.


"Udah udah Lo apaan sih , gak usah pake fisik juga dong bas". Ucap andra melerai perkelahian kedua temannya itu. Segera Andra membantu Sagara bangun.


"Lo boleh benci sama azka, tapi jangan bawa bawa Bella di kehidupan Lo!!". Lanjut baskara tidak suka apa yang di ucapkan Sagara yang menyuruhnya untuk putus sama bella. Oh jelas tidak bisa menurutnya gak segampang itu.


"Pergi Lo bas kali ini gue maafin". Ucap Sagara watados dengan ucapannya.


Baskara berdecak kesal tidak percaya.


"Harus Lo sih yang minta maaf sa, bukan gue".


"Lo masih mau jadi temen gue , lo putusin Bella cari yang baru, kalo Lo udah gak mau temenan sama gue Lo pergi dari gue".


"Sa Lo gila gak gitu anjirr , Azka sama Bella tuh cuman temenan". Bantah Revan yang tidak terima.


"Lo juga kalo udah bosen sama gue Lo bisa pergi". Jawabnya


"Okey sa gue pergi dari kehidupan Lo sekarang, karena gue pengen punya masa depannya nanti , gue juga gak rugi kehilangan Lo". Ucap baskara lalu pergi dari sana secepat mungkin.

__ADS_1


"Okey gue pegang omongan Lo sekarang, karena gue yakin Lo bakal balik lagi ke gue".


"Gila Lo sa". Ucap Revan lalu menyusul kepergian baskara.


Tinggal hanya Andra yang disana yang diem dan menatap Sagara tidak percaya.


"Lo juga mau pergi silakan dra". Ucapnya lalu duduk di meja sebelumnya ia duduki.


"Lo gak usah ngatur ngatur hidup orang lah sa, Lo tau abas itu temen Lo dari kecil, sampai sekarang masih sama sama, masa ia sekarang Lo berdua pisah karena baskara bercinta".


"Gue gak suka aja sama bella".


"Karena dia Deket sama Azka iya?". Lanjut Andra tidak percaya. Dan hanya dibalas anggukan oleh Sagara.


...••••••...


"Ko tumben gak bareng cirle kamu?". Tanya Bella pada abas yang sedang memakaikan helm pada pacarnya.


Baskara menggeleng tidak merespon Bella dengan baik.


"Berantem ya?".


Baskara menghela nafas panjang lalu memejamkan matanya sejenak. Lalu menatap penuh mata Bella dengan dibalas tatapan oleh Bella.


"Beneran berantem?". Tanyanya sekali lagi. Lalu dibalas anggukan oleh Abas.


"Cuman sama saga Doang". Ucapnya lalu menaiki motornya.


"Masalahnya apa ko bisa berantem?". Tanyanya kepo.


Setelah itu Motor yang dinaiki oleh mereka itupun melaju pergi keluar gerbang untuk pulang.


Tapi disisi lain Sagara memperhatikan baskara yang kayaknya sayang banget sama Bella sampai gak mau dipisahkan. Jujur. Sagara gak rela pisah sama temen dekatnya itu , tapi karena soal Bella temannya Azka , terus bellanya pacar baskara dia rela kehilangan temennya demi baskara bahagia dengan pilihannya sendiri.


"Kalo gue ada di Posisi Abas, gue juga bakal sama kaya abas". Ucap Revan yang tiba tiba ada di samping Sagara yang sama menatap kepergian baskara. Saga menoleh ke Revan yang juga menatapnya.


...••••••...


Sagara kali ini lagi di perjalanan untuk pulang. Tumben sekali pulang kerumah biasanya suka nongkrong di warung babeh Hasan. Tapi karen soal pertemanannya lagi kurang baik saga niat untuk pulang.


Setelah di pertengahan jalan,Sagara menatap ke arah sisi jalan melihat seorang perempuan yang tidak asing ia lihat, sedang mengelus anak kucing di sisi jalan. Lalu Sagara menghampiri gadis itu.


Gadis yang di sampingnya menoleh ke saga, lalu berdiri sambil memangku se'ekor kucing. Sagara langsung melepaskan helmnya lalu turun dari motor.


"Lo ngapain di sisi jalan gini?". Tanyanya


"Kamu juga kenapa ada disini?". Tanyanya balik.


"malah balik nanya". Ucap Sagara dingin. 


Yang hanya dibalas kekehan kecil darinya.


Wanita yang dia temui itu adalah Nara siswi baru di sekolah Nusa abadi.


"Pengen ngelus kucing ini , lucu tau". Jawabnya sambil terus mengelus kucing yang ada digendongannya.

__ADS_1


"Bukannya punya asma?".


"Lagian gak sampai aku cium". Nara tersenyum lembut.


"Lo naik apa tadi?".


"Biasa naik angkot. tapi aku turun disini karena pengen ngelus anak kucing ini ". Jawabnya tersenyum. Sagara hanya mengangguk meski tidak habis pikir, dia rela turun dari angkot di pinggir jalan hanya demi ingin mengelus se'ekor kucing. Emang aneh menurutnya.


tidak lama dari itu nafas Nara terngah engah, asmanya kambuh, segera Nara meletakkan kucingnya lalu mengambil inhalernya di tasnya, secepat mungkin ia hirup.


"bandel banget jadi cewek".


"udah tinggalin kucingnya".


Nara menghela nafasnya pelan lalu membiarkan ia rileks sebentar sebelum bicara.


"kamu pelihara aja deh, kasian tau habis kecebur got". tawar Nara sambil cemberut melihat anak kucingnya kasian.


Sagara melihat Nara begitu gemas , baru kali ini ada orang yang bikin dia tersenyum dan gemas sendiri sama tingkah lakunya, apalagi inj cewek.


"Gak!". tolaknya mentah mentah , karena buat apa gitu memelihara kucing , cara ngerawatnya gimana, Sagara gak suka kucing apalagi ini lagi kucingnya habis kecebur got segala, otomatis nanti dia harus mandiin.


"pliss kali ini aja. kasian masih kecil". Nara memohon agar Sagara menerima tawarannya , tapi Sagara acuhkan lalu menaiki motornya.


"sorry Ra , dirumah ada yang alergi".


iya mamanya Azka, ibu tiri Sagara itu punya alergi sama kucing kalau ada kucing dia bisa sakit.


Sagara inget bukan berarti peduli, karena dia tidak mau menambahkan masalah sama papanya, kalau sampai papanya tau Sagara membawa kucing kerumah, dia akan habis olehnya.


Sagara mengambil helm yang selalu di pake Andra yang selalu nebeng sama dia, tapi kali ini Andra bawa motornya sendiri. ia kasih ke Nara untuk memakainya.


"Untuk apa?". Tanyanya polos dan bingung dengan Sagara yang mengasongkan helm padanya.


"Untuk di pakelah, lo pulang bareng gue, gue anterin".


"kucingnya?". ucapnya cemberut


sagara menghela nafasnya sabar , Nara keras kepela juga ya kalau soal kucing , sekalinya A harus tetep A tidak boleh di bantah.


setelah berpikir panjang akhirnya Sagara mengangguk lalu memangku anak kucingnya untuk dibawa pulang. Nara yang melihat itu sumringah tidak percaya Sagara akan menurutinya, Nara segera menaiki motornya Sagara dan tidak lupa berterima kasih padanya.


...••••••...


Gimana suka gak sama ceritanya?


Maaf yah kalo alurnya agak kurang kena di hati kalian mungkin.


Mohon dimaklumi karena aku masih belajar untuk jadi seorang penulis.


Insyaallah kedepannya akan lebih baik lagi dari ini ya doakan saja bisa jadi penulis yang handal. Aminn


Jangan lupa tinggalkan jejak ya makasih


see you next time ♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2