Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


{Dari lapak Shena berasa TUA.. disini kita muda lagi, Happy Reading dan mashaAllah banget masih ikut di season 2 ini ya, masih ketemu sama komen komen yang bertebaran di semua lapak 😘 Terima kasih dan sehat selalu..}


β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚β€‚πŸŒΌπŸŒΌπŸŒΌ


"Wah, adeknya Si BumBum datang," kekeh Heaven saat Aga datang dengan wajah di tekuk, dari jauh saja sepertinya sudah bisa di tebak jika masalah anak itu pasti tak jauh dari perut.


"Napa? laper pasti," tanya Rain dengan tatapan malas sebab ia punya dendam tersendiri dengan sepupunya itu.


"Iya, pesen makan dong," jawabnya yang mulai tengok kanan kiri.


"Heh, anak bayi. Lo pesen makan, kita tinggal ya!" ancam ArXy yang memang sudah sangat menyebalkan sejak remaja, andai saja ia tahu jika di masa mendatang akan jadi Duda, ckck.


"Jahara sekali kalian semua!" tunjuk Aga pada satu persatu pria tampan kaya raya di depannya kini.


Gelak tawa terdengar riuh dari para pangeran Rahardian Wijaya karna yang lain disin tentu hanya Aga.

__ADS_1


Tak perduli dengan ancaman ArXy, ia pun tetap memesan makanan. Perutnya masih terasa lapar karena tadi sempat di tinggal oleh sang Kakak.


Nasi goreng seafood dengan tambahan paha ayam serta telur dadar sudah ter hidang di atas meja, membuat para sepupunya saling pandang.


"Emang paling bener yang SyahRaa bilang, ini bayi sangat sangat tidak tahu diri sekali. Tau makan lama, tapi pesen makan udah kaya kebon binatang di piring," ucap ArXy lagi sambil geleng geleng kepala.


"Yuk tinggalin yuk tinggalin," ajak Rain si ketua kompor meleduk.


Sambil tertawa, mereka juga sambil membereskan barang termasuk ponsel masing-masing yang tergeletak di atas meja. Sudah dari jaman dahulu, jika sedang berkumpul jarang sekali ada yang sibuk dengan si benda pipih kecuali panggilan dari orang tua dan mendesak saja.


Aga yang tahu akan di tinggalkan hanya bisa mencibir menahan kesal pada mereka yang kini sudah Kabur.


Ya, memang hanya Aisyah yang sabar selama 17 tahun di meja makan bersama putranya tersebut, tebukti SyahRaa saja yang sejak di rahim bersama harus setiap pagi mengomel.


"Mau ku temani?" suara wanita yang ada di belakang Aga, tentu membuat pria yang baru beranjak dewasa itu menoleh.


"Gak usah," jawabnya langsung menolak tanpa basa basi.

__ADS_1


Tapi, wanita itu malah tetap duduk sambil meletakkan makanannya di satu meja dengan Aga.


Aga yang merasa ini tempat umum tentu tak ada hak untuk mengusir, karna untuk menemani ia jelas menolak tapi bukan berarti ia bisa semena mena, akan habis dirinya di gantung di tiang bendera jika PanDanya tahu.


Ia yang masih menikmati nasi gorengnya itu cukup merasa risih saat wanita itu memperhatikannya secara intens bahkan seolah tak berkedip.


"Gue tau gue ganteng! tapi gak segitunya terus liatin gue, lo mau mata lo gue Colok?!"


Bukan takut apalagi marah atau tersinggung wanita itu malah tertawa renyah. Tentu itu membuat AgaSyah kesal karna serasa di ledek oleh orang yang tak di kenalnya itu.


"Dasar cewek aneh!" cetus Aga yang semakin tak nyaman, namun ekspresi jengkelnya itu sangat membuat penasaran wanita tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Ganteng banget sih? mubazir kalo gak di pacarin...


__ADS_2