Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Saya, Agam--," seorang pria memperkenalkan diri tanpa mengulurkan tangan seperti orang pada umumnya.


Ia tersenyum dengan tatapan teduh dan hangat, sedangkan SyahRaa hanya membalas dengan wajah datar seperti biasa.


Ya, gadis itu memang selalu cuek seolah tak suka di dekati oleh lawan jenis kecuali Christ, jangan tanya kenapa karna cinta yang tulus tentu tanpa karena...


"Kirain kesini sama Om, aku kangen Anna," ucap SyahRaa sedikit kecewa dan itu jelas terlihat di wajahnya, sebab nama yang di sebut nya tadi adalah adik sepupunya.


"Lain kali nanti kesini ya," jawab Nenek yang paham perasaan cucu kesayangannya tersebut.


SyahRaa hanya mengangguk, ia duduk kembali dengan keluarga nya namun hanya menjadi pendengar yang baik, SyahRaa selalu tak nyaman jika baru bertemu dengan seseorang pertama kali tapi lagi dan lagi tidak dengan Chris.


"Aku ke kamar ya, mau mandi dulu sebentar, " pamit SyahRaa sambil melepas pelukan dari Nenek.

__ADS_1


"Iya, Nak. Turun lah lagi saat makan malam ya," pesan Nenek yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh SyahRaa.


Setelah anak gadis itu pergi ke kamarnya, kini tinggal para orang tua bersama dengan Agam.


"SyahRaa memang anaknya manja, tapi dia baik dan penurut," ucap Kakek yang semua tahu itu tertuju pada Agam.


Tak ada angin tak ada Hujan semalam pria baya itu menelepon putrinya jika akan datang dengan seseorang, Aisyah tentu menyambut dengan tangan terbuka tapi ia belum tahu dengan niat kedatangan Ayah yang sebenarnya.


"Nggih, Kek. Sudah terlihat oleh Agam," jawabnya sopan dengan selalu di iringi senyum.


Sagara yang melirik sesekali pada istrinya tentu membuat Aisyah salah tingkah. Akhirnya ia juga ikut pamit dengan alasan akan menyiapkan menu makan malam untuk mereka bersama dengan Ibu di dapur.


.


.

__ADS_1


Cangkir teh yang kini ada di atas meja makan di mainkan oleh Nyonya besar Pradipta dengan perasaan bingung dan serba salah.


"Nanti, bicara kan saja dulu dengan suami mu ya, Nak. Tak perlu buru buru karna ini baru hanya rencana saja," ujar Ibu yang paham dengan kegelisahan yang di alami putrinya sekarang saat tahu maksud dan tujuan kedua orang tuanya datang tidak bersama dengan sang Kakak.


Agam Artha Abdillah, salah satu cucu dari Kiyai Hj tempat Ayah Aisyah mengajar, ia yang dua minggu lalu pulang dari luar kota baru saja menyelesaikan studinya di salah satu Universitas ternama dan sangat terkenal sebagai Sarjana Ilmu Al-Quran dan Tafsir.


"Bukan hanya dengan suamiku, Bu. Ada Papa mertua dan semua keluarga besarnya, dan terutama SyahRaa," jawab Aisyah yang menggigit bibir bawahnya sendiri di balik cadar.


"Nak, Agam datang hanya ingin kenal dengan SyahRaa, bukan ingin langsung menikahinya. Ia memang sedang mencari pendamping hidup tapi bukan berarti semudah itu ia menjatuhkan pilihan. Sekali pun Agam cocok dengan SyahRaa tentu pernikahan akan terjadi atas dasar persetujuan SyahRaa dan keluarga. Kamu jangan khawatir ya, Ibu dan Ayah pun minta maaf jika ternyata sudah membuatmu serba salah seperti ini," jelas Ibu sambil mengusap punggung putri bungsunya, tentu ia adalah orang pertama yang kaget dengan rencana suami nya.


"Iya, Bu. Tapi aku tak yakin jika dia mau nikah muda," ucap Aisyah.


.


.

__ADS_1


Nikah? siapa yang mau nikah??


__ADS_2