Sagara

Sagara
Season 2


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


"Kak Ara beneran gak pulang kesini?" tanya Aga sambil berjalan di tengah tangga dengan PanDanya, mereka yang keluar kamar secara bersamaan pun akhirnya bercerita tentang SyahRaa.


"Iya, kakak pulang kerumah utama, yang kesini cuma Agam."


Kedua pria yang seperti kakak adik itupun bergegas ke ruang makan yang katanya sudah ada sang tamu disana.


"Assalamu'alaikum, Om, Aga-," ucap Agam yang saat tahu para tuan Pradipta datang ia pun bergegas untuk bangun.


"Waalaikum salam, maaf ya, semalam saya pulang terlambat."


"Tak apa, Om. Saya yang harusnya minta maaf karna sudah merepotkan mampir kemari," balas Agam setelah mencium takzim punggung tangan pria yang selalu ia doakan menjadi ayah mertuanya.


Tanpa SyahRaa dan Ibun, ketiganya pun sarapan bersama karna PanDa akan segera ke kantor sedangkan Aga akan berangkat kuliah dua jam lagi.


"Nak Agam mau ke rumah utama?" tanya PanDa.


"Iya, saya mau anter SyahRaa ke kampus, Om, sekalian ajak jalan jalan keponakan sebelum pulang nanti," jelas Agam.

__ADS_1


"Ya sudah, hati hati saja ya, Om harap kamu bisa jauh lebih sabar menghadapi SyahRaa," pesannya lagi.


PanDa maupun Ibun tak pernah masalah dengan pria yang sedang dekat dengan putri mereka selagi baik, sopan dan bertanggung jawab, termasuk pada Christ meski belum pernah bertemu sekalipun karna menurut mereka tak ada yang salah dengan Pemuda itu bahkan pertemanan keduanya banyak memberi dampak positif yang jelas terasa pada SyahRaa.


"Tentu, Om, Saya paham posisi SyahRaa."


.


.


.


"Semoga hatimu bisa terbuka sedikit untukku ya, Raa," ucap pelan Agam yang masih mengusap layar ponsel miliknya dimana ada kata demi kata yang barusan di kirim pujaan hatinya.


Agam yang terlihat begitu senang pun langsung bergegas keluar rumah karna memang posisinya saat ini ada di halaman belakang kediaman Pradipta.


Langkah kakinya berjalan santai menuju garasi tempat kini mobilnya berada. Tujuan Agam tentu ke rumah utama untuk menjemput SyahRaa.


Dan kurang dari 60 menit, kendaraan berwarna putih itupun sampai juga, Agam bisa langsung masuk karna penjaga keamanan depan gerbang sudah di beritahu lebih dulu oleh Nona muda Pradipta tentang kedatangannya.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Tuan. Saya akan beritahu nona muda SyahRaa lebih dulu," ucap seorang wanita dewasa yang tak lain adalah salah satu kepala pelayan bangunan mewah tersebut.


"Tak perlu," timpal SyahRaa yang ternyata sudah ada di dekat mereka.


Kepala pelayan pun langsung mundur lalu berpamitan hingga kini hanya ada Agam dan SyahRaa saja.


"Nuria mau pergi setelah kamu mengantarku ke kampus," jelas SyahRaa sebelum Agam bertanya dimana sang keponakan.


"Lalu dimana dia?" tanya Agam yang baru tahu hal ini, jika benar begitu otomatis ia harus balik lagi ke rumah utama setelah dari kampus.


"Di belakang, lagi di ajak main sama BumBum bareng kucing kucingnya," jawab SyahRaa. Dari pakaian yang ia kenakan tentu gadis cantik itu sudah siap untuk pergi jadi tak ada alasan untuk keduanya berlama-lama tetap di sini.


Seperti biasa, SyahRaa berjalan lebih dulu satu langkah dari Agam yang kembali menuju garasi, Pria itu sedikit tersentak kaget tak percaya saat SyahRaa berhenti di bagian pintu kiri mobil.


.


.


.

__ADS_1


Boleh aku duduk di depan?


__ADS_2