
🍂🍂🍂🍂🍂
"Christ--," panggil SyahRaa saat di parkiran motor, gadis cantik itu sengaja menemuinya disana karna tahu pria tersebut ada kelas siang hari ini.
"SyahRaa, ada apa? tumben gak ngabarin aku kamu disini, atau kita kebetulan?" tanya Christ.
"Hey, satu satu dong nanya akunya. Aku jadi bingung mau jawab yang mana dulu," sahut SyahRaa.
"Maaf, kakak cantik," rayu Christ yang membuat SyahRaa kaget.
Christ bisa memanggilnya begitu karna sudah beberapa kali mendengar SyahRaa di panggil dengan sebutan Kakak oleh Ibun.
"Hey, kamu lebih tua dari ku ya!" protesnya yang langsung membuat Christ tertawa.
Karna cukup panas, Christ mengajak SyahRaa langsung ke kantin karna katanya gadis itu belum makan siang, sedangkan masih ada satu kelas lagi sebelum pulang.
"Kangen aku ya?" tanya Christ saat mereka sudah duduk saling berhadapan.
"Ish, percaya diri sekali anda?" balas SyahRaa yang malu sekali di tanya seperti itu.
"Katakan iya, agar aku senang."
__ADS_1
"Hem. Iya, itu karena semalam kamu tak meneleponku, Christ."
"Maaf, aku aku baru pulang jam 11, aku tak ingin menganggumu," jawabnya memberi alasan.
SyahRaa membuang napas kasar, padahal ia sudah bilang untuk Christ mengabarinya tak perduli jam berapa pun itu, tapi nyatanya tak ada notif apapun dari pria tersebut sampai pagi menjelang.
"Kamu bisa mengirimku pesan, kan?"
"Aku tak akan mengulangnya lagi, aku janji padamu," ucap Christ penuh sesal.
Waktu terus berjalan, rasanya semakin nyaman dan sudah saling terbuka hampir di segala hal, tak perlu menuntut apapun nyatanya sepasang insan manusia yang sedang di mabuk asmara tersebut selalu bercerita dan berkabar.
"Jangan buatku khawatir, Christ," mohon lirih SyahRaa sambil melihat kearah tangan pria di depannya sekarang.
Meski sering bersama, tak sekalipun keduanya bergandengan tangan. Christ sangat menjaga SyahRaa sampai tak ingin menyentuhnya.
"Tak akan, bukankah aku sudah berjanji tadi? percaya padaku ya. Habiskan makanmu dulu."
Keduanya makan bersama sambil mengobrol yang lain. Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin Christ bicarakan tapi waktu yang tak mengizinkan mereka untuk lebih lama bersama hingga kedua nya mau tak mau berpisah untuk masuk ke kelas masing masing.
Pulangnya SyahRaa kali ini bukan ke rumahnya melainkan ke rumah utama. gadis cantik dengan rambut sepinggang itu datang untuk mengadukan semua keluh kesahnya.
__ADS_1
"PapAy--," seru SyahRaa saat masuk dan tak sengaja melihat sang Tuan besar Rahardian Wijaya.
"Eh, SyahRaa. Sama siapa? anak bayi mana?" tanya PapAy Air tentu ia sedang. mencari AgaSyah.
"Entah, aku pulang kuliah langsung kesini," jawab SyahRaa yang tak tahu dimana adiknya.
"Oh, kirain datang sama anak Bayi. Mau ketemu Ta Buy??"
SyahRaa pun mengangguk, ia langsung menemui Embun, sepupunya yang katanya itu sedang di kamar tersebut.
Cek lek
Pintu di buka oleh SyahRaa saat ia sudah di izinkan masuk oleh si empunya kamar.
"Haaai, sini-sini masuk," ucap Embun saat melihat sepupunya datang, ia yang berada di sofa pun. langsung bangun siap saling berpelukan.
"Ada apa sih?" tanya Embun yang aneh melihat ekspresi SyahRaa yang tak biasa.
"Gak apa apa, cuma lagi banyak yang di pikirin," jawabnya sambil tersenyum kecil.
"Soal hubunganmu dan Christ?"
__ADS_1
SyahRaa pun langsung mengangguk, hanya Embun tepatnya berbagi karna ia tak berani bicara dengan Ibun dan PanDanya.
Lepaskan kalau tak lagi kuat, karna jika tak ada yang mau ngalah, kalian hanya buang buang waktu untuk hubungan yang jalan di tempat.