Sagara

Sagara
Part #98


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Mayang?!"


Aisyah yang kini jauh lebih sensitif langsung mendekat kearah suaminya yang terlentang di tengah kasur, terlihat lelah dan mengantuk tapi Aisyah tak perduli dengan semua itu.


Istri manapun tentu tak ingin bibir suaminya menyebut nama wanita lain apapun itu alasannya, dan kini hal tersebut sedang di alami oleh Aisyah.


"Siapa Mayang? trus ngapain kamu bawa-bawa barangnya? buat apa?" tak hanya satu, Aisyah melontarkan banyak pertanyaan untuk Sagara.


"Mayang istri Pak Satpam, kan kamu mau selendangnya. Tapi dia Ibu rumah tangga biasa bukan Penari jadi gak punya Selendang," jelas Sagara sejujur jujurnya.


"Iya, buat apa?" tanya ulang Aisyah.


"Buat kamu, kan katanya pengen Selendang Mayang?" tanya balik Sagara dengan ekspresi biasa padahal badai sedang siap menerjang nya.


"Jadi selama beberapa jam kamu keluar, kamu cari perempuan lain? kamu cari Si Mayang padahal aku nunggu dari tadi, hiks-," tangis Aisyah pecah dengan langsung mengeluarkan air mata yang deras, sungguh ini di luar dugaan Sagara yang ia pikir Aisyah hanya akan merajuk sedikit karna tak ada selendang di tumpukan barang milik Si Mayang.

__ADS_1


"Loh, kok nangis? aku udah usaha dan muter-muter nyari yang kamu mau loh, Ok, selendangnya emang gak ada tapi kan ada yang lain, kaya---,"


"Kaya apa, hah?" potong Aisyah kesal, masih dengan derai air mata yang terus keluar tanpa ada rasa ingin ia tahan, biarkan saja suaminya itu lihat sesedih apa ia kali ini, bathin Aisyah.


"Kaya gini, iyaaaa?!" tanpa basa basi, Aisyah mengambil sepasang kaos kaki lalu ia sumpal di mulut suami nya yang kebetulan sedang menguap.


"Hem---,hem---," Saga yang kaget hanya bisa bergumam dengan kedua mata bulat sempurna, sungguh ia tak percaya jika Aisyah bisa melakukan itu padanya.


"Aku tuh dari kemarin udah pengen getok kamu pakai centong nasi, tapi masih aku tahan, sekarang makan tuh KAOS KAKI bekas Si Mayang!" omel Aisyah sambil terus terisak.


Perasaan jauh lebih sensitif memang sedang dirasakam oleh Si bumil yang kadang hal sepele saja mampu membuatnya menangis, apalagi ini dengan santainya Sagara bercerita habis mencari Si Mayang.


.


.


Aisyah keluar dari kamar dengan perasaan kacau, semua pelayanan dan ART memandang aneh, bingung, kasihan dan juga penasaran dengan apa yang terjadi. Mungkinkah kejadian yang lalu terulang kembali?

__ADS_1


Melihat semua itu, kepala pelayanan tentunya tak akan tinggal diam, ia yang punya tanggung jawab khusus pada Aisyah tentu langsung menghampiri Nona mudanya tersebut.


"Maaf, Nona. Apa ada masalah?" tanya Si kepala pelayan yang masih berdiri di samping Aisyah sebab ia belum yakin jika wanita berpenampilan selalu tertutup itu mau berbagi dengannya.


"Aku mau Es selendang Mayang, tapi--tapi Saga malah bawa kaos kaki Si Mayang," jelasnya masih terisak meski tak sesedih beberapa waktu lalu.


"Es selendang Mayang? biar Chef yang akan buatkan untuk Nona, tunggu sebentar," jawab Si kepala, ia yang baru mau beranjak ditahan oleh Aisyah.


"Jangan, aku sudah tak ingin makan itu."


"Lalu, Nona mau apa?" tanya nya yang memang tahu jika wanita itu kini sedang berbadan dua.


"Hem, apa ya? tahu isi Sumedang kayanya enak," jawab Aisyah yang mulai antusias.


.


.

__ADS_1


Jauh amat, Yank... kang gorengan depan juga ada...


__ADS_2