Sagara

Sagara
Part 86


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Happy Anniversary, Sayang," ucap Sagara yang setelahnya mencium pipi Sang istri yang sedang tak memakai cadar, itu wajar dan biasa Aisyah lakukan sebab pasangan halal tersebut sedang berada didalam kamar.


"Alhamdulillah, kita sudah melewati kurang lebih 365 hari bersama, aku mencintaimu," balas Aisyah dengan kedua mata yang sudah berkaca kaca.


Kue yang ada di tangan Sagara kini di letakkan lebih dulu di atas meja kaca saat bidadari hatinya itu berhambur kedalam pelukan. Rasanya baru kemarin semua terjadi begitu sangat mendadak nyatanya sudah setahun berlalu.


Begitu banyak yang sudah keduanya lewati, termasuk resepsi pernikahan mewah setelah Sagara kembali mengikrarkan ijab qabul untuk meresmikan pernikahan mereka yang kemarin hanya sebatas nikah siri dengan mahar 2500 rupiah.


"Aku jauh lebih mencintaimu, Sayang. Terimakasih selalu ada dalam proses pendewasaanku ya," ucap Sagara lagi.


Dan itu membuat Aisyah diam sesaat, 12 bulan yang sudah berlalu begitu saja nyatanya belum ada malaikat kecil yang hadir di rahimnya hingga ia reflek mengusap perutnya yang masih saja rata.


"Kenapa? jangan berkecil hati terus menerus, aku tak ingin kamu terus menyalahkan diri sendiri," kata Sagara mengingatkan.

__ADS_1


Sebagai suami yang memang siap lahir bathin menjadi ayah, ia juga cukup sedih dan banyak bertanya-tanya pada dirinya dan Tuhan kenapa Ia belum di percaya juga untuk di titipi seorang anak padahal secara Finansial dan mental tak ada masalah sama sekali.


"Aku hanya terlalu takut kehilanganmu," balas Aisyah.


"Memang aku mau kemana? bukan kah kamu tahu jika aku setiap hari aku sibuk kuliah dan mencintaimu," jawab Sagara sambil tertawa.


Agak lain memang suaminya Aisyah ini, jika pria lain sibuk mencari nafkah di tempat kerja, Sagara justru masih saja sibuk menimba ilmu hingga di satu tahun pernikahan mereka. Masih ada beberapa tahun lagi untuk Aisyah bisa memakaikan dasi dan setelan jas kantor setiap pagi.


"Hem, iya ya." keduanya pun tergelak bersama karna ada saja yang membuat mereka bahagia meski hanya obrolan biasa.


Percaya lah, waktu akan selalu istimewa jika kita jatuh cinta pada orang yang tepat yang mengerti akan rasa saling menghargai satu sama lain.


Kue yang di beli Sagara sepulang dari kampus kini di raih lagi oleh pria itu dari atas meja, bentuknya bulat kecil yang sepertinya memang sengaja untuk mereka berdua saja.


"Kenapa harus kuning sih?" tanya Aisyah saat makanan yang terlihat lezat itu ada di depannya.

__ADS_1


"Lucu aja, terang gitu liatnya. Kalau coklatnya udah biasa banget kan?" kekeh Sagara yang ia sendiri saja baru kepikiran kenapa harus kuning.


"Iya, sih, tapi gak apa-apa, emang lucu kok," sahut Aisyah dengan tawa kecilnya yang menambah kesan menggemaskan bagi Sagara saat melihatnya


Aisyah percaya, jika rasa kue itu pasti sangat enak karna mereka tahu kualitas sebuah makanan meski tak jarang juga sering menikmati jajanan panggir jalan.


"Ya udah di makan, jangan di liatin aja," ucap Sagara, ia tak lantas memotong tapi langsung memakai sendok yang kemudian di suapi ke mulut istrinya.


"Sayang, kok asem ya?" tanya Aisyah.


.


.


.

__ADS_1


Sengaja, aku lagi pengen yang kecut..



__ADS_2